23 July 2020

author photo

Baca Juga



PojokSeni.com - Salah seorang teaterawan Indonesia, Suyatna Anirun menulis buku berjudul Menjadi Aktor yang terbit di tahun 1998. Ada kalimat atau kutipan menarik dari buku itu, yakni "latihan tubuh adalah suatu proses pemerdekaan."

Pemerdekaan atau pembebasan ditujukan agar tubuh dapat lebih mampu bergerak melampaui keterbatasan. Dengan demikian, semua bagian di tubuh Anda mampu mendukung kinerja keaktoran, karena mampu bergerak seperti apapun yang Anda kehendaki.

Jadinya, proses pemerdekaan atau pembebasan seutuhnya menjadi semacam prinsip dasar dalam olah tubuh. Ada yang melatih kekuatannya, ada juga yang melatih kelenturannya. Tentu saja, tujuannya hanya satu; memerdekakan tubuh.

Pentas teater rata-rata berlangsung lebih dari satu jam. Hal itu menjadikan seorang aktor mesti memiliki tubuh yang mampu bergerak dengan merdeka dalam durasi terebut.

Maka, melatih tubuh sangat diperlukan agar pergerakan tidak terbatas. Stamina juga dibutuhkan agar gerak tubuh dapat tetap "merdeka" sampai berapapun lama waktunya pentas.

Ada seorang aktor yang memerankan seorang kakek dengan tubuh sedikit bungkuk. Maka pentas lebih dari satu jam tersebut, sang aktor mesti mampu mempertahankan posisi tubuh sampai lebih dari satu jam. 

Lalu, dibutuhkan pula kemampuan untuk mengeluarkan energi tubuh dan "melemparkannya" pada penonton. Bagaimana caranya?

Akting: Dipercaya dan Dimengerti


Untuk membuat penonton mampu menangkap energi dari tubuh Anda, hal yang diperlukan adalah penonton mesti percaya dan mengerti dengan apa yang Anda lakukan. Bila penonton sebatas mengerti, maka peran Anda justru terlihat artifisial. Lebih parah lagi kalau terlihat klise.

Maka penonton mesti percaya, bahwa tubuh Anda memang bungkuk. Maka proses latihan yang bisa Anda lakukan adalah melatih kekuatan tubuh untuk tetap bungkuk tanpa terlihat palsu atau dibuat-buat.

Di Teater Satu Lampung misalnya, untuk latihan tubuh dengan fokus pada stamina dan kekuatan, sekaligus kelenturan, maka aktornya akan menjalani latihan berupa beladiri. Berbagai macam beladiri dipelajari dan dijadikan dasar latihan tubuh. Hasilnya adalah tubuh menjadi lebih kuat, lentur sekaligus memiliki stamina untuk tetap mempertahankannya dalam durasi yang lama.

Ada juga beberapa teater lain yang menjadikan olahraga seperti lari untuk meningkatkan stamina. Lalu, dipadu dengan berbagai bentuk olahraga lantai untuk kelenturan tubuh.

Jadi, bila pertanyaannya apa bentuk latihan tubuh yang paling pas untuk seorang aktor teater? Maka jawabannya bisa apa saja. Selama, kelenturan, stamina dan kekuatan tubuh benar-benar dilatih.

Berikutnya, memastikan tubuh Anda benar-benar merdeka untuk melakukan apapun yang Anda ingin lakukan sesuai naskah, atau permintaan sutradara. 
your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Advertisement

Loading...