07 January 2020

author photo
Teater Bolshoi Rusia, tampak seorang pebalet tengah latihan
pojokseni.com - Teater Bolshoi yang dibangun pada awal abad ke-19 menjadi salah satu teater tertua di dunia yang tetap digunakan hingga hari ini. Namun, selama dekade 2010 - 2020, teater ini sebenarnya banyak tertimpa masalah dan jeratan kasus.

Teater Bolshoi telah direnovasi dengan dana miliaran dollar, yang menjadikan teater Bolshoi tetap berada dalam daftar 50 gedung teater terbaik dunia. Renovasi tersebut selesai pada tahun 2011. Namun, sejak renovasi selesai, berturut-turut kasus menimpa teater ini.

Dekade ini disebut sebagai masa sulit bagi teater tersebut, karena banyaknya kasus yang menimpa mereka. Salah satu yang paling menyedot perhatian publik adalah ketika direktur artistik Teater Bolshoi, Sergei Filin disiram air keras oleh orang yang tak dikenal. Sergei Filin justru diserang ketika berada di depan rumahnya sendiri, awal tahun 2013.

Teater Bolshoi Rusia

Seorang penyanyi opera bernama Svetlana Lunkina, mengaku terus menerus mendapat ancaman dari orang tak dikenal. Ia dan suaminya akhirnya memutuskan pindah dari Rusia, ke Kanada untuk menghindari ancaman-ancaman tersebut dan hidup lebih tenang di sekitar tahun 2012.

Tahun 2010, Anatoly Iksanov yang dilantik menjadi pimpinan teater balet legendaris tersebut dipecat sebelum satu tahun masa jabatannya habis, yakni 2013. Tuduhan yang menimpanya adalah tidak cakap menggunakan dana sebesar 1 miliar dollar untuk renovasi teater tersebut. Sergei Filin yang ditunjuk menggantikannya, yang kemudian diserang dengan air keras.

Nama Vladimir Urin yang kemudian ditunjuk Menteri Kebudayaan Rusia untuk menggantikan Sergei Filin pasca kejadian tersebut.

Sebelum Vladimir Urin dilantik, ada nama Nikolai Tsiskaridze terlibat dengan sebuah konflik, pasca penyerangan. Pebalet yang disebut-sebut sebagai pebalet terbaik dunia dan jenius balet tersebut terus muncul namanya karena konflik terbuka dan sejumlah tudingan lainnya. Pada pertengahan tahun 2013, Tsiskaridze diberhentikan dari teater tersebut.

Teater Bolshoi, Rusia

Teater Bolshoi terus menyedot perhatian dunia karena banyak anggotanya yang dituding terlibat di berbagai jenis kasus. Tentunya, publik masih mengingat dengan jelas ketika film berjudul Leto yang disutradarai Kirill Serebrennikov diputar di Festival Cannes.

Kirill Serebrennikov baru saja pindah ke Moskow awal tahun 2000-an, dan ditunjuk menjadi kepala teater milik negara di tahun 2012. Ketika menjadi kepala teater tersebut, Gogol Center disulapnya menjadi panggung terkenal dan mengantarkannya menjadi salah satu sutradara terbaik Moskow.

Karena itu, ia akhirnya dipercaya untuk menggarap beberapa pentas balet dan opera Teater Bolshoi. Namun, pertengahan 2018, ia justru ditahan aparat hukum karena dugaan penggelapan yang terus ditampiknya. Tuduhan tersebut berujung ke tahanan rumah yang menimpanya, membuat ia hanya mampu membuat film Leto dengan status tahanan rumah.

Status tersebut juga membuat ia tak bisa berkunjung ke Prancis ketika filmnya diputar di Cannes.

Masih dengan nama Kirill Serebrennikov, ketika ia menyutradarai pementasan penari balet gay legendaris di negeri tersebut, Rudolph Nureyef. Pentas tersebut tentunya akan digelar di Teater Bolshoi, namun mendapat kecaman dari berbagai pihak. Salah satu nama yang menentang hal tersebut adalah Nikita Mikhalkov, sutradara peraih Oscar.

Hasilnya, pentas tersebut dibatalkan, justru di detik terakhirnya. Meski kemudian, Teater Bolshoi sempat mementaskannya lagi dan mendapatkan standing ovation dari penonton.

Belum lagi masalah politik yang begitu kental terasa di dunia teater Rusia, berimbas pula pada Teater Bolshoi.

Meski demikian, Teater Bolshoi tetap menjadi pusat seni di Rusia. Apalagi, ornamennya yang memukau dan mewah, tentunya menjadikan teater satu ini menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi ketika ke Moskow. Teater ini sempat terbakar tiga kali, yakni tahun 1805, 1812 dan 1853. Namun, kemudian dibangun dan dikelola dengan sangat baik. (ai/pojokseni)


your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Loading...

Advertisement