Advertisement
![]() |
| Abdirrohman Ash Shiddiq, aktor dalam Monolog Hening |
Pojok Seni/Makassar - Di Indonesia, lebih dari 22 juta jiwa atau sekitar 8,5% penduduk merupakan penyandang disabilitas. Namun, mereka masih menghadapi hambatan dalam akses pendidikan, ketenagakerjaan, hingga kebudayaan.
Data dari Badan Pusat Statistik Indonesia tahun 2025 menyatakan hanya 20% penyandang disabilitas usia produktif yang berpartisipasi dalam angkatan kerja. Akses terhadap pendidikan menengah dan tinggi juga masih jauh lebih rendah. Minimnya angka tersebut mencerminkan bagaimana akses kesetaraan hak Teman Tuli masih terpinggirkan.
Berangkat dari realitas tersebut, Monolog Hening mengusung isu disabilitas, khususnya Teman Tuli melalui pertunjukan teater monolog dan diskusi publik.
Melalui medium seni, Tuli bukan sekadar kondisi perbedaan pendengaran, melainkan identitas budaya yang kaya dengan bahasa dan cara berkomunikasi khas, seperti Bahasa Isyarat dan ekspresi visual. Oleh karena itu program Monolog Hening bertujuan memperluas hak penyandang disabilitas untuk berpartisipasi secara penuh dan setara dalam kehidupan budaya, termasuk dalam kegiatan seni serta memperlebar akses Teman Tuli.
Menurut Muh. Imran selaku inisiator dan sutradara, Monolog Hening adalah sebuah pertunjukan teater monolog yang menyajikan kisah, perasaan, dan pandangan Teman Tuli menghadapi stigma sosial melalui gerak tubuh, ekspresi wajah, dan Bahasa Isyarat yang diperankan oleh Teman Tuli.
Rangkaian program Monolog Hening adalah pertunjukan teater monolog dan sesi diskusi publik yang berkolaborasi dengan SLB Negeri 1 Makassar, Teman Tuli, seniman, pemerhati isu disabilitas, akademisi, dan pemerintah.
Jadwal kegiatan Monolog Hening:
Tempat: SLB Negeri 1 Makassar
Sesi 1:
- Pertunjukan Monolog “Nadi”: Rabu, 15 Juli 2026 09.00 Wita
- Diskusi Publik: Rabu, 15 Juli 2026 10.00 Wita
Sesi 2:
- Pertunjukan Monolog “Nadi”: Rabu, 15 Juli 2026 16.00 Wita
- Diskusi Publik: Rabu, 15 Juli 2026 17.00 Wita
Melalui pendekatan artistik dan partisipatif, Sukarno Hatta selaku manajer produksi mengatakan program Monolog Hening berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa Bahasa Isyarat merupakan bagian dari identitas budaya, mengajak publik merayakan ekspresi nonverbal sebagai bentuk seni yang sah, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta memperluas praktik seni yang lebih inklusif.
Monolog Hening merupakan co-production Kala Teater yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiana, LPDP, SLB Negeri 1 Makassar, Meditatif Films, Aruwa Studio, Sanggar Seni Sipakainge, Toko Bekal Hidup, Toko Dekat Rumah, dan Toko Bangunan Amri.
Tim Monolog Hening
- Muh. Imran, S.Hum. - Inisiator dan Sutradara
- Nirwana Aprianty, S.Pd. - Penulis Naskah
- Shinta Febriany, M.A. - Dramaturg
- Sukarno Hatta, M.M. - Manajer Produksi
- Abdirrohman Ash Shiddiq - Aktor
- Sabri Sahafuddin, S.M. - Manajer Panggung
- Nurul Inayah, M.Hum. - Manajer Keuangan
- Widya Handayani, S.P. - Manajer Publikasi
- Dwi Lestari Johan - Penata Artistik
- Dwi Saputra Mario, S.Hum. - Penata Grafis
- Ilham Rahman, S.Hum. - Penata Cahaya
- Anisa Putri Alyas, S.E. - Penata Rias dan Kostum
- Andi Muh Abdillah - Penata Musik
- A. Muh. Fatwa, S.Hum - Penata Multimedia
- Muh. Rezam Anugrahditya - Fotografer
- Istiqomah Sulistiawati, S.S., S.Pd., Gr. - Juru Bahasa Isyarat
- Gadiza Nurma Novianty - Staf Produksi
- Sakia Nur Rahmadani - Staf Produksi
- A. Chantiqa Aura Maharani Hasba - Staf Produksi
- Muhammad Arif Firmansyah - Kru Panggung
- Muhammad Fadil - Kru Panggung
Informasi lebih lanjut:
Sukarno Hatta - Manajer Produksi
WhatsApp: 089631671288
Instagram: @monolog_hening
Email: monologhening26@gmail.com





