Absurd Adalah: Absurd Camus dan Absurd Kamus -->
close
Pojok Seni
24 February 2021, 2/24/2021 03:04:00 AM WIB
Terbaru 2021-02-23T20:04:27Z
ArtikelBerita

Absurd Adalah: Absurd Camus dan Absurd Kamus

Advertisement


pojoksenicom - Seorang pelawak berdiri (stand up comedian) dengan lugas bercerita lucu di atas panggung. Namun entah kenapa cerita yang tidak logis itu begitu memancing tawa penonton. Lalu, seorang pelawak lainnya yang lebih senior langsung mengatakan, "Lo itu absurd," kata dia sambil tertawa juga.


Kemudian, pelawak itu dikatakan sebagai stand up comedian yang bergenre "absurd". 


Lain waktu ada sebuah pertunjukan yang mungkin berupa performance art dari salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), namun begitu abstrak. Puluhan orang berjalan sembarang di atas panggung, sedangkan iringan musik dari biola begitu menyayat telinga. Beberapa performer lainnya menarikan sesuatu yang juga tak begitu jelas apa, dan di belakangnya, orang-orang yang berjalan tadi mulai berlarian.


Tidak adanya basis keaktoran yang mumpuni dari para performer menjadikan pertunjukan itu semakin tidak jelas arahnya. Entah mau dibawa kemana pertunjukan itu.


Seseorang penonton kemudian mengatakan bahwa ia baru saja menyaksikan sebuah pertunjukan yang begitu abstrak, tak jelas, tidak masuk akal dan sebagainya. Maka teman-temannya melabeli pertunjukan tersebut dengan nama "pertunjukan bergenre absurd."


Lucunya, bila ada yang bilang bahwa ia tidak mengerti dengan pertunjukan itu, maka langsung saja dilabeli dengan "tidak update", "tidak cerdas dan kritis" atau yang lebih parah "bloon". Padahal, penonton tersebut sudah berupaya mengikat dirinya dengan pertunjukan yang "abstrak" itu.


Lain tempat dan waktu, ada seseorang yang tampak melamun dari pagi, lalu tiba-tiba senyum sendiri. Kemudian, ia diam lagi. Temannya tiba-tiba menimpali, "Gue gak ngerti pikiran absurd lo. Sedang main drama apa sih di kepala loh? Pastinya drama absurd juga, kan?"


Sampai di sini, semakin banyak catatan tentang "absurd" yang terkait pula dengan pertunjukan (baik itu stand up comedy, maupun apapun itu). Bila melihat makna dalam kamus, makna absurd adalah "tidak jelas", "tidak logis", "tidak masuk akal" dan "mustahil".


Maka berdasarkan makna leksikal itu, apabila seseorang melihat sebuah pertunjukan yang menurutnya masuk dalam kategori "tidak jelas", "tidak logis", "tidak masuk akal" dan "mustahil" maka pertunjukan tersebut dikatakan sebagai "absurd".


Tapi sayangnya, di seni teater dan juga sastra, absurd memiliki arti yang berbeda, bahkan jauh berbeda dengan absurd yang dimaksud dalam beberapa contoh penggalan di atas.


Maka kami memberi istilah absurd kamus yang merujuk ke makna leksikal. Sedangkan absurd Camus yang merujuk ke definisi absurdisme (aliran filsafat), drama absurd (sastra) dan teater absurd.


pojokseni.com - Absurdisme adalah aliran filsafat yang dilekatkan dengan nama Albert Camus. Dari beberapa sudut pandang, pondasi aliran ini memang cukup mirip dengan eksistensialisme yang lekat dengan nama Jean-paul Sartre dan Søren Kierkegaard. Pondasinya juga memiliki banyak kesamaan dengan Nihilisme yang digaungkan "si pembunuh Tuhan" Nietzche. 


Namun harus diakui bahwa Albert Camus adalah sosok yang mempopulerkan dan mengenalkan aliran ini pada dunia. Absurd yang dikemukakan oleh Albert Camus adalah kecenderungan manusia untuk mencari nilai, esensi dan makna hidupnya. Namun, berlawanan dengan itu, manusia justru tidak akan mampu menemukannya di dunia ini. Karena dunia hanya berisi kesia-siaan, tanpa tujuan, tanpa arti, tanpa nilai dan tanpa makna. Pertemuan dua hal yang kontradiktif inilah yang menimbulkan absurditas tersebut.


Pencarian makna dan kesia-siaan hidup adalah dua hal yang berpasangan. Itu sama saja dengan pencampuran antara seseorang yang mencari hutan belantara yang dipadukan dengan gurun yang sangat luas. Yah, kita sudah tahu semua apa hasilnya. Namun, kondisi yang membuatnya menjadi semakin tidak jelas adalah, seseorang tetap saja mencari makna hidupnya dengan lompat sana-lompat sini, sedangkan alam semesta tetap saja tak bermakna.


Pandangan seperti ini lahir dan besar di Perancis yang luluh lantah karena Perang Dunia II. Esainya berjudul Mitos Sisipus menjadi salah satu "manifesto" absurd.


Nah, ketika ditujukan menjadi sebuah pertunjukan teater, atau sebuah karya sastra maka karya tersebut akan mengungkapkan ide-ide absurd. Kesia-siaan, keterkurungan,  ketidakharmonisan, dan sebagainya.


Ciri khas lainnya adalah, teater absurd dengan "sengaja" mengabaikan konvensi-konvensi teater konvensional. Adanya adegan berulang, karakter yang tidak jelas, setting tempat dan waktu yang juga tidak jelas. Semuanya ditujukan untuk menyampaikan apa yang terlebih dulu disampaikan oleh para pemikir aliran ini.


Lantas, apakah tampak ada persamaan antara "absurd Kamus" dengan absurd Camus". Sangat jauh perbedaannya.


Bila Anda menyaksikan salah satu mahakarya teater Absurd karya Samuel Beckett, Menunggu Godot, maka sebenarnya Anda menyadari bahwa pertunjukan teater absurd dengan "hal-hal yang dianggap sebagai pertunjukan absurd" di atas adalah dua hal yang jauh berbeda. 


Satu lagi tambahan, sekedar untuk melengkapi pengantar ini, cobalah untuk tidak menyebutkan huruf "S" di belakang "Albert Camus" seberapapun Anda ingin menyebutkannya.

Ads