Single Going Nowhere dari Post-Human, Cara Tegas Teriakkan Manifesto Camus -->
close
Pojok Seni
03 March 2021, 3/03/2021 02:14:00 AM WIB
Terbaru 2021-03-02T19:27:15Z
MusikUlasan

Single Going Nowhere dari Post-Human, Cara Tegas Teriakkan Manifesto Camus

Advertisement

PojokSeni.com - Bagi Albert Camus, hidup hanya sebuah siklus berulang sampai akhirnya mati.  Kehidupan adalah sebuah lingkaran yang memenjarakan manusia, menjadikan hidup adalah sebuah kesia-siaan.


Kontradiktif dengan keinginan manusia untuk terus mencari makna bagi hidupnya. Kecenderungan untuk mencari makna, serta ketiadaan makna menjadi sintesis yang menjelma menjadi premis hidup manusia.


Seperti itulah sekilas pemaparan Camus tentang absurdisme yang kemudian menjadi manifesto absurdis. Camus memaparkan secara gamblang dalam Mitos Sisipus, esainya yang ternama.


Sedangkan bagi Post-Human, band progressive/post metal asal Jatinangor, hidup manusia terus bergulir dengan beraneka kegagalan. Mereka melihat bahwa kegagalan yang merupakan jeratan, dan seperti Sisipus yang akhirnya "bahagia" dengan aktifitas berulangnya, band ini juga mencoba untuk menikmati hidup dari kegagalan itu.


Seakan, lewat single ini, mereka meneriakkan dengan keras manifesto Camus. Bahwa manusia memang hidup seperti Sisipus yang terkutuk. Bahwa manusia mungkin saja bisa lari dari jebakan tersebut, lalu masuk ke jebakan lain. Namun, hal itu tak menghentikan manusia untuk berlari, mencoba mendefinisikan dirinya. Sebagaimana Sisipus yang tak lelah mencoba mendorong batu ke atas bukit.


"Biarkan aku berlari, tinggalkan aku di sini, di dekat matahari, hingga kubakar semua bekas luka."


Tentang Going Nowhere


Single Going Nowhere tayang pada tanggal 28 Februari 2021 lalu pukul 15.00 di Kanal YouTube Post-Human. Kemarahan (terhadap hidupnya sendiri) dilampiaskan dalam teriakan (scream), distorsi berat, ketukan cepat dan syncoop dan double bass yang ditujukan sebagai "jebakan" dalam lagu ini.


Tidak seperti band pada umumnya, Post-Human memiliki dua orang bassis dalam line-up mereka. Band ini diperkuat oleh Rizki Iskandar (Vocal dan Piano), Richard F Muter pada Drum, Domu pada Gitar dan duo bassis mereka, Getha Azzam dan Boris.


Single ini merupakan pembuka 360 showcase yang akan ditayangkan selama bulan Maret 2021. Rizqi Iskandar yang merupakan vokalis serta penulis lirik lagu ini memang menegaskan bahwa hiruk pikuk kehidupan sudah sangat menyesakkan. Badai kekacauan ini justru adalah hal yang diciptakan manusia itu sendiri. Namun single ini lahir sebagai pelarian dan obatnya.


Simak lirik lagu Going Nowhere dari Posthuman ini:


Going Nowhere (Post-Human)


Rise up failor don't you tired live in failor

Sleepless and dull feeling impair, are we cursed to going nowhere


Let me run leave me near the sun burn all the scars that remains

Let me run till I get fainted

Then nothing can beset

Then nothing can be saved


Lirik pembuka sudah memberikan sedikit dukungan untuk berbahagia, berdamai dengan segala luka dan kegagalan. Posthuman seakan-akan ingin berkata, "hai, orang-orang yang gagal, jangan pernah lelah untuk hidup dalam kegagalan itu". Nikmati dan berdamailah. Karena hidup hanya berisi Penjara Circularity dan Kenihilan Makna


Mereka ingin menyadarkan bahwa eksistensi manusia hanyalah hal yang sia-sia bagi orang lain. Seberapapun manusia mencoba untuk memberi esensi, ia hanya satu titik semu dari 8 miliar manusia yang berdesakan di bumi. Dan bumi, hanya satu titik debu di belantara alam semesta.


Sialnya, di titik debu yang berserakan dan tak pernah diacuhkan semesta raya ini, manusia selalu harus bertahan hidup. Di zaman purba, manusia bertahan hidup dari bencana alam yang ekstrim serta ancaman binatang buas. Melewati periode itu, maka manusia mulai terancam dengan perang dan senjata yang mematikan. Setelah itu, apakah sudah aman? Tidak, mulai dari virus mematikan sampai bencana alam, peperangan dan perselisihan karena suku, agama dan ras. Manusia selalu hidup dalam jebakan, kegagalan, hingga akhirnya menemui kematian.


Manusia mendapat dua pilihan, melawan dengan cara memaki atau berteriak atau cara yang lebih ekstrim. Pilihan kedua adalah menikmati saja, mencoba berdamai dan lewati setiap fasenya dengan tenang. Kedua cara itu hanya berakhir dengan hal yang sama: kesia-siaan. Maka Camus memberi pesan untuk tetap menikmati saja, alih-alih memaki.


Manifesto Albert Camus dengan tegas diteriakkan Posthuman. Sebagaimana Sisipus yang pada akhirnya berbahagia dengan kebiasaan "olahraga" barunya, menggelindingkan batu bulat ke atas gunung. Sisipus tidak akan selamat dari kutukan, juga tidak ada yang bisa menyelamatkannya, tapi tidak ada pula yang boleh (atau bisa) menganggunya.


"Then nothing can beset, then nothing can be saved."


"Biarkan saja aku berlari, sampai akhirnya aku lupa bahwa aku sedang berlari. Sampai aku lupa bahwa kaki dan tanganku terluka. Sampai aku lupa bahwa aku sebenarnya terus dibakar matahari. Tinggalkan saja aku." Begitu kata Posthuman dalam liriknya.


Mengapa ia minta ditinggalkan? Karena "Anda" mesti berlari juga di lintasan lari yang lain. Maka jangan merasa bisa menyelamatkan, atau malah ingin menganggu. Larilah dan nikmatilah lari itu. Sebagaimana Sisipus pada akhirnya berbahagia dengan penjara sirkularnya.


Sebagai penutup, sebenarnya sebuah karya musik tentunya akan diukur kualitasnya berdasarkan unsur musikalitasnya. Entah itu notasi, tempo, melodi dan sebagainya. Namun khusus untuk kali ini, PojokSeni justru lebih tertarik dengan liriknya. Meski liriknya cuma sedikit (durasi lagu hanya 2 menit) namun cukup kuat dalam menyampaikan pesannya. 


Yah, lirik lagu ini bahkan bisa berdiri sebagai objek estetis sendiri, didukung dengan visualisasi dan ilustrasi yang berkelindan di antara diksi-diksinya. Entah itu labirin, keterasingan, keterkurungan, berantakan, acak-acakan dan semua dimensi terdalam kehidupan yang hadir dalam video klip single ini, mengartikulasikan sekaligus mengejawantahkan persepsi pengkarya dalam liriknya. 


Tentunya, lagu ini menarik untuk disimak. Anda bisa berkunjung ke akun YouTube Post-Human band untuk mendengarkan lagu ini. Atau, bisa lihat video di bawah ini:


Ads