Advertisement

Oleh: Regita Cahya Nirmawati
Guna memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, panggung balai desa Pesanggrahan di Kota Batu kembali dihiasi oleh nuansa kebudayaan yang kental. Tepat pada tanggal 26 Agustus 2026, Karang Taruna setempat menggelar pertunjukan seni tradisional Jaran Dowo yang berlokasi di Balai Desa Pesanggrahan, Kota Batu. Sejak awal acara, atmosfer kemeriahan begitu terasa menyelimuti area pertunjukan, di mana masyarakat dan para penonton tampak sangat antusias untuk menyaksikan setiap tahapan pagelaran dari dekat.
Suasana semakin bergelora saat pertunjukan dimulai ketika para penari melangkah memasuki panggung sembari membawa properti jaran yang memiliki bentuk memanjang. Begitu alunan musik tradisional mulai dibunyikan, para penari langsung bergerak dengan lincah menyelaraskan setiap gestur tubuh mereka dengan irama musik yang mengiringinya.
Daya tarik utama yang paling menyita perhatian pasang mata penonton tak lain adalah penggunaan properti jaran yang berukuran tidak biasa, yakni jauh lebih panjang dibandingkan jaran pada umumnya. Ukuran properti yang ekstra panjang ini tidak hanya membuat penampilan terlihat beda dan lebih mencolok di atas panggung, tetapi juga menghadirkan kesan visual yang kuat. Gerakan para penampil pun tampak jauh lebih megah, besar, dan dinamis, terlebih sewaktu dimainkan secara serempak dan bersama-sama oleh para penari.
Keunikan visual tersebut turut diakui oleh para penonton yang hadir menyaksikan pergelaran tersebut. “Menurut saya, penggunaan jaran yang panjang menjadi salah satu ciri yang membuat pertunjukan ini memiliki daya tarik tersendiri dan mudah diingat oleh penonton” Pak Burhan, 26 Agustus 2026.
Secara keseluruhan, pertunjukan Jaran Dowo ini patut mendapat apresiasi tinggi berkat sajian gerakan penari yang penuh energi serta keunikan properti jaran panjang yang dibawakan. Kendati demikian, untuk semakin menyempurnakan performa di masa mendatang, aspek kekompakan gerakan dan kerapian pengaturan posisi penari di atas panggung masih perlu ditingkatkan lagi agar pertunjukan dapat tampil jauh lebih harmonis, rapi, dan memikat.
Melalui upaya dan dedikasi pemuda Karang Taruna, kegiatan seperti ini memiliki peran yang sangat penting dalam merawat kebudayaan daerah. Pertunjukan kesenian tradisional semacam Jaran Dowo harus terus dirawat dan dilestarikan secara berkelanjutan agar nilai-nilai luhur tradisi tetap dikenal, dicintai, dan diminati oleh generasi muda sebagai penerus bangsa



