Mengeksplorasi Seni Tradisi, Melestarikan Sebuah Keberlanjutan -->
close
Pojok Seni
06 April 2026, 4/06/2026 08:00:00 AM WIB
Terbaru 2026-04-06T01:00:00Z
Artikel

Mengeksplorasi Seni Tradisi, Melestarikan Sebuah Keberlanjutan

Advertisement

Ambrosius M. Loho, M.Fil.*


Bagaimana mungkin kita bisa memahami bahwa pelestarian musik tradisional itu adalah sebentuk atau sama dengan upaya mengeksplorasi musik tradisional itu?


Untuk merinci hal itu, perlu diurai terlebih dahulu fakta berikut:


Pertama, salah satu dampak dari keterbukaan arus informasi adalah mudahnya infiltrasi budaya antarnegara. Hal ini juga terlihat pada tren dalam menikmati musik. Di Indonesia, kita bisa melihat bagaimana gen z dengan mudahnya bisa mengakrabi budaya musik Barat, Korean Pop (K-Pop), hingga Electronic Dance Music (EDM). Maka terhadap fakta ini, musik etnik, juga musik tradisional yang menjadi ciri khas bahkan identitas Nusantara, semakin kalah panggung dibanding musik-musik populer yang dimaksud. Jika ini terus dibiarkan, maka musik tradisional terancam punah. 


Kedua, di tengah derasnya arus globalisasi, tradisi lokal sering kali dianggap “ketinggalan zaman”. Tapi, siapa sangka tradisi justru menjadi tameng yang bikin masyarakat tetap punya identitas unik? Globalisasi memang membawa budaya yang populer, mengubah berbagai hal ke dalam teknologi yang canggih, termasuk gaya hidup modern. Namun tradisi adalah akar yang menjaga kita tetap terhubung dengan masa lalu. Tradisi bukan sekedar kenangan saja, tapi fondasi yang kokoh.


Demikianlah, tradisi itu adalah cara masyarakat lokal melawan homogenisasi budaya global. Tradisi seperti kolintang, angklung, wayang, tenun ikat, hingga berbagai macam upacara adat di setiap suku di Indonesia, tetap eksis karena memiliki makna yang dalam dan relevan dengan nilai-nilai kehidupan modern. 


Dari dua fakta riil itu, serentak kita perlu memahami apa itu Pelestarian seni & tradisi? Pelestarian seni adalah praktek profesional untuk memelihara, melindungi, dan menstabilkan karya seni guna mencegah kerusakan, penurunan kualitas, atau hilangnya nilai budaya di masa mendatang. 


Dalam konteks seni tradisional, kita bisa saja bertanya, mengapa pelestarian sangat penting? Pelestarian melindungi warisan budaya dan seni, di mana hal itu berarti juga mempertahankan nilai artistik dan historisitas dari karya-karya tersebut. Ini adalah upaya kolaboratif yang melibatkan seniman, kurator, dan konservator yang bekerja sama untuk melindungi berbagai barang, mulai dari lukisan dan patung hingga tekstil dan seni digital.


Seirama dengan itu, pelestarian secara tersirat, berfungsi juga sebagai kegiatan mengeksplorasi. Mengapa, karena, eksplorasi dalam KBBI dikatakan sebagai penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak, terutama terkait sumber-sumber alam yang terdapat di tempat tertentu. Selain itu, berarti juga penyelidikan dan penjajakan. Sementara itu, mengeksplorasi berarti kegiatan untuk memperoleh pengalaman baru dari situasi yang baru. 


Orang atau seniman dalam garapan karyanya, ikut serta melestarikan karena dia adalah pribadi yang serentak mempertahankan nilai lewat pengajaran-pengajaran seni termasuk musik berbasis tradisi, kepada generasi muda selanjutnya. Seniman itu pula telah turut mempertahankan nilai artistik dan historis dengan mengajarkan kepada orang lain.


Sementara itu, dia juga dipamdang sedang mengeksplorasi kekayaan dan kedalaman makna seni traidiaional dalam pengajarannya, karena si seniman itu perlu terlebih dahulu mrngetahui dasar historis serta makna dari apa yang dia ajarkan.


Demikian juga, dalam praktenya, dia pasti akan berupaya untuk mengeksplorasi sedalam-dalamnya semua hal yang pada akhirnya merupakan kasil kreativitasnya.


Dalam konteks refleksi dalam tulisan ini, penulis juga berupaya memberi sebuah gambaran tentang pentingnya pelestarian seni tradisional, sebagai bagian utuh dari eksplorasi kedalaman makna dan arti dari seni tradisional itu. Hal ini semakin dipandang penting karena: 


  1. Eksplorasi adalah strategi kunci pelestarian. Eksplorasi (pencarian bentuk baru, kolaborasi, modernisasi) bukanlah upaya merusak, melainkan cara menghidupkan kembali seni tradisional agar tidak stagnan. Dengan bereksplorasi, seni tradisional menjadi lebih menarik bagi generasi muda dan relevan dengan konteks sosial modern.
  2. Pelestarian adalah landasan kuat dari sebuah eksplorasi. Agar eksplorasi tidak kehilangan identitas, pelestarian berupa dokumentasi, pendidikan, dan pemahaman nilai dasar wajib dilakukan terlebih dahulu. Eksplorasi yang kuat tentu saja berakar pada pemahaman mendalam tentang pakem seni tradisional.
  3. Penguatan Identitas Budaya: Kombinasi keduanya menciptakan keseimbangan antara mempertahankan jati diri bangsa (pelestarian) dan menunjukkan dinamika budaya di kancah global (eksplorasi) (Lestariwati, 2025).


Akhirnya dapat dikatakan bahwa melestarikan seni tradisional seperti musik, sama hal dengan mengeksplorasi musik tersebut. Hal tersebut juga dilatarbelakangi oleh fakta bahwa musik tradisional itu adalah cerminan dari cara pandang, nilai hidup, dan spiritualitas sebuah masyarakat dalam kultur tertentu. Maka dari itu, setiap insan seni Indonesia perlu sungguh-sungguh memahami serta menyadai kekayaan budayanya dan bahkan perlu menggunakan musik sebagai instrumen untuk melindunginya bagi generasi mendatang. Dengan itu, insan Indonesia serentak mengeksplorasi seni tersebut. 


*Penulis adalah Pegiat Seni & Budaya, Seniman Kolintang, Pengajar pada Departemen Humanities  and Interdiciplinary Studies Universitas Ciputra Surabaya.