03 November 2019

author photo
Pertunjukan teater: Antropodipus oleh Teater Satu Lampung


pojokseni.com - Tidak bisa dipungkiri bahwa teater merupakan salah satu cabang seni yang masih cukup kurang diapreasiasi di sekolah. Bahkan, di zaman teknologi ini, seni teater semakin terdesak dengan film dan seni non-teater lainnya.

Ada beberapa alasan, seperti salah satunya yang diungkapkan oleh anggota Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta, Rita Matu Mona, yang ditulis oleh PortalTeater.com. Rita telah menjadi pengamat tetap pada cabang lomba teater di Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) sejak pertama kali digelar di Aceh, sampai teranyar digelar di Lampung. (Baca: Lampung Raih Medali Terbanyak FLS2N tingkat SMA/Sederajat 2019, Ini Daftar Lengkap Pemenang)

Menurut Rita, selama menjadi pengamat tersebut, terlihat bahwa perkembangan seni teater sebenarnya berjalan dengan cukup baik. Bahkan, ada beberapa SMK yang memiliki materi atau bahkan jurusan seni teater. Namun, guru-gurunya ternyata tidak banyak yang punya latar belakang teater.

"Hasilnya, tampak bahwa para pelajar tidak dibekali dengan ilmu teater yang tepat," kata Rita.

Maka dari itu, gagasan bahwa pihak sekolah, khususnya guru, diwajibkan menonton teater sangat diterima positif oleh berbagai pihak. Sebab, dengan  menyaksikan pentas teater, guru yang bersangkutan mendapatkan pengalaman teater yang benar untuk diajarkan dan ditularkan pada siswa. (ai/pojokseni.com)
your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Loading...

Advertisement