Catatan Rudolf Puspa Latihan Dasar Teater: Gerakan, Improvisasi dan Takaran (Bagian 8) -->
close
Pojok Seni
31 March 2020, 3/31/2020 11:58:00 PM WIB
Terbaru 2020-03-31T16:58:45Z
Materi Teater

Catatan Rudolf Puspa Latihan Dasar Teater: Gerakan, Improvisasi dan Takaran (Bagian 8)

Advertisement
Rudolf Puspa


pojokseni.com - Artikel kali ini adalah rangkaian dari artikel bertajuk Catatan Rudolf Puspa Latihan Dasar Teater. Sebelum masuk dalam bahasan kali ini, yakni gerakan, improvisasi dan takaran, silahkan simak dulu artikel sebelumnya:


  1. Catatan Rudolf Puspa: Sebagai Aktor dan Sutradara Pemula (bagian 1)
  2. Catatan Rudolf Puspa: Latihan Aktor Pemula (BAGIAN KEDUA)
  3. Catatan Rudolf Puspa; Teknik Dasar Latihan Teater, Olah Vokal (bagian 3)
  4. Catatan Rudolf Puspa: Latihan Dasar Olah Bentuk, Gerak, Bunyi dan Komposisi (Bagian Keempat)
  5. Catatan Rudolf Puspa Teknik Dasar Teater: Teknik Muncul, Gerakan, Tempo, Proyeksi dan Klimaks (Bagian 5)
  6. Catatan Rudolf Puspa: Latihan Dasar Olahrasa (Bagian Enam)
  7. Catatan Rudolf Puspa Latihan Dasar Teater: Gerak Indah dan Imajinasi (Bagian 7)


GERAKAN 


Teorinya mengatakan bahwa apapun yang dilakukan di panggung harus ada alasannya. Alasan dari sebuah gerakan bisa alasan yang wajar (misal gelisah dengan meremas remas tangan), atau alasan kejiwaan (misal dahi dikerutkan karena rasa takut). Oleh karenanya jika tidak menemukan alasan sering pemain dianjurkan diam saja, namun tetap ada perhatian kepada lawan main, situasi serta suasana kejadian yang sedang berlangsung. Gerakan alat-alat tubuh dinamakan gesture.

Gerakan paling sulit bagi pemain adalah mata dan tangan. Padahal gerakan tangan dan mata adalah alat paling ampuh untuk menguasai bentuk dan ruang.  Dengan tangan mengepal maka akan merupakan simbol dari suasana batin yang tegang misalnya. Maka seluruh ruang akan menjadi tegang. Pandangan mata yang jelas akan membawa penonton mengikuti imajinasi pemain. Gerakan berpaling, menengadah, membungkuk, menunjuk pasti ada alasannya.

Demikian pula bloking dimana memerlukan gerakan (move), selalu juga harus memiliki alasan.

IMPROVISASI


Daya improvisasi diperlukan untuk mengatasi berbagai kesulitan yang timbul karena lupa dialog, salah bloking, lampu padam tiba tiba serta banyak hal terjadi tanpa diduga. Pemain harus memiliki sikap bahwa sesuatu yang negatif harus dapat dijadikan positif  dipanggung.
Beberapa bentuk latihan sebagai berikut :

1. Penggunaan alat bantu


Ruang sudah ada benda. Bisa satu atau lebih. Pemain masuk merespon benda tersebut dengan membuat bentuk dari tubuhnya. Pemain lain merespons pemain pertama dan benda yang sudah ada. Begitu seterusnya dengan pemain lain. Benda bisa dipindah oleh pemain pertama atau diangkat saja lalu yang lain merubah bentuk juga.

Maka akan terciptalah berbagai komposisi bentuk dari pemain dengan benda benda dan antar pemain.Ini akan berguna ketika nantinya bermain dan di pentas ada dekor atau set prop sehingga benda benda tidak mati. Pemainlah yang menghidupkan benda benda diatas panggung.

Bisa juga benda2 semua adalah dibawa pemain masing2. Maka akan terlatih bagaimana dan dimana meletakkan benda dan sikap pemain pada benda tersebut serta komposisinya dengan yang lain.

Selanjutnya dengan benda-benda tersebut ciptakan ada geraknya. Jika orang pertama mwerubah gerak benda maka yang lain merespons dengan gerak yang berubah juga. Bisa di tempat atau berpindah2.

Dengan benda yang dibawa atau yang sudah tersedia di panggung atau dengan tubuh sendiri dapat menimbulkan bunyi. Seperti batu, kayu, besi atau tepuk tangan, suara pemain (tanpa kata kata). Bisa dimulai dari salah satu pemain dan kemudian bunyi tersebut direspon oleh yang lain.

Maka akan muncul komposisi bunyi bunyian yang dibuat secara improvisatoris. Disini sekaligus melatih ketajaman pendengaran pemain mendengar bunyi yang ditimbulkan sendiri serta dari yang lain dan akhirnya secara keseluruhan.

2. Improvisasi kata, kalimat


Salah satu pemain memulai mengucapkan kata kemudian disusul yang lain hingga terbentuk komposisi pengucapan yang bagus. Pengucapan pun dapat diubah ubah nadanya, intonasinya misalnya dengan serak, bas, cempreng,  dll  sehingga tercipta komposisi suara dengan kata kata . Dapat ditingkatkan dengan menjadikan kata dari tiap pemain menjadi satu rangkaian yang memiliki arti.  Akan terasa sangat penting kemampuan ber improvisasi menggunakan kata. Ingat tiap pemain hanya satu kata.

Pengucapan kata terus diusahakan berubah rubah dengan tangis, tawa, bentakan, senang, marah, sedih, parau, sengau dsb yang juga saling merespons sehingga terjadi komposisi ber kata kata yang indah dan enak didengar. Akhirnya rangkaian kata-kata antar pemain akan terdengar sebagai satu kalimat utuh yang memiliki arti.
           
Latihan ini akhirnya dapat digabungkan sehingga daya improvisasi gerak tubuh, bentuk, bunyi, kata kata akan terlatih dan pemain akan memiliki daya insting yang sangat peka, refleksi yang tepat yang semuanya mengalir dengan kesadaran sebagai daya kontrol pemain terhadap apa yang sedang di lakonkan.

TAKARAN


Kemampuan menakar sangat diperlukan pemain. Menakar emosi, suara, gerakan agar tidak berlebihan atau kurang sehingga terasa perbedaan kalimat yang satu dengan yang lain, suasana yang satu dengan yang lain, walau misalnya berada dalam satu hal yang sama. Misalnya rasa sedih. Sedih ketika mendengar adik kandung yang disayangi mati tertabrak kereta api tentu berbeda takaran sedihnya ketika mendengar teman sekolah yang tidak disenangi mati tertabrak kereta api.

Begitulah pemain drama harus selalu berlatih menakar kemampuan ber actingnya. Pemain yang tau takaran biasanya dalam hidup sehari hari mampu menempatkan dan mengendalikan diri. Kemampuan menakar sangat diperlukan pemain. Menakar emosi, suara, gerakan agar tidak berlebihan atau kurang sehingga terasa perbedaan kalimat yang satu dengan yang lain, suasana yang satu dengan yang lain, walau misalnya berada dalam satu hal yang sama.

Menakar lebih kepada kekuatan “rasa”. Oleh karenanya olah rasa semakin sering dilakukan akan semakin kuat daya takarnya.


Rudolf Puspa
Jakarta 21 Maret 2020


(bersambung)

Ads