21 November 2020

author photo

Baca Juga

Wayang Golek Sunda
 


pojokseni.com - Wayang golek adalah pertunjukan wayang dari boneka kayu yang berasal dari Sunda. Cerita di dalam pegelaran wayang golek juga berasal dari Ramayana, Mahabrata dan cerita jagad pewayangan lainnya.


Seperti wayang pada umumnya, wayang golek juga diiringi oleh musik ketika ditampilkan. Biasanya alat musik yang digunakan adalah gamelan. Gamelan yang dimaksud tentunya gamelan Sunda yang termasuk Slendro.


Dalam gamelan Sunda, alat-alat di antara adalah saron, peking, selentem, kenong, gong, kempul, kendang indung, kendang kulanter, gambang dan rebab. Juga akan ada sinden yang akan mengiringi pertunjukan wayang golek dengan nyanyian yang indah.


Pola Pengadeganan


Biasanya, pola pengadeganan wayang golek antara lain seperti ini susunannya:


  1. Tatalu alias dalang, sinden naik panggung lalu diiringi gending jejer atau kawit, murwa, nyandara dan biantara.
  2. Babak unjal, lalu Paseban dan bebegalan.
  3. Negara Sejen
  4. Patepah
  5. Perang Gagal
  6. Panakawan atau Goro-goro
  7. Perang Kembang
  8. Perang Raket
  9. Tutug


Fungsi Wayang Golek


Pertunjukan wayang golek ditujukan agar mampu membuat orang-orang bisa terhindar dari marabahaya. Ada beberapa orang yang diruwat atau istilahnya sukerta. Di antaranya:


  1. Wunggal (anak satu-satunya)
  2. Nanggung Bugang (adik dari seorang kakak yang meninggal dunia)
  3. Suramba (4 orang putra)
  4. Surambi (4 orang putri)
  5. Pandawa (5 orang putra)
  6. Pandawi (5 orang putri)
  7. Talaga tanggal kausak (seorang anak lelaki yang diapit dua anak perempuan)
  8. Samudra Hapit sindang (seorang anak perempuan yang diapit dua anak lelaki)
  9. dan sebagainya


Karena itu, pertunjukan wayang kulit ditujukan sebagai ngaruwat.


Tokoh Khas Wayang Golek Sunda


wayang golek sunda

Anda pasti mengenal nama Cepot alias (nama aslinya) Sastrajingga. Dia adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Ayah ibunya merupakan Semar badranaya dengan Sutiragen. Namun, ada yang menyebutkan bahwa Cepot sebenarnya lahir dari saung.


Cepot kerap menemani ksatria baik seperti Arjuna misalnya. Cepot kerap bertindak lucu dan konyol, meski sebenarnya yang di hadapannya adalah majikannya. Tak jarang justru dewa yang berada di depannya.


Meski demikian, lewat Cepot inilah dalang akan menyampaikan nasehat, pelajaran hidup dan sebagainya lewat humor dan kritiknya tersebut.


Lewat Cepot juga, pesan-pesan bebas bisa masuk ke penonton meski berada di tengah cerita. Tapi bukan berarti Cepot tidak pernah ikut perang.


Cepot bahkan bersenjata sejenis golok atau kalau di Sunda disebut bedog. Bedog ini deisebut Bedog Cepot. Inilah yang menjadi senjata bila Cepot ikut berperang.


Selain Cepot, ada Dawala. Dawala adalah adik Cepot. Dia anak kedua dari pasangan Semar Badranaya dan Sutiragen. Dawala biasanya menemani Cepot kemanapun pergi.


Selain itu ada Denawa atau bangsa buto atau raksasa. Mereka juga disebut buta yang berarti tidak bisa melihat petunjuk dewa, agama dan sebagainya. Denawa antara lain ada Denawan Acung, Denawa Calangap dan Denawa Huntu.


Sementara itu, ada pula Semar yang bedanya anak-anaknya bukanlah Petruk dan Bagong. Anak-anak Semar Badranaya dalam wayang golek antara lain Gareng, Cepot dan Dewala.


Itu penjelasan singkat atau pengantar tentang wayang golek. Berikutnya akan dibahas lebih lanjut cerita dan tokoh-tokoh lainnya dalam wayang golek Sunda.

your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

RajaBackLink.com

Advertisement

Loading...