22 October 2019

author photo
Pegelaran musik puisi oleh Sanggar Dayung-dayung dalam rangkaian acara Wonderful Art Bengkulu  (foto: Facebook Edy Prayekno Calm)
pojokseni.com - Sejumlah komunitas dan seniman di Bengkulu menggelar Wonderful Art Bengkulu sejak tanggal 17 - 19 Oktober 2019. Acara ini dibuka oleh Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, diikuti oleh rangkaian acara lainnya seperti lokakarya sastra dan teater, pertunjukan teater, baca puisi, ditutup dengan silaturahmi antar seniman peserta kegiatan ini.

Informasi yang didapatkan PojokSeni, sejumlah komunitas seni di Bengkulu terlibat baik secara aktif maupun dukungan lainnya dalam kegiatan ini. Beberapa grup kesenian seperti Kedai Proses, Teater Petak Rumbia, UKM Teater Basurek, Teater Jengkal, serta sejumlah seniman senior dan junior di Bengkulu ikut memberi andil dalam kegiatan tersebut.

Pertunjukan Jalan Tua oleh Sanggar Dayung Dayung Sumbar (foto: Facebook Edy Prayekno Calm)
Kegiatan ini menjadi semakin menarik dengan adanya penampilan dari Sanggar Dayung-dayung (Sumatera Barat), DADC (Jambi-Lampung) dan Forum Teater Sekolah Bengkulu. Selain itu, pada acara panggung puisi, juga menghadirkan sastrawan dari berbagai provinsi, seperti Sumatera Barat, Jambi, Banten, Bengkulu hingga dari Negeri Sembilan, Malaysia.

Dalam kegiatan ini, juga digelar lomba baca puisi tingkat SMP Sederajat, pada tanggal 18 Oktober 2019. Dalam hari yang sama juga digelar peluncuran antologi puisi penyair Bengkulu, serta buku puisi Gonjong Patah, karya Syarifudin Arifin.

Masih di hari yang sama, malam harinya giliran pentas teater yang menghibur masyarakat Bengkulu. Dimulai dari pertunjukan bertajuk "Jalan Tua" karya/sutradara M Ibrahim Ilyas oleh Sanggar Dayung-Dayung Sumatera Barat. Dilanjutkan dengan pertunjukan "Rumour!" karya/sutradara Putra Agung oleh DADC Jambi-Lampung. Ditutup dengan pertunjukan Manusia-Manusia karya Edi Ahmad/sutradara M Nofriandi.

Pertunjukan "Rumour!" karya/sutradara Putra Agung oleh DADC Jambi-Lampung (foto: Facebook Edy Prayekno Calm)
Hari berikutnya, diisi dengan kegiatan lomba baca puisi tingkat SMA/SMK dan Mahasiswa/Umum yang dilanjutkan dengan obrolan sastra membedah pertunjukan teater malam sebelumnya. Masih di hari yang sama, malam harinya diwarnai dengan peluncuran album musik puisi "Garis Ingatan" oleh Sanggar Dayung-Dayung Sumbar. Kegiatan ini juga menandai ulang tahun sanggar tersebut yang ke-40. Dilanjutkan dengan panggung apresiasi puisi oleh sejumlah penyair yang tergabung dalam antologi WAB, serta penyair lain dari sejumlah provinsi dan negara tetangga.

Hari terakhir, kegiatan ditutup dengan Neron Bersama Sastrawan. Yakni, kegiatan ngopi bersama dan silaturahmi sambil menikmati matahari terbit di Danau Dendam Tak Sudah. Kegiatan masih berlanjut dengan jalan-jalan untuk mempererat silaturahmi antar peserta dan tamu kegiatan ini, sekaligus memperkenalkan ikon wisata Kota Bengkulu seperti Benteng Malbourough, Pantai Panjang, Rumah Bung Karno dan lain-lain.

Kegiatan ini menjadi penanda sekaligus pembuka acara WAB yang direncanakan akan menjadi agenda rutin di Provinsi Bengkulu.

"Saya berharap, silaturahmi antar kita tidak pernah usai, juga acara ini bukan menjadi yang pertama dan terakhir. Akan ada WAB-WAB berikutnya di tahun-tahun mendatang," kata Jayu Marsuis, ketua panitia kegiatan ini dalam acara penutupan, Minggu (20/10/2019). (ai/pojokseni)
your advertise here

1 komentar:

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

  1. If the numbers have any connection to actuality,
    the extra coffee you drink, the higher off you are.
    It's customary to discover a coach referring you to another coach whom
    they really feel are right fit for you. Thus, the seniors at all times keep emotionally match and bodily
    wholesome. In in the present day's world recycling waste products is
    necessity to clean our cities and keep our ecosystem clear and steadiness.
    With trendy waste management know-how accessible it is straightforward to recycle trash accumulated in home or
    at industrial plants. Well, what makes a modern dolly a dolly?
    Rather than sending out a warning to individuals who had been placing soiled meals
    containers of their recycling, the township decided it was higher
    to regard these items as trash. So subsequent
    time you see food objects that are available colorful packages and with labels, run as fast
    as you can to the other route to get a healthier and better life ahead.
    Once the corporate starts to point out worth from the out of
    doors operation, we anticipate to see the market
    become extra enthusiastic about the chance and we plan to be forward of this one.

    ReplyDelete
Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Loading...

Advertisement