14 July 2019

author photo

pojokseni.com - Den Kisot menceritakan novel Don Quijote menggunakan wayang golek yang ditulis ulang oleh Goenawan Mohamad dan Endo Suanda. Karakter fiksi dalam Don Quijote seperti Don Quijote, Dulcinea hingga Sancho Panza akan digubah menjadi sosok selayaknya di dalam wayang golek, tanpa mengurangi unsur terpenting mahakarya Miguel de Cervantes tersebut.

Den Kisot memakai konsep teater, tapi dengan idiom wayang golek. Selain unsur komedi, pertunjukan ini juga dilatari oleh tarian dan musik-musik kekinian sebagai pengganti gamelan sebagaimana pementasan wayang golek. Den Kisot akan menjadi perdana dunia karena pertama kalinya karya fiksi klasik asal Spanyol ini dipentaskan dengan bentuk kesenian wayang golek.

Festival Don Quijote adalah perayaan menyambut novel termasyhur dunia, Don Quijote de la Mancha karya Miguel de Cervantes yang akhirnya terbit pertama kali dalam bahasa Indonesia dengan edisi lengkap oleh Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Peristiwa ini adalah tonggak bagi hubungan budaya Indonesia-Spanyol.

Don Quijote adalah karya fiksi klasik yang telah diterjemahkan ke berbagai ratusan bahasa dan terjual hingga 500 juta eksemplar. Dengan terjemahan baru ini, publik Indonesia bisa membaca salah satu karya sastra universal yang paling penting di dunia ini melalui bahasa sendiri.

Festival Don Quijote dibuka dengan ceramah Don Quijote or The Invention of Europe oleh Andrés Ibáñez, kritikus sastra terkemuka hari ini di Spanyol. Ia akan membahas mengapa mahakarya Miguel de Cervantes tersebut menjadi karya yang terus dibaca sampai hari ini?

Kemudian ada Pentas Sastra Don Quixote, pembacaan sajak-sajak Goenawan Mohamad oleh Landung Simatupang, Niniek L. Karim, Rebecca Kezia, dan Sam Ancoe Amar. Pembacaan ini akan diiringi oleh musisi jazz muda Adra Karim, Sri Hanuraga dan Carmen Caballero Fernández, serta diperkaya dengan gambar pasir dan animasi.

Pada hari kedua, ada Pertunjukan Boneka Den Kisot yang disutradarai oleh Endo Suanda. Pertunjukan ini menceritakan kembali novel Don Quijote menggunakan wayang golek yang dilatari oleh tarian dan musik-musik kekinian. Pertunjukan ini adalah pertama kalinya mahakarya fiksi klasik Spanyol itu dipentaskan dengan konsep wayang golek.

Festival Don Quijote ditutup dengan Peluncuran Buku, Diskusi dan Konser. Ada Apsanti Djokosujatno (penerjemah) yang hadir sebagai pembicara, serta Ananda Sukarlan (piano) & Nikodemus Lukas (tenor) akan memeriahkan acara dengan konser piano. Selain itu, petilan naskah dalam buku Don Quijote dari La Mancha akan dibacakan oleh Cania Citta Irlanie.

Festival ini berlangsung pada Sabtu-Minggu, 13-14 Juli 2019. Festival Don Quijote diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Spanyol di Indonesia, Aula Cervantes Jakarta, Yayasan Pustaka Obor Indonesia dan Komunitas Salihara.

Profil Endo Suanda


Endo Suanda adalah pakar etnomusikologi, seni tari topeng dan wayang. Ia meraih gelar Ph.D di bidang etnomusikologi, Universitas Washington, Amerika Serikat pada 1991. Ia juga pernah menjadi seniman mukiman di Universitas Cornell, New York, Amerika Serikat, mengajar musik gamelan dan tari topeng (1981-1982) dan pernah mengikuti lokakarya teater di Universitas Sydney, Australia. Pendiri Lembaga Pendidikan Seni Nusantara (2004) ini pernah mengadakan pertunjukan kesenian Sunda dan Cirebonan di Adelaide, Australia serta pertunjukan Tari Topeng dan Wayang Cepak Cirebon dalam Festival Boneka Internasional di Hiroshima dan kota-kota lain di Jepang (1992-1993). (rp/pojokseni.com)

your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Advertisement