01 February 2020

author photo

Baca Juga

Kaisar Hongwu (sumber foto: Wikipedia)

pojokseni.com - Sebuah kisah lama, tapi tak banyak diketahui. Pada abad ke-14, Kaisar Hongwu (bernama asli Zhū Yuánzhāng) yang memimpin kekaisaran Tiongkok di era itu.

Perlu diketahui bahwa Kaisar Hongwu (Kaisar Hongwu di Wikipedia) adalah kaisar pertama dari Dinasti Ming dan memimpin selama 30 tahun, mulai dari tahun 1368 hingga 1398.

Nama Kaisar Hongwu juga dikenal sebagai penakluk Mongol (Dinasti Yuan), yang saat itu berkuasa di tanah Tiongkok. Meski juga dikenal sebagai kaisar yang kejam, namun kisah menarik dan penuh dengan makna, Kaisar Hongwu bahkan dijadikan sebuah komik.

Komik tentang Kaisar Hongwu (sumber foto: tokopedia)
Setelah berhasil menggulingkan dinasti Yuan, Kaisar Hongwu membangun tempat ibadah, termasuk masjid, sebagai rasa terima kasih pada para prajuritnya.

Perlu dicatat, ada 10 nama jenderal perangnya di antaranya yang cukup terkenal; Chang Yuchun, Ding Dexing, Feng Sheng, Hu Dahai, Mo Ying dan Lan Yu, yang beragama Islam. Bahkan, nama Chang Yuchun, Mo Ying dan Hu Dahai termasuk di antara "5 jenderal macan" (baca tentang 5 Jenderal Macan di Wikipedia) alias 5 jenderal terkuat dalam sejarah Dinasti Ming.

Ratu saat itu, Permaisuri Ma, juga keturunan keluarga Muslim.

Tionghoa Muslim terbanyak berasal dari Suku Hui, dan menjadi sebagian besar berada di Nanjing. Suku Hui (baca tentang Suku Hui di Wikipediamenjadi salah satu dari lima suku terbesar di Tiongkok hingga hari ini.
Suku Hui di Tiongkok (sumber foto: Wikipedia)

Maka berdasarkan fakta-fakta itu, Kaisar Hongwu memerintahkan sejumlah pembangunan masjid di kota-kota yang ada warganya memeluk Islam.

Kota-kota tersebut di antaranya Nanjing, Yunnan, Guangdong dan Fujian.

Sebagaimana layaknya masjid di negara mayoritas Islam, masjid tersebut juga dihiasi huruf Arab, nama Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Perbedaannya dengan masjid-masjid di luar Tiongkok, beberapa masjid yang dibangun di era Kaisar Hongwu memiliki semacam plakat yang bertuliskan syair yang ditulis oleh Kaisar Hongwu.

Plakat "Pujian Seratus Kata" karya Kaisar Hongwu di masjid GuangZhou

Syair tersebut berjudul "Pujian Seratus Kata" (百字讃 bǎizìzàn), berikut syair tersebut (dalam tulisan aslinya dan terjemahan Bahasa Indonesia);

Asli:


《百字讚》寫道:“乾坤初始,天籍注名。傳教大聖,降生西域。授受天經,三十部冊,普化眾生。億兆君師,萬聖領袖。協助天運,保庇國民。五時祈祐,默祝太平。存心真主,加志窮民。拯救患難,洞徹幽冥。超拔靈魂,脱離罪業。仁覆天下,道冠古今。降邪歸一,教名清真。穆罕默德,至貴聖人。”《百字讚》

Masjid di Nanjing, yang sudah berdiri sejak zaman Dinasti Ming bernama Masjid Jingjue


Terjemahan Bahasa Indonesia:


"Sejak penciptaan alam semesta, Allah telah menunjuknya sebagai pemimpin keyakinan yang agung, Dari Barat ia lahir, Menerima Kitab Suci, Buku dari tiga puluh bagian (Juz), Untuk memandu semua ciptaan, Tuan dari semua Penguasa, Pemimpin di antara orang-orang yang suci, Dengan dukungan dari langit, Untuk melindungi umat-Nya, Yang mengerjakan ibadah lima waktu, Dalam diam berharap perdamaian, Hatinya terpaut ke Allah, Memberi kekuatan masyarakat miskin, Menyelamatkan mereka dari malapetaka, Membawa kegelapan menuju cahaya, Mengajak jiwa dan ruh menjauhi kesalahan, Sebuah rahmat bagi semesta alam, Meninggalkan ketertinggalan menuju keagungan, Menaklukkan segala kejahatan, Agama-Nya murni dan benar, Muhammad Sang Agung dan Mulia."

Pajangan syair sang kaisar, saat ini bisa ditemukan di beberapa masjid yang dibangun atas perintahnya. (ai/pojokseni.com) 


Sumber: Wikipedia 
your advertise here

This post have 6 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

  1. apakah masjid tsb msh terpelihara dgn baik semenjak ccp berkuasa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Foto masjid di atas adalah foto di tahun 2019. Tentunya itu membuktikan bahwa masjidnya terpelihara dengan baik. Berbeda dengan Muslim Uighur yang pernah melakukan pemberontakan, muslim dari Suku Hui tercatat sebagai "Warga Negara yang baik". Itu kenapa suku Hui yang mayoritas muslim dan termasuk salah satu dari 5 suku besar di Tiongkok tidak mendapat perlakuan serupa dengan Uighur. Salam hangat...

      Delete
  2. Perlakuan serupa dengan Uighur seperti apakah???, Berarti Muslim Uighur mendapatkan perlakuan yang berbeda dalam tanda kutip kurang Baik begitu???. Karena pernah melakukan pemberontakan dan diperlakukan diskriminatif ???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas pertanyaannya mas, namun kebetulan postingan kami memang tidak membahas hal tersebut. Namun, menurut hemat kami, bukan mendapatkan "perlakuan diskriminatif" tapi mendapatkan pelatihan untuk mereduksi tindakan radikalisasi, sehingga pemberontakan "atas nama agama" tidak terjadi lagi. Demikian, salam hangat.

      Delete
    2. Dari jawabannya sudah terlihat... Keberpihakannya kemana.

      Delete
Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Advertisement

Loading...