15 September 2019

author photo

Baca Juga

Salah satu pertunjukan teater di ISI Padangpanjang
pojokseni.com - Ketika hendak menyaksikan pementasan teater di Singapura, selebritis fenomenal Indonesia, Syahrini justru diusir. Kejadian itu terjadi awal bulan September 2019 ini.

Apa perkaranya? Ternyata, Syahrini dan suaminya mengajak keponakannya bernama Raja. Raja menggunakan sepatu yang memiliki sinar kelap-kelip. Nah, itu sumber masalahnya. Dalam pertunjukan teater profesional, di tengah kegelapan tidak boleh ada cahaya, meski dari sepatu sekalipun, apalagi dari gawai semacam ponsel.

Di Indonesia, khususnya di kota-kota besar, hal tersebut sudah biasa dan diketahui oleh penonton teater. Itu adab menonton teater. Jadi, sudah bayar tiket, juga ada adab yang mesti dipatuhi bersama. Nah, panitia berhak mengusir siapapun itu apabila tidak memenuhi adab yang dimaksud.

Sebab, Anda menganggu penonton lainnya. Jadi, ketimbang fokus semua penonton hilang hanya karena satu orang, lebih baik satu orang itu yang diusir keluar bukan? Ada lagi masalah lain yang kerap terjadi sehingga penonton akhirnya merugi, karena tidak bisa menyaksikan sebuah pertunjukan teater, apa saja?

1. Terlambat atau menunda masuk gedung


Ini perkara pertama yang sering terjadi. Ada penonton yang terlambat masuk, atau kalaupun sudah datang dia menunda untuk masuk gedung. Hasilnya, ketika pintu pertunjukan sudah ditutup, ia baru menggedor dan ingin masuk. Tentunya, panitia tidak akan memperkenankan pintu dibuka kembali, karena dapat mengganggu pertunjukan. Jadi, bila ingin menonton teater, pastikan Anda sudah masuk gedung setidaknya 10-15 menit sebelum pertunjukan dimulai.

Pertunjukan Teater Kober, Lampung

2. Membawa anak kecil


Pertunjukan teater sedianya memang ditujukan untuk penonton dewasa, setidaknya 15 tahun ke atas. Konten dari pertunjukan tersebut, ada yang tentang cinta, ada adegan silat, ada juga yang membawa filsafat. Tentunya, bukan untuk anak kecil.

Tapi, bagaimana bila ada pertunjukan teater untuk anak kecil, macam pertunjukan musikal Laskar Pelangi misalnya. Tentunya, penonton diminta untuk melakukan pengawasan terhadap anaknya dengan ketat agar tidak menganggu penonton lain.

3. Menghidupkan suara atau dering ponsel


Ini hal yang paling sering terjadi. Meski MC sudah meminta penonton untuk mematikan ponsel, tidak menyalakan blitz kamera dan sebagainya, tapi masih jarang diikuti penonton. Penonton masih sering membiarkan dering ponselnya hidup, bahkan ada yang chating atau telponan di dalam gedung teater saat pertunjukan teater berlangsung.


Wajib Baca:

4. Merekam video


Ini sering terjadi, dan tentunya kurang disukai oleh para pemain teater. Video yang direkam lalu diunggah, atau ada yang "live" malah menjadikan sebuah grup teater "bocor" pementasannya. Padahal, setiap produksi atau proses pementasan tidak hanya berlangsung satu kali, tapi berkali-kali bahkan tur ke berbagai tempat. Bisa dalam satu kota, bahkan bisa juga ke luar kota.

Pertunjukan Teater Keliling Jakarta

5. Ribut atau Ngobrol


Nah ini juga, kalau di Inggris zaman lampau, penonton ini disebut grounding. Penonton yang berasal dari kelas bawah, rendah pendidikannya dan hanya membuat ribut dalam satu pertunjukan. Tapi, di era modern seperti ini, apalagi bila Anda menyaksikan pertunjukan teater di gedung tertutup, maka hindari ngobrol atau membuat keributan, yah. Ingat, Anda membeli tiket untuk mendapatkan sebuah tontonan, atau pertunjukan. Bukan untuk mengacaukan pertunjukan tersebut.

Itu tadi beberapa adab penonton teater yang sering dilanggar. Salah satunya oleh Syahrini tadi. Jadi, jangan sampai Anda senasib dengan Syahrini, yah. (pojokseni)
your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Advertisement

Loading...