04 February 2020

author photo

Baca Juga

Pentas Bunga Terakhir dalam Pentapora oleh Sanggar RT 913
pojokseni.com - Sanggar RT 913 (Rengat Teater 913) akhirnya sukses mengadakan pentas tunggal di awal tahun 2020 ini. Pentas ini sekaligus menjadi pentas seni teater pertama yang diadakan di wilayah Indragiri Hulu. Pentas yang bertajuk PENTAPORA ini membawakan naskah berjudul Teratai Terakhir.

Teratai Terakhir sendiri menceritakan tentang kisah cinta antara Narasinga dan Dang Purnama. Narasinga adalah salah satu Sultan Kerajaan Indragiri yang menikahi Dang Purnama. Seiring berjalannya waktu, kisah cinta mereka penuh kebahagiaan. Akan tetapi, malang tak dapat ditolak. Dang Purnama meninggal mendahului Narasinga.

Bunga teratai menjadi lambang kisah cinta mereka dan telah menjadi tradisi masyarakat untuk melestarikannya. Sebab itulah meski telah beratus tahun berlalu, bunga teratai tetap bisa ditemukan di Rengat meski hanya sebagai penghias di sebuah bangunan. Seperti di Tugu Patin, Pematang Reba, bagian atas ikon tersebut terdapat replika bunga teratai.

Pentas Bunga Terakhir oleh Sanggar RT 913
Pementasan ini diadakan pada 25 Januari 2020 di Gedung Dang Purnama, Rengat dan dihadiri oleh tokoh-tokoh teater di Rengat. Seperti H. Mailiswin, Syawal, Eri Masneti, dan Salimi Yusuf.

Bahkan ketua PKK Rengat, yaitu Rezita Meylani turut menghadiri pementasan dan tidak meninggalkan tempat sampai acara selesai. Sebanyak 200 kursi yang pada dasarnya memang sudah dipesan jauh hari terlihat padat oleh penonton. Lika-liku selama proses produksi berjalan dapat teratasi dengan solidnya tim inti produksi yang terdiri dari Indri Meidana, Walmi S., Ridho K., Deri Ramunda., Ravico D., Ega G., dan R.M. Andre.

Teratai Terakhir akan disutradarai oleh Riri Amanda, dengan deretan pelakon yaitu Aditya, R., Lidia S., R.M. Andre., Aldy A., Daffa A., R. Novianti A., Syahfika A., Sandhea K., M. Arief P., Hasan B., R.M. Mauliam, Hardi Wiryadinata, dan Gressia O. Pementasan lebih terasa menarik dengan suguhan tarian yang digarap oleh Ronny A dan komposer musik yaitu Raja Tarmizi.

“Meski dengan modal nekat dan keuangan tim produksi yang hampir minus, kami merasa bersyukur telah melaksanakan kegiatan PENTAPORA ini. Semoga ini bisa menjadi pelajaran untuk sanggar untuk mempersiapkan kembali perencanaan dengan matang," kata Walmi Sholihat, Ketua Pelaksana Pentapora.

"Dan kami berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah untuk peseni muda seperti kami. Karena tahun depan dan seterusnya kami akan tetap melaksanakan pentas tahunan ini”, tutup Walmi Sholihat. (ai/rp/pojokseni.com)
your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Loading...

Advertisement