Materi Teater : Meditasi dan Konsentrasi (I) -->
17 January 2015, 1/17/2015 12:30:00 AM WIB
Terbaru 2015-08-06T16:23:53Z
Materi Teater

Materi Teater : Meditasi dan Konsentrasi (I)

Advertisement

Oleh : Adhyra Irianto & Diah Irawati S.S M.Pd

pojokseni.com - Pertama-tama, kita bahas dulu apa itu meditasi dan apa itu konsentrasi. Keduanya adalah hal yang berbeda. Meditasi adalah menenangkan fikiran, didalam teater diartikan sebagai proses atau usaha menenangkan dan mengosongkan fikiran dengan tujuan menstabilkan diri. Sedangkan Konsentrasi berarti pemusatan. Di dunia teater, konsentrasi didefinisikan sebagai proses pemusatan fikiran terhadap peran atau suasana latihan teater agar tidak terganggu dengan hal-hal lain, tujuannya adalah agar dapat menjiwai peran atau apa yang ia kerjakan.

1. Meditasi

- Meditasi digunakan untuk mengosongkan fikiran. Caranya, membuang segala masalah yang berada dalam fikiran. Dengan menyingkirkan hal tersebut, diharapkan fikiran seorang pemain dapat bebas dari segala beban dan ikatan.

- Selain itu, meditasi juga bisa dijadikan jembatan menuju "alam imajinasi". Dengan kata lain, apa yang akan dikerjakan hanya berupa imajinasi. Oleh sebab itu, setiap gerakan akan berbeda dengan yang sering dilakukan sehari-hari. Alam imajinasi ini adalah alam latihan, untuk menuju kesana dari alam kehidupan sehari-hari, diperlukan kegiatan meditasi.

Berikut salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meditasi :

- Tubuh dalam posisi duduk bersila dan badan tegak. Dengan demikian, tidak ada rongga tubuh dalam yang terhimpit dan pernafasan bisa diatur dengan baik.

- Bila pernafasan sudah baik, stabilkan dengan cara menghisap dan menghembus secara perlahan, stimultan dan teratur. Saat itu, rasakan setiap milimeter tubuh kita, rasakan bagaimana udara beredar didalam tubuh kita. Rasakan juga bagaimana darah mengalir dalam tubuh kita, juga rasakan detak jantuk dan denyut nadi yang secara teratur terus berdenyut.

- Cari titik fokus dan fokuskan fikiran terhadap titik tersebut. Kemudian, lama-kelamaan hilangkan titik tersebut dari fikiran, sehingga fikiran benar-benar kosong. Kemudian, rasakan deru angin, bebunyian daun, suasana hening, bebunyian disekitar. Saat tubuh dalam kondisi tersebut, berarti syaraf kita sudah mulai terlelap dan sudah siap untuk konsentrasi.


NB : Selain saat latihan, meditasi juga bisa dilakukan dipanggung sebelum pementasan. Tujuannya, agar bisa berkonsentrasi dengan peran atau karakter yang dimainkan.

Jangan lewatkan bahasan selanjutnya : KONSENTRASI

Bila ingin mengutip sebagian atau seluruh artikel ini, harap menyertakan sumber : www.pojokseni.com