31 January 2020

author photo

Baca Juga

Ilustrasi latihan aktor (sumber: Zenzenzo)
pojokseni.com - Dalam pelatihan teknis seorang aktor, kebanyakan menitik fokuskan pada pelatihan tubuh, rasa (sukma), vokal, psikologis, konsentrasi dan sebagainya. Tentunya, serangkaian hal tersebut adalah komponen yang dibutuhkan oleh seorang aktor untuk berhasil mementaskan karakter yang telah diidentifikasi dan diciptakannya.

Namun, jangan lupakan stamina. Stamina menjadi unsur yang penting untuk seorang aktor mengerahkan semua kemampuan dan tenaganya untuk berperan dalam suatu pentas, apalagi yang berdurasi lama. Rata-rata pementasan standar misalnya, dipentaskan dalam waktu 1 jam hingga 1,5 jam.

Apalagi untuk aktor yang sudah "berumur" mulai dari usia 35 ke atas. Staminanya sudah berbeda dengan usia produktif, khususnya 21 tahun hingga 34 tahun. Stamina yang mulai kendur, menjadikan permainan seorang aktor akan semakin menurun ketika durasi permainannya lebih panjang.

Seniman teater, ketika berusia muda, kerap melupakan untuk menjaga kesehatan, kebugaran, menjaga konsumsi makan, menjaga waktu tidur dan gizi untuk tubuh sehingga stamina kerap menjadi masalah yang dihadapi ketika masuk ke usia 35 tahun ke atas.

Masalahnya, penonton yang membayar tiket untuk menyaksikan pertunjukan, tentunya tidak peduli dengan berapa umur pemain yang ada di atas panggung. Bila sudah sedemikian uzur, misalnya di atas 60 tahun, dan staminanya terus menurun untuk permainan berdurasi 1,5 jam, maka mungkin masih ada yang menerimanya.

Tapi untuk aktor usia 35 - 50 tahun, tentunya tidak ada alasan yang bisa diterima penonton, apalagi yang membayar tiket, untuk menyaksikan permainan yang semakin menurun kadar dan kekuatannya mulai dari pertengahan pertunjukan sampai selesai. Hasilnya, menjaga stamina menjadi salah satu kewajiban yang mesti dilakukan seorang aktor, disamping melatih kemampuan, intelektual dan kekayaan imajinasinya.

Ada beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan untuk lakukan.


Pertama, hal yang mesti Anda lakukan adalah mengonsumsi makanan sehat dan memastikan gizi untuk tubuh Anda seimbang. Tidak ada kata terlambat untuk memulainya, jadi Anda bahkan bisa memulainya dari sekarang.

Kedua, pastikan istirahat Anda cukup. Tidur malam dengan cukup dan berkualitas mesti mulai dipertimbangkan. Sebaiknya, jangan tidur di bawah 6 jam dalam satu hari agar tubuh Anda tetap fit.

Ketiga, perbanyak latihan fisik. Memang untuk usia yang sudah berumur, latihan fisik akan membuat lelah. Tapi, latihan fisik akan mengembalikan lagi stamina Anda menjadi lebih optimal. Terpenting, latihan-latihan yang dilakukan mesti menjadikan daya tahan tubuh dan stamina secara perlahan dapat terus meningkat.

Keempat, lebih aktif. Bila Anda termasuk "kaum rebahan" atau lebih banyak menghabiskan waktu di depan laptop atau komputer, maka ini waktu yang tepat untuk Anda menjalani hidup lebih aktif. Berjalan kaki mesti diperbanyak, jadi jangan lebih sering mengendarai motor atau kendaraan untuk jarak yang sebenarnya dekat.

Ilustrasi jalan kaki

Akan lebih baik bila Anda jalan kaki dengan total 10 ribu langkah perhari. Ada banyak manfaat jalan kaki untuk kesehatan Anda, termasuk di antaranya untuk meningkatkan stamina Anda menjadi lebih optimal ketimbang sebelumnya.

Nah, apabila empat hal tersebut sudah mulai Anda lakukan, maka Anda tinggal menunggu manfaatnya terasa di tubuh Anda. Penting juga untuk memastikan latihan, belajar dan proses tidak terhenti seraya Anda memastikan stamina tetap terjaga. (ai/as/pojokseni.com)
your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Advertisement

Loading...