Kisah Lin Yi-han, Novelis Cantik dengan Hidup yang Berakhir Tragis -->
close
Pojok Seni
22 January 2020, 1/22/2020 04:54:00 AM WIB
Terbaru 2020-01-21T21:55:13Z
BeritaSastra

Kisah Lin Yi-han, Novelis Cantik dengan Hidup yang Berakhir Tragis

Advertisement
Lin Yi-han, Novelis asal Taiwan yang ditemukan meninggal bunuh diri

pojokseni.com - Pernah membaca novel yang berjudul Fang Si-chi's First Love Paradise?

Novel satu ini adalah karangan Lin Yi-han, seorang novelis cantik asal Taiwan.

Wanita cantik kelahiran 16 Maret 1991 di Tainan, Taiwan ini dikenal publik dengan karya sastranya yang memukau itu.

Novel Fang Si-chi's First Love Paradise menjadi novel dengan perjualan terlaris saat itu, tidak berkelang lama setelah diluncurkan ke publik.

Namun, novel Fang Si-chi's First Love tersebut menjadi satu-satunya karya Lin Yi-han, karena ia meninggal dunia di tahun 2017, tepatnya di bulan April 2017.

Padahal, novel itu terbit di bulan Februari 2017, yang berarti hanya berjarak beberapa bulan dari kematiannya.

Meninggalnya Lin menjadi perbincangan hangat di Taiwan, bahkan seluruh Tiongkok pada awalnya, karena kematiannya disebabkan oleh bunuh diri.

Lebih mengejutkan lagi, karena ternyata Lin diketahui telah mencoba bunuh diri sebanyak 3 kali, bahkan sebelum novelnya diterbitkan.

Kisah Surga Cinta Pertama Fang Si Chi

Novel Surga Cinta Pertama Fang Si-chi karya Lin Yi-han

Berbeda dengan judulnya yang terkesan indah dan romantis, kisah yang diceritakan di novel ini justru tragis.

Berawal dari kisah remaja yang cerdas dan memiliki kecerdasan di bidang sastra dan kepenulisan bernama Fang Si-chi yang kemudian mengikuti sekolah tambahan (Cram School/Buxiban) yakni kelas Bahasa Mandarin.

Rasa ingin tahu, kecerdasan dan semangat belajar, justru membuat Fang Si-chi yang baru berusia 14 tahun itu jatuh cinta pada gurunya, Tuan Lee.

Namun rasa cinta itu berbalik menjadi kebencian, ketika gurunya memperkosa gadis remaja itu.

Buku itu menjadi buku dengan penjualan terbaik, dan sangat laris di pasaran.

Hasilnya, nama Lin menjadi begitu populer, bahkan sejumlah media massa mewawancarainya.

"Novel ini bercerita tentang kisah seorang guru, yang memanfaatkan statusnya sebagai guru untuk merayu, lalu melakukan pelecehan seksual pada siswa perempuan," kata Lin dalam salah satu wawancaranya dengan media lokal.

Lin bahkan sempat menyebut bahwa Tuan Lee dalam novelnya didasarkan pada seorang guru yang ia kenal.

Ditemukan Meninggal Bunuh Diri

Lin Yi-han, ditemukan meninggal bunuh diri tak lama setelah novelnya terbit dan sukses di pasaran

Faktanya, seperti yang diungkapkan oleh orang tuanya, Lin menjadi seorang yang berbeda sejak usia remaja.

Bahkan, sejak usia 17 tahun, Lin tercatat telah 4 kali melakukan percobaan bunuh diri.

Tiga di antaranya gagal, dan yang terakhir terjadi di April 2017 silam, berhasil menghilangkan nyawanya.

Karena itu, semua pembaca novelnya menjadi yakin bahwa kisah yang ditulis Lin Yi-han adalah kisah nyata dari pengalaman hidupnya sendiri.

Orang tua Lin mengkonfirmasi kebenarannya, pasca meninggalnya Lin.

Bahkan, mereka menyebut satu nama sebagai "Tuan Lee" di dunia nyata.

"Novel 'First Love Paradise Fang Si-chi' adalah catatan benar dan cerminan dari rasa sakit dan depresi yang dialami putri kami setelah ia tergoda dengan guru sekolah cram yang ia kenal ketika muda," tulis orang tua mereka di sosial media.

Kasus tersebut mengemuka dan hampir ratusan ribu orang mengecam tindakan "tuan Lee" tersebut yang merenggut nyawa Lin Yi-han.

Ribuan orang mengecam tindakan tersebut dan meminta pelaku pemerkosaan tersebut dihukum seberat-beratnya.

Menanggapi itu, Pemerintah Kota Tainan melakukan investigasi untuk mencari pelaku yang dimaksud Lin.

Sempat ada satu nama yang mengemuka, yakni nama Chen-Hsing, nama guru Lin Yi-han yang bahkan sempat menjalin asmara dengan Lin.

Gegara itu, Chen disebut ribuan orang sebagai "guru cabul" dan diberhentikan di tempat bekerjanya.

Anggota dewan kota setempat bahkan terang-terangan menyebut bahwa Chen adalah orang yang dimaksud Lin dalam novelnya.

Namun, beberapa bulan lalu, investigasi terpaksa ditutup karena Chen tidak terbukti melakukan pemerkosaan terhadap Lin Yi-han, walaupun mengakui sempat saling menyukai ketika Lin masih remaja.

Hubungan antara Chen dan Lin hanya berlangsung 2 bulan, lalu kemudian terpaksa diakhiri karena tidak disetujui orang tua Lin.

Keberatan orang tua Lin terhadap hubungan itu disebabkan karena Chen sudah beristri, bahkan sudah punya anak.

Pelajaran Penting Bagi Dunia


Meski Lin telah tiada, namun pelajaran utama dari dirinya dan novelnya telah memberi inspirasi bagi dunia.

Sejak novel dan kisah hidupnya yang tragis menyebar ke seluruh dunia, ada banyak orang yang pernah mengalami pelecehan seksual di masa lalu, akhirnya berani untuk buka suara.

Kisah beberapa orang wanita yang ketika remaja pernah mengalami pelecehan seksual atau tindakan cabul dari orang asing mulai satu per satu diunggah ke dunia maya.

Keberanian wanita-wanita ini menceritakan kisah yang dialaminya, semuanya diakui karena sosok Lin.

Akhirnya, pesan Lin dalam wawancara terakhir sebelum meninggal dunia benar-benar terwujud;

"Mari bersuara melawan pelecehan seksual, jangan sampai ada "Fang Si-chi" lainnya di dunia."

ai/pojokseni.com 

Ads