12 November 2019

author photo

pojokseni.com - Pemuda di era milenial sekarang sering didera oleh pertanyaan simpel namun membebani. Ada tiga pertanyaan yang paling sering dilontarkan, dan tidak jarang menjadi beban batin bagi penerimanya.

1. Kapan Lulus/Wisuda?


Ini pertanyaan pertama, khususnya bagi mahasiswa abadi, yang telah melewati 10 semester. Pertanyaan ini kerap ditujukan untuk memotivasi, tapi tak jarang malah menjatuhkan. Bila dipersentasekan, mungkin yang ditujukan untuk memotivasi tidak sampai 10 persen.

2. Kapan Nikah?


Setelah tamat, masih datang arus pertanyaan yang tak kalah membebani. Pertanyaan kapan nikah, paling sering dihujamkan pada seorang perempuan, khususnya yang baru sudah wisuda. Jadi, seakan-akan mengejar wisuda cepat memang ditujukan untuk menikah.

Tapi, bagi yang ingin membahagiakan orang tuanya terlebih dulu, dengan mengejar karir atau melanjutkan pendidikan, tentunya pertanyaan semacam ini akan membebani penerima. Apalagi, bila penerima pertanyaan ini berstatus single.

3. Kenapa Tak Daftar CPNS?


Ini satu pertanyaan lagi yang cukup menyesakkan. Di Indonesia, seakan-akan hanya orang-orang gagal saja yang tidak mau ikut daftar tes CPNS. Menjadi PNS atau penamaan terbarunya menjadi ASN, dianggap sebagai satu-satunya pekerjaan yang dapat mengamankan masa tua, serta SK pengangkatannya bisa digadai untuk membangun rumah.

Tapi, bagi orang-orang yang memilih hidup untuk membangun usaha, menjadi atlet, seniman, dan usaha lainnya, tentu pertanyaan ini cukup mendera hatinya. PNS adalah impian Indonesia, jadi tidak bermimpi menjadi PNS berarti tidak Indonesia.

Lantas, Bagaimana Cara Melawan Arus Tersebut?


Tidak ada cara lain, selain menutup telinga Anda. Satu-satunya cara adalah melanjutkan hidup Anda, tanpa harus membiarkan satu patah katapun mengusik kehidupan Anda.

Percayalah, apabila Anda orang yang menanyakan kapan Anda wisuda, atau menikah atau tes CPNS, maka pertanyaan itu tidak ditujukan untuk memotivasi Anda, melainkan untuk menjatuhkan Anda. Jalan terbaik adalah membiarkan saja pertanyaan-pertanyaan tersebut tanpa harus masuk dalam pikiran.

Kenapa pertanyaan seperti itu bisa masuk dalam pikiran Anda? Jawabannya adalah, karena Anda mencoba menjawabnya. 

Kemungkinan kedua, Anda juga sedikit cemas dengan masa depan Anda. Anda cemas di masa datang Anda akan gagal, dan cemas usaha Anda akan gagal. Anda juga cemas, apabila tidak menikah secepatnya, maka Anda akan menjadi perawan tua. Intinya, Anda mencemaskan sebuah kecemasan. Satu hal yang tidak mesti dicemaskan.

Jadi, di tengah arus tersebut, mestinya Anda akan semakin kokoh. Apapun hal yang Anda inginkan dan impikan mesti tetap berjalan. Anda tamat kuliah terlalu lama, itu masih jauh lebih baik ketimbang tidak tamat kuliah. Anda tidak tamat kuliah, itu juga masih lebih baik ketimbang Anda tidak kuliah. Sesimpel itu. Hal yang sulit adalah menghadapi respon dari orang terdekat, intinya bukan dari diri Anda sendiri.

Terpenting, jangan biarkan diri Anda terseret dan hanyut dalam arus pertanyaan paling membebani moral dan mental itu. (pojokseni.com)

your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Loading...

Advertisement