06 November 2019

author photo


pojokseni.com - Ayu Laksmi pemeran Ibu dalam film layar lebar Pemuja Setan dan Bumi Manusia dikabarkan mendapat peran dalam pementasan Fatamorgana Metamorfosa (FAME) pada 15-17 November 2019 yang akan diadakan di Pekanbaru-Riau tepatnya di gedung Anjung Seni Idrus Tintin (Asit).

Dikabarkan Ayu Laksmi akan memerankan salah satu tokoh Wanita Dalam pementasan yang diangkat dari novel Fatamorgana dan Metamorfosa itu. Menurut Taufik selaku Pimpinan Produksi Fame, ayu laksmi akan berada di Pekanbaru untuk mengikuti jadwal pementasan maupun pra-pementasan. “Dalam pra-pementasan tentunya ada proses latihan bersama seluruh tim yang terlibat serta direncanakan juga akan ada promosi di Radio serta  Talkshow di salah satu televisi streaming lokal, ungkap Taufik.

Selain itu Taufik mengungkapkan pengangkatan Ayu Laksmi sebagai salah satu Aktor wanita dalam pementasan Fame merupakan hasil diskusi dari Penulis novel yaitu Dhama Dove dan tim produksi. “Sebelumnya memang dalam rapat produksi direncanakan adanya Cameo yang akan terlibat di pementasan ini yang mana merupakan aktor atau aktris nasional. Setelah disaring dari berbagai opsi akhirnya keluarlah nama Ayu Laksmi sebagai pilihan yang dirasa paling cocok untuk memerankan salah satu karakter wanita  dalam garapan ini,” tambahnya.

Naskah FAME untuk Ayu Laksmi juga sudah diserahkan oleh  Taufik yang kemudian dapat didalami oleh Ayu  Laksmi sebagai salah satu pemeran karakter dalam garapan tersebut. “Naskah sudah dikirim, dan kita usahakan dalam waktu dekat Ayu Laksmi dapat langsung bergabung dalam proses latihan”, tambahnya

Adapun Ayu Laksmi adalah salah satu Aktris senior di Indonesia yang telah mencatatkan namanya di berbagai film layar lebar seperti Pengabdi Setan dan yang paling terbaru di 2019 yaitu Bumi Manusia. Ayu laksmi juga telah mendapatkan berbagai nominasi salah satunya peran pendukung wanita terbaik di Malaysia Golden Global Award, dan memenangkan peran pendukung wanita terbaik  Indonesian Box Offices Movies Awards (IBOMA) 2018, dari film Pengabdi setan yang disutradarai Joko Anwar.

Diangkat dari Novel


Sementara itu FAME sendiri adalah karya pertunjukan yang diangkat dari  dua Novel karya Dhama Dove yakni Fatamorgana dan Metamorfosa. Willy Fwi selaku sutradara menyatakan FAME bukanlah fotokopi novel Fatamorgana dan Metamorfosa, melainkan sebuah karya representasi melalui pendekatan intensional, yakni pemaknaan teks dan konteks langsung dari subyek yaitu penulis.

“Ketika ada  wacana untuk membuat novel ini menjadi seni pertunjukan, maka kita pertama kali melihat kemungkinan-kemungkinan seperti apa. Setelah kita coba baca novelnya sehingga kita pilih, bentuknya menjadi lintas media,” ungkap Alumni Institut Seni Jakarta itu. 

“Dari pemilihan bentuknya, perkerjaan selanjutnya adalah memindahkan novel menjadi skenario, (skrip) skenario ini lah yang kita representasikan, novel direpresentasikan menjadi naskah panggung, kemudian naskah panggung menjadi seni pertunjukan,” tambahnya.

Bekerja sama dengan seniman lintas disiplin dan generasi, Dhama Dove selaku Penulis mempercayai Willy Fwi sebagai Sutradara, dengan asistennya Ika Elizar. kemudian ada pula Yusril sebagai penulis naskah, M Fauzi sebagai Pengarah Artistik, Iwan Irawan sebagai Koreografer, Dayang Telani sebagai Penata Musik, Aamnesa Ariyana sebagai Penata Cahaya, Duni Sriwani sebagai Penata Busana, dan Ayu Fwiandri sebagai Penata Rias.

Selain itu pementasan ini juga akan menghadirkan berbagai cabang seni ke atas panggung. “Jadi di sini bentuknya adalah teater, musik, tari, fotografi. Jadi ini adalah kolaborasi cabang seni,” ungkapnya. (rp/mp/pojokseni.com)



your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Loading...

Advertisement