Perjalanan dari Solilog ke Monolog -->

Ads

Pojok Seni
13 January 2021, 1/13/2021 09:00:00 PM WIB
Terbaru 2021-01-13T14:00:07Z
ArtikelMateri Teaterteater

Perjalanan dari Solilog ke Monolog

Advertisement

Monolog
Monolog

Solilog berarti bicara sendiri. Maka ada banyak yang sulit membedakan antara monolog dengan solilog. Apa perbedaan antara monolog dengan solilog? Berikut cerita perjalanan dari sosilog menjadi monolog.


Solilog atau Soliloquy adalah bentuk seni dramatik yang dikenal sejak era Yunani klasik dan mencapai puncak kepopulerannya di periode Renaissance atau di era Elizabethan. Secara etimologis, solilog berasal dari bahasa Yunani, yaitu solus yang memiliki arti sendiri dan loqui yang memiliki arti berbicara. Solilog hadir dalam drama-drama Yunani klasik bertujuan untuk mengungkapkan secara gamblang apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh para tokoh. Tujuan dari solilog adalah menciptakan ironi untuk mendukung terciptanya tragedi yang dramatis. Atau dapat dikatakan bahwa solilog mendukung drama tragedi Yunani untuk menciptakan katarsis (penyucian jiwa).


Di era Elizabethan, William Shakespeare (1564-1616) menjadikan solilog sebagai salah satu unsur pembentukan setiap dramanya. Bahkan, “percakapan seorang diri” telah menjadi salah satu ciri khas dari naskah-naskah Shakespeare. Solilog khas Shakespeare tergambar pada penggalan dialog Markus Brutus di dalam naskah Julius Caesar (1950-an): “Brutus: Caesar, beristirahatlah dengan tenang. Sesungguhnya aku tak pernah tega untuk membunuhmu”. Dalam penggalan dialog tersebut, tokoh Brutus berbicara pada dirinya sendiri dengan tujuan untuk mengungkapkan isi hatinya kepada penonton.   


Masa kejayaan solilog berakhir pada era realisme tepatnya pada tahun 1898. Gerakan yang dipelopori oleh Andre Breton dan Constantin Stanislavsky mencoba menyusun bentuk teater yang menolak gaya dari teater klasik termasuk konsep solilog. Meskipun tidak eksis lagi di atas panggung, konsep solilog tetap dimanfaatkan sebagai teknik pelatihan akting. Teks-teks drama Yunani digunakan sebagai media untuk aktor melatih kemampuan berperannya dalam berlatih seorang diri.


Monolog


Teknik pelatihan akting inilah yang kemudian berkembang menjadi bentuk seni dramatik baru yang dikenal dengan nama monolog. Secara etimologis, monolog berasal dari bahasa Yunani, yaitu monos yang berarti tunggal dan legein yang berarti berbicara. Berbeda dengan solilog yang hanya bertujuan untuk menyampaikan isi hati dari tokoh. Monolog memiliki cakupan yang lebih luas lagi, tidak hanya berbicara dengan diri sendiri, tetapi juga berpidato di hadapan aktor lainnya. Selain itu, aktor monolog juga dituntut untuk memainkan banyak peran dengan berbagai karakter.


Monolog sudah dijelaskan secara detail sebelumnya dalam artikel ini: Apa itu Monolog?


Sebagai seni dramatik, monolog diperkenalkan secara luas pada tahun 1964 di Hollywood. Kemudian mulai menyebar dan berkembang ke seluruh dunia. Alterman dalam bukunya yang berjudul Creating Your Own Monologue (2005), mengatakan bahwa monolog memiliki berbagai nama lain, seperti monodrama dan one person play. Bentuk dari monolog lebih fleksibel dari pada solilog. Jika satu tokoh sedang bersolilog dan tokoh lainnya mendengarnya, maka rusaklah konsep dari solilog sebagai pengejawantahan isi hati tokoh. Karena konsep dari solilog adalah tidak dibenarkan adanya interupsi. Sedangkan monolog, semua kemungkinan bisa terjadi bahkan aktor monolog juga sering melakukan interupsi pada peristiwa yang dibangunnya sendiri dengan cara berkomunikasi dengan penonton.