30 January 2020

author photo

Baca Juga

Karl May

pojokseni.com - Dunia mengenal penulis legendaris Dr Karl May, atau Karl Friedrich May. Penulis asal Jerman ini dikenal dengan novel-novel yang bercerita tentang pengalaman perjalanan, sekaligus petualangan.

Salah satu bukunya yang paling terkenal berjudul Winnetou, yang bercerita tentang perjalanan seorang Eropa bernama Old Shatterhand ke Amerika di awal tahun 1900-an, dan bertemu dengan seorang Indian (penduduk asli Amerika) bernama Winnetou. Dimulai dengan pendahuluan yang dramatik, berakhir dengan persahabatan di antara mereka.

Ia suka membaca, bahkan terlalu suka. Dilahirkan dengan mata yang buta, namun pada umur 4 tahun berhasil dioperasi dan disembuhkan. Sejak kecil suka membaca banyak jenis buku. Bahkan, ketika ia dipenjara karena kasus pencurian sekitar usia 27 tahun, ia tetap banyak membaca buku. Di antara semua buku, buku geografi menjadi pilihan utamanya.

Ketika Winnetou diterbitkan, banyak orang-orang besar yang mengaku menjadi penggemar berat karya-karya Karl May. Mulai dari nama Adolf Hitler sang diktator bengis Jerman, sampai pemilik IQ super Albert Einstein menggemari karya-karyanya.

Bahkan, pemuda Indonesia era tahun 1930-an yang mendirikan republik ini juga mengaku semakin semangat untuk memperjuangkan kemerdekaan setelah membaca karya Karl May. 

Lebih keren lagi, di Indonesia sejak awal tahun 2000-an telah berdiri komunitas Winnetou Indonesia yang berpusat di Surabaya. Jadi, pengaruh karya Karl May bahkan tetap terasa sampai era 2000-an, meski ia meninggal di tahun 1912.

Sang Penulis Membohongi Dunia

Karl May berfoto sebagai Kara Ben Nemsi
Karya-karyanya bercerita tentang petualangan seorang bernama Old Shatterhand ke seluruh penjuru dunia. Di Winnetou, Old Shatterhand berkunjung ke Amerika. Sedangkan dalam karya Kara Ben Nemsi, adalah seorang bernama Kara Ben Nemsi berkunjung ke daerah gurun di utara Afrika.

Masih dalam rangkaian Kara Ben Nemsi (yang terbit 6 vol) perjalanan Kara Ben Nemsi berlanjut ke Iraq, Turki, Kurdistan, pelosok Balkan, Albania dan sebagainya. Dari total 70-an karyanya, Old Shatterhand dan Kara Ben Nemsi itu mengelilingi ratusan tempat di seluruh dunia.

Puncaknya ketika karya Winnetou dirilis. Karya yang begitu populer membuat nama Karl May ikut populer. Apalagi, pada wartawan ia mengaku bahwa ia telah mengelilingi dunia, dan Old Shatterhand sekaligus Kara Ben Nemsi dalam cerita itu adalah dirinya sendiri.

Yah, Karl May mengakui bahwa dirinya telah melakukan perjalanan ke seluruh dunia dan menuliskannya dalam kisah novel. Tentu saja, semua penggemarnya percaya. Dan seluruh dunia (karena karyanya populer di seluruh dunia, bahkan hingga ke Indonesia), percaya dengan pernyataannya.

Apalagi, Karl May punya bukti. Ada barang-barang seperti Senapan perak, kalung dari gigi binatang, kulit beruangan dan banyak barang-barang unik lainnya yang disebutnya didapatkan dari petualangannya.
Karl May berpose sebagai Old Shatterhand
Namun, Karl May sendiri yang membuka kebohongannya. Ia menuliskannya dalam sebuah karya otobiografi yang ditulisnya dua tahun sebelum meninggal. Baru-baru ini, buku itu dibuat menjadi film dokumenter berjudul "Der Phantasm Aur Sachsen" atau "Pengkhayal dari Saksen" yang pada tahun 2011 diputar di Indonesia.

Ia menceritakan bahwa ia tak pernah melakukan perjalanan itu. Barang-barang yang ia sebut sebagai bukti itupun didapatkannya dengan membeli yang sudah jadi. Hal itu ditujukan untuk memenuhi keinginan imajinasinya.

Yah, dalam karya itu juga disebut, bahwa ia tak mau memisahkan dunia nyata dan dunia khayalnya. Winnetou adalah sahabat yang seperti saudara dalam imajinasinya, begitupula perjalanan dan petualangannya.

Karena itu, Karl May diberi julukan "Pengkhayal nomor satu dunia", bahkan julukan lain yang diberikan pada Karl May adalah "Pembohong nomor satu dunia".

Meski demikian, tak ada satupun yang mampu menampik sumbangan besar Karl May pada dunia. Seruan perdamaian, nilai kemanusiaan dan peduli terhadap lingkungan yang berdengung lewat karya-karyanya akan selalu menjadi nilai positif yang dikenang pembacanya lewat karya-karya monumentalnya. (ai/pojokseni)
your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Advertisement

Loading...