5 Kesenian Tradisional Indonesia yang Sempat Populer Namun Sekarang Terancam Punah -->
close
Pojok Seni
25 March 2019, 3/25/2019 12:12:00 AM WIB
Terbaru 2019-03-24T17:12:11Z
ArtikelSeni

5 Kesenian Tradisional Indonesia yang Sempat Populer Namun Sekarang Terancam Punah

Advertisement
Tarian Tradisional, Tari Topeng Menor (sumber foto: Tempo)

pojokseni.com - Era globalisasi memberi dampak baik pada modernisasi. Tapi, sayangnya memberi tekanan yang berat bagi tradisi. Salah satu yang menjadi korban adalah kesenian tradisional Indonesia. Beberapa kesenian tradisional Indonesia, sudah sangat jarang terdengar dipentaskan.

Bahkan, ada beberapa di antaranya yang terancam punah. Kemajuan zaman menggerus para pegiat seni tradisi dan mirisnya, untuk revitalisasi, dibutuhkan dana yang cukup besar. Sedangkan daerah selalu mengaku terkendala dana untuk urusan yang satu ini.

Revitalisasi Kesenian Tradisional Terkendala Dana?


Kebudayaan dan kesenian adalah kekayaan bangsa tak benda. Maka, Indonesia adalah sebuah negara yang kaya, bahkan adidaya, karena memiliki budaya yang sangat banyak.
Dihitung dari Aceh hingga Papua, ribuan jenis kesenian tradisional ada di Indonesia. Setiap daerah memiliki kebudayaan dan kesenian sendiri, berbeda dan memiliki khas sendiri. Bahkan, di setiap provinsi, punya banyak kabupaten yang juga memiliki kebudayaan yang berbeda.

Di daerah yang keseniannya cukup maju, seperti Jawa Barat dan Sumatera Barat misalnya. Jawa Barat mencatatkan sebanyak 40-an jenis kesenian tradisional yang nyaris mati. Sedangkan Sumatera Barat juga memiliki sekitar belasan kesenian tradisional yang nyaris punah. Bagaimana lagi dengan daerah lain? Masih terlalu banyak yang juga nyaris punah.

Menjaga kesenian tradisional agar tetap terjaga, sebenarnya bukan perkara mudah. Selain zaman teknologi yang semakin canggih, kesenian tradisional juga semakin tergerus dengan kesenian modern. Kuncinya hanya tinggal dua: seniman atau sanggar dan yang kedua adalah pemerintah daerah.

Menggelontorkan ratusan juta rupiah untuk kegiatan kesenian tradisional bisa dikatakan sering dilakukan oleh pemerintah daerah. Tapi, sayangnya selain menjadi acara yang cenderung seremonial, juga masih tidak memberikan dampak masif pada perlindungan kesenian tradisional.

Sebaiknya, pencatatan kesenian tradisional yang dimiliki daerah, serta pencatatan grup kesenian yang ada di daerah harus terus dilakukan secara kontinu dan rutin. Tentunya, dengan demikian akan ada solusi yang berbeda untuk setiap daerah, terkait kesenian daerah yang mulai terlupakan.

5 Kesenian Tradisional yang Nyaris Punah


1. Topeng Menor


Topeng Menor adalah jenis tari menggunakan topeng berwarna putih dengan hiasan yang melingkar di atas dahi. Ada pula hiasan kembang di pipi, dengan wajah yang tampak seperti seseorang yang tertawa. Disebutkan bahwa menor adalah Carini, seorang anak dalang di Cirebon. Carini selalu tampil menor, genit dan cantik.

Pemerintah Daerah Jawa Barat sempat melakukan revitalisasi terhadap kesenian ini agar tidak punah.

2. Ronggeng Ketuk


Ronggeng berarti penari wanita dalam satu jenis kesenian tertentu, tentu saja tidak semua penari wanita disebut ronggeng. Dalam Ronggeng Ketuk, tarian ini ditarikan oleh penari wanita bersama dengan pasangannya yakni pria. Tarian ini juga berasal dari daerah Jawa Barat yang sempat populer di era lampau.

3. Ngaguyah Hujan


Kesenian tradisional satu ini juga berasal dari Jawa Barat.

4. Talempong Unggan


Talempong adalah sejenis alat musik perkusi berbentuk seperti bonang (Gamelan) yang berasal dari Sumatera Barat. Talempong Unggan adalah sebutan untuk Talempong yang berasal dari Sijunjung, Sumatera Barat. Tepatnya, Nagari Unggan. Dulunya, talempong unggan terus ada di berbagai acara dan penontonnya betah untuk menyaksikan pertunjukan ini berlama-lama.

5. Tari Gandai


Tari Gandai berasal dari daerah Mukomuko, Bengkulu. Ditarikan oleh perempuan dan diiringi oleh serunai, sejenis alat musik tiup. (ai/pojokseni)