Hal yang Mesti Anda Ketahui Terkait Ngaben, Ritual Menyucikan Orang Meninggal di Bali -->
close
Pojok Seni
19 June 2021, 6/19/2021 02:30:00 AM WIB
Terbaru 2021-06-18T19:50:47Z
BeritaBudaya

Hal yang Mesti Anda Ketahui Terkait Ngaben, Ritual Menyucikan Orang Meninggal di Bali

Advertisement
Hal yang Mesti Anda Ketahui Terkait Ngaben, Ritual Menyucikan Orang Meninggal di Bali
RItual Ngaben di Bali, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui tentang proses ngaben ini. (sumber foto: Situs resmi Kabupaten Buleleng, Bali)



PojokSeni.com - Seni budaya Indonesia begitu beragam dan sangat unik. Karena itu, dalam beberapa waktu ke depan, PojokSeni akan mengulas beberapa seni budaya Indonesia yang unik, dan terkenal ke seluruh dunia.


Artikel-artikel ini bisa Anda akses dalam kanal Seni Budaya Indonesia. Kali ini, adalah upacara atau ritual pembakaran jenazah yang terkenal di Bali, yakni Ngaben.


Penjelasan tentang Ngaben


Selain terkenal dengan pemandangan alam yang indah, Bali juga terkenal dengan adat budaya serta ritual agama Hindu yang terus dijaga lestari hingga saat ini. Salah satu ritualnya yang sangat terkenal adalah Ngaben. Ngaben adalah ritual atau upacara yang digelar untuk menyucikan orang-orang yang telah meninggal.


Dalam kepercayaan Hindu, seseorang yang telah meninggal nantinya akan reinkarnasi menjadi wujud lain. Bisa jadi kembali menjadi manusia, tapi bisa juga menjadi wujud lain. Dengan ngaben, maka jenazah orang yang telah meninggal akan suci. Maka bila mayatnya telah suci, arwahnya akan kembali atau berenkarnasi ke wujud yang lebih baik.


Namun ada banyak hal terkait Ngaben yang patut Anda ketahui. Biasanya, Ngaben bagi orang non-Bali adalah upacara pembakaran jenazah. Bagaimana pelaksanaan Ngaben? Apakah seperti pemakaman pada umumnya yang dilakukan segera setelah almarhum meninggal dunia?


Ada beberapa jenis ngaben yang tujuannya sama (penyucian jenazah) namun prosesnya berbeda. Berikut penjelasan tentang beberapa jenis ngaben yang bisa Anda temukan di Bali.


Beberapa jenis Ngaben, dibedakan dari prosesnya


Beberapa jenis Ngaben, dibedakan dari prosesnya
Ada lima jenis ngaben, dibedakan berdasarkan prosesnya

Ngaben adalah pembakaran jenazah, dilakukan sebagai penghormatan terakhir pada jenazah mendiang. Namun, biasanya ngaben akan dilakukan paling cepat 3 hari setelah jenazah meninggal. Bahkan, ada yang sampai 1 bulan. 


Lalu bagaimana jenazah yang disimpan dalam waktu lama itu? Jenazah akan disimpan di balai adat, lalu ada ramuan khusus yang telah diwariskan turun-temurun untuk menjaga mayat tidak membusuk. Di era modern ini, ada banyak hasil teknologi yang digunakan dalam ramuan tersebut, misalnya formalin.


Hal yang unik adalah selama disimpan, jenazah akan diperlakukan sebagaimana ketika ia hidup. Ia diberikan pakaian yang disukai, juga diberikan makanan dan sebagainya. Hal itu dikarenakan kepercayaan setempat bahwa arwah dari pemilik tubuh tersebut masih ada di sekitar jenazah.


Ngaben yang ditujukan untuk menyucikan jenazah tanpa proses penguburan seperti di atas disebut dengan nama Ngaben Sawa Wedana.


Ngaben Sawa Wedana adalah proses ngaben (pembakaran jenazah untuk penyucian) tanpa menguburkan jenazahnya terlebih dulu.


Dalam beberapa bentuk lain, ada juga jenazah yang dikuburkan terlebih dulu. Maka, jenazah yang sudah dikuburkan tersebut disebut "dititipkan pada ibu bumi". Lalu, pihak keluarga akan menunggu tanggal yang baik untuk melakukan upacara ngaben.


Proses akan berlanjut dengan proses penggalian kembali kuburan almarhum untuk diambil kerangkanya. Proses tersebut dinamakan upacara Ngagah (menggali). Kemudian, setelah kerangka diambil, maka proses pembakaran akan segera dimulai.


Ngaben dengan proses seperti ini juga ditujukan untuk menyucikan jenazah. Hanya saja, untuk ngaben yang menggunakan proses penguburan mayat terlebih dulu, disebut dengan ngaben Asti Wedana.


Ngaben Asti Wedana adalah proses ngaben (pembakaran jenazah untuk penyucian) dengan jenazah dikuburkan terlebih dahulu hingga tenggat waktu yang ditentukan.


Selain dua jenis ngaben di atas, masih ada lagi jenis ngaben Swasta. Swasta berarti pengganti, yang ditujukan untuk jenazah yang tidak memungkinkan untuk melakukan ngaben Asti Wedana maupun Sawa Wedana.


Penyebabnya mungkin karena jenazah tersebut hilang, atau tidak ditemukan tubuhnya. Seperti ketika pesawat kecelakaan beberapa waktu lalu, dan jenazah korban tak kunjung ditemukan, maka keluarga akan melakukan Ngaben Swasta


Ciri khas utama ngaben swasta adalah, proses ngaben tidak melibatkan tubuh dari jenazahnya secara langsung. Lalu, apa yang dibakar? Pengganti mayat, yakni berupa kayu yang diukir atau ditulis dengan aksara khas.


Ngaben swasta adalah proses ngaben tanpa disertai tubuh dari jenazahnya, dan digantikan dengan kayu yang diukir atau ditulis.


Selain ketiga jenis ngaben tersebut, ada lagi proses ngaben yang ditujukan untuk seorang anak yang meninggal sebelum gigi susunya berganti, atau seorang bayi yang meninggal.


Ngaben ini hampir mirip dengan ngaben lainnya, hanya saja menjadi lebih khusus karena jenazah yang meninggal masih anak-anak. Ngaben ini disebut dengan Ngaben Ngelungah.


Ngaben Ngelungah adalah proses ngaben yang ditujukan untuk jenazah anak kecil, atau bayi.


Tapi, apabila bayinya meninggal sebelum sempat melihat dunia, misalnya keguguran atau meninggal ketika dilahirkan, maka proses ngabennya akan berbeda. Ngaben yang ditujukan untuk bayi meninggal saat dilahirkan, atau keguguran ini disebut dengan Ngaben Kruron.


Ngaben Kruron adalah proses ngaben yang ditujukan untuk jenazah bayi yang meninggal ketika dilahirkan, atau keguguran.


Itu tadi penjelasan terkait ngaben yang mesti Anda ketahui. Jadi, ngaben akan berbeda tergantung situasinya. Meski demikian, tujuan dari kelima jenis ngaben tadi tetap sama, yakni menyucikan jenazah agar kelak terlahir kembali (reinkarnasi) dalam wujud yang baik.


Jangan ketinggalan untuk membaca ulasan menarik lainnya dalam kata kunci: Seni Budaya Indonesia