13 November 2020

author photo

Baca Juga



PojokSeni.com - Ketika pertanyaannya adalah; apa itu monolog? Atau ada yang sekedar ingin mencari pengertian monolog, atau malah pertanyaan "monolog adalah" maka jawaban yang paling sering didapatkan adalah definisi dari KBBI.


Monolog adalah adegan sandiwara dengan pelaku tunggal yang membawakan percakapan seorang diri.


Monolog kadang diartikan pula sebagai pembicaraan yang dilakukan dengan diri sendiri. Kadang pula, monolog diartikan sebagai monodrama.


Lantas, bagaimanakah bentuk monolog yang sebenarnya? Apakah seseorang yang berbicara sendiri, atau berbicara dengan orang lain namun diperankan oleh diri sendiri?


Monolog seringpula dilawankan dengan kata dialog. Dialog berarti lebih dari satu orang yang melakukan percakapan.


Secara harfiah, monolog diambil dari kata "mono" dan "logi" yang berarti satu dan ilmu. Maka arti dari monolog adalah seni peran yang hanya membutuhkan satu orang untuk adegannya. 


Bicara definisi, maka itu yang akan dapatkan. Sekarang bagaimana cara mementaskan monolog?


Monolog pertama kali dipentaskan tahun 1960-an. Saat itu, nama-nama seperti Charlie Chaplin menjadi muncul di publik sebagai penggagas monolog.


Rekonstruksi Definisi Monolog



Untuk mendapatkan definisi yang tepat, kita coba untuk menghadirkan kembali pendapat dari sejumlah ahli. 


Ada Marquab yang menyebutkan bahwa monolog adalah komunikasi dalam drama. Secara kasar bisa diartikan bahwa Marquab menyebut monolog adalah drama, namun dipentaskan oleh satu orang saja.


Kemudian ada Kabisch yang mengartikan bahwa monolog adalah percakapan dengan diri sendiri. Jadi, tidak ada lawan bicara, hanya diri sendiri.


Bila menarik lebih jauh, ketika era drama Yunani klasik hingga era Elizabethan, monolog menjadi bagian dari drama. Di saat itu, seorang aktor akan bicara pada dirinya sendiri. Selain monolog, ada juga yang setipe (yakni berbicara sendiri) semacam aside dan solilokui.


Monolog sebagai Genre Teater


Monolog pada perkembangannya menjadi genre baru di seni teater. Monolog seakan menjadi puncak dari kemampuan keaktoran seseorang.


Sebagai genre teater, maka monolog akhirnya terbagi dari beberapa jenis. 


Jenis-jenis Monolog



1. Monolog Karakter Biografi


Dalam monolog jenis ini, karakter hadir dengan menonjolkan dialog ketimbang ceritanya sendiri. Maka dalam monolog jenis ini akan ada banyak karakter yang dihadirkan. Naskah berjudul A Bronx Tale yang ditulis sekaligus dimainkan oleh Chazz Palminteri pada tahun 1989 misalnya, menghadirkan lebih dari 35 karakter yang dimainkan seorang diri.


2. Monolog Naratif Biografis


Dalam monolog jenis ini maka seorang aktor akan bertindak sebagai pencerita, sekaligus penderita. Nyaris tidak ada karakter lain yang dihadirkan dalam pentas ini. Naskah berjudul Aeng karya Putu Wijaya misalnya yang merupakan monolog jenis ini.


3. Monolog Topical


Nyaris mirip dengan stand up comedy, karena monolog ini berisi pengamatan pribadi seorang aktor terhadap peristiwa yang terjadi, dengan dibubuhi anekdot, lelucon dan setipenya. Perbedaannya, monolog topical akan dihadirkan berbasis teks dan ada unsur-unsur keaktoran di dalamnya.


4. Monolog Fiksi Berbasis Karakter


Jadi dalam sebuah cerita, ada cerita yang didorong oleh alur (plot-driven) dan ada yang didorong oleh karakter (Character-driven). Selengkapnya akan dijelaskan dalam artikel lain. Nah, monolog jenis Character-driven ini biasanya menghadirkan banyak karakter dengan banyak kaitan dengan tempat, kejadian, memori atau ingatan dan sebagainya. Ceritanya berkisar tentang karakter tersebut.


5. Monolog Dokumenter berbasis Realitas


Monolog jenis ini akan menghadirkan peristiwa nyata lalu dihadirkan kembali ek atas panggung. Jadinya, penulis naskah seperti memotret kejadian di kehidupan nyata lalu ditampilkan kembali ke atas panggung.


6. Monolog Bercerita


Biasanya sebuah cerita fiksi yang dipentaskan. Dalam monolog jenis ini, nyaris mirip seperti storytelling di mana aktor memerankan lebih dari satu karakter, sekaligus menjadi pencerita dan juga penderita.


Dari penjelasan tentang monolog di atas, tentunya sudah bisa Anda simpulkan sendiri apa itu monolog, bukan? Apakah Anda tertarik untuk mementaskan monolog?


Bila Anda tertarik, ada sejumlah naskah monolog yang bisa Anda unduh di sini:


Download naskah monolog.

your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

RajaBackLink.com

Advertisement

Loading...