Modifikasi Latihan Seni Peran untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Siswa di DIAZ Jambi -->
close
Pojok Seni
10 October 2025, 10/10/2025 01:58:00 PM WIB
Terbaru 2025-10-10T06:58:42Z
Artikelteater

Modifikasi Latihan Seni Peran untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Siswa di DIAZ Jambi

Advertisement


Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Jambi yang diketuai oleh Ikhsan Satria Irianto, S.Sn., M.Sn., dengan anggota Tofan Gustyawan, S.Pd., M.Sn., Lusi Handayani, S.Sn., M.Sn., Yhovy Hendricasri Utami, S.Sn., M.Sn., Wahdania Nur Rahmayani, S.Sn., M.Sn. dan Dinda Assalia Avero Pramasheilla, S.Pd., M.Sn. menawarkan inovasi untuk mendukung terwujudnya visi dari Perguruan Diniyyah Al-Azhar (DIAZ) Jambi. DIAZ Jambi sebagai mitra memiliki visi untuk membentuk siswa yang unggul dalam prestasi, baik secara akademik maupun non-akademik. Untuk mewujudkan visi tersebut, DIAZ Jambi memaksimalkan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas dan ekstrakurikuler di luar kelas. Namun, belum ada kegiatan yang saling mendukung antara belajar di kelas dan belajar di luar kelas.

Solusi yang ditawarkan oleh Tim Pengabdian dari Universitas Jambi adalah kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa. Kemampuan komunikasi merupakan fondasi awal bagi siswa dalam menggapai prestasi. Kegiatan ini dirancang sebagai kegiatan di luar kelas, tetapi memiliki pengaruh yang besar untuk kegiatan di dalam kelas. Agar para siswa dapat terlibat aktif dan semangat dalam mengikuti pelatihan, Tim Pengabdian UNJA menawarkan inovasi melalui pelatihan seni peran yang telah dimodifikasi. Pelatihan seni peran ini dirancang khusus agar sesuai dengan kebutuhan siswa dan fokusnya adalah peningkatan kemampuan komunikasi siswa.

Kegiatan pelatihan ini difokuskan pada tiga materi yang diadopsi dari latihan dasar aktor profesional, yaitu olah vokal, olah tubuh dan olah rasa. Pelatihan ini dipandu oleh tiga instruktur, yaitu Tofan Gustyawan, S.Sn., M.Sn. sebagai instruktur olah vokal, Dinda Assalia Avero Pramasheilla, S.Pd., M.Sn. sebagai instruktur olah tubuh dan Lusi Handayani, S.Sn., M.Sn. sebagai instruktur olah rasa. Setelah materi pelatihan telah selesai diberikan, siswa diminta untuk tampil di hadapan publik untuk dapat menyampaikan cerita dengan komunikasi yang baik.

Pemilihan tiga materi pelatihan ini dinilai mampu mempersiapkan alat ekspresi siswa yang optimal untuk dapat berkomunikasi dengan baik. Penguasaan aspek vokal, tubuh dan rasa dalam berkomunikasi mampu memberikan kemampuan komunikasi yang tidak hanya berbicara, tetapi juga mampu menyampaikan pesan dengan tepat sasaran. Integrasi dari tiga materi ini telah disesuaikan untuk kebutuhan siswa, sehingga capaiannya bukanlah pertunjukan seni peran, tetapi semacam presentasi seni peran yang berfokus kepada presentasi komunikasi.

Berdasarkan dua siklus pelatihan tersebut, tergambar bahwa inovasi dari pelatihan seni peran memiliki dampak yang signifikan kepada peningkatan kemampuan komunikasi siswa. Peningkatan ini terukur dengan jelas dari dua siklus yang memiliki kesenjangan hasil yang eksplisit (disparitas hasil yang signifikan). Ukuran inilah yang menggambarkan bahwa pelatihan seni peran sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa.


Langkah lanjutan dari Tim Pengabdian UNJA adalah mendorong sekolah untuk dapat membentuk ekstrakurikuler seni peran dan memasukkannya ke dalam kalender agenda sekolah agar kegiatan ini dapat berlangsung secara reguler. Jika kegiatan ini dapat dipertahankan secara berkelanjutan, maka DIAZ Jambi akan mendapatkan manfaatnya yang juga berkelanjutan. DIAZ Jambi akan memiliki sumber daya manusia yang memiliki kemampuan komunikasi yang mumpuni.