13 May 2020

author photo

Baca Juga


pojokseni.com - Atmosfer panggung ketika berada dalam pentas, akan sangat berbeda dibandingkan dengan saat latihan. Apalagi bagi aktor pemula yang perlu menjaga stabilitas permainan dari awal sampai akhir pertunjukan.

Sering kali dalam situasi yang membutuhkan emosi yang sangat tinggi, seperti ketika adegan marah-marah, menangis, kecewa, tertawa dan sebagainya, aktor sering lepas kendali. Bahayanya adalah, aktor kerap menjadi dirinya sendiri lagi, alias terlepas dari karakter yang dimainkannya ketika kadar emosi terlalu tinggi. Stabilitas emosi dibutuhkan di sini.

Masalahnya, apakah ada stabilizer emosi? Jawabannya tidak ada, hal itu merupakan salah satu kekuatan psikologis seorang aktor yang mesti dilatih dalam waktu lama dan rutin. Selain latihan tubuh, seorang aktor mesti melatih psikologisnya agar stabilitas emosi dapat terjaga dengan baik.

Apa yang terjadi ketika seorang aktor mulai marah, menangis, sedih, kecewa (karena perannya) lalu tak bisa mengendalikan perasaannya sendiri? Jawabannya adalah, suaranya yang tadinya bulat dan bertenaga akan terasa kurang dan lemas. Kemudian, semua tanggapan, respon dan gerakannya akan berlebihan. Lebih parah lagi hal-hal pembangkit emosi yang tidak stabil akan hadir di kepalanya. Entah itu stres, depresi, kesedihan yang mendalam, masalah yang berat, lingkungan yang tidak mendukung, kenangan yang buruk, dan sebagainya akan perlahan hadir dan merusak alur dramatik permainan.

Akibatnya cukup fatal, permainan rusak, semua yang sudah dipersiapkan secara matang ketika latihan sampai rehearsal dan gladiresik, bisa buyar di hari H pertunjukan.

Karena itu, ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan seorang aktor agar bisa menjaga stabilitas emosinya, ketika di atas pentas.

Suasana di Belakang Panggung pada salah satu pementasan teater di Inggris

1. Lakukan Meditasi untuk Relaksasi Tubuh


Ini bisa Anda lakukan di malam sebelum hari pertunjukan. Bisa Anda lakukan sebelum tidur dan pastikan tidur Anda juga cukup. Meditasi dibutuhkan untuk relaksasi tubuh, jadinya ketika pentas semua masalah pribadi Anda bisa dilupakan sejenak.

Tidak hanya itu, meditasi juga menjadikan psikis Anda lebih kuat untuk menjaga stabilitas emosi.

2. Minum Susu Hangat


Ini bukan mitos, tapi meminum susu hangat sebelum tidur, sehari sebelum pentas akan membantu tubuh Anda bersiap lebih baik. Susu juga memberikan energi agar ketika pentas, Anda bisa berada dalam puncak kemampuan Anda.

3. Bila Ada Masalah yang Berat, Bicarakan dengan Psikiater atau Orang Terdekat


Jangan bawa masalah pribadi Anda ke atas panggung. Hal itu bisa menyebabkan ketika Anda emosi dalam kadar yang tinggi, semua hal yang selama ini menjadi beban dan menghantui Anda akan kembali datang. Akan sangat baik bila beberapa waktu sebelum pementasan Anda bisa menemui psikiater untuk menyelesaikan masalah Anda terlebih dulu.

Atau, ada juga yang punya masalah dan bisa teratasi bila bercerita dengan orang lain yang dianggap lebih bijaksana. Mungkin sutradara, pelatih atau aktor yang lebih senior bisa menjadi teman cerita yang baik untuk melepaskan segala gundah perasaan Anda.

4. Jangan Cemas


Mungkin ini mudah dikatakan, tapi sulit dilakukan. Tapi, yang pasti jangan pernah mencemaskan sesuatu ketika Anda bahkan belum naik ke atas panggung. Kadang, cemas itu bisa berkali-kali lipat di belakang panggung, sambil menunggu giliran masuk.

Masalahnya, cemas yang Anda pikirkan itu adalah "mencemaskan bahwa Anda akan cemas di atas panggung". Mengutip dari buku best seller "Seni Bersikap Bodo Amat" karya Mark Manson, kecemasan tersebut membuat Anda "dua kali lebih cemas" ketika berada di atas panggung. Hasilnya, bisa membuat Anda gemetaran dan semua yang sudah Anda pikirkan, hapalkan dan pelajari bisa sertamerta hilang.

Jadi, tidak ada kekuatan yang lebih baik untuk membuat sebuah hal yang luar biasa, kecuali kekuatan dari dalam diri sendiri. Yakinkan diri bahwa Anda tidak perlu cemas, karena Anda bahkan masih berada di belakang panggung.

Demikian tips dari kami untuk aktor pemula yang kerap kehilangan konsentrasi dan emosi tidak stabil ketika di atas panggung. Semoga membantu.
your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Advertisement

Loading...