27 February 2019

author photo
Tari Zapin (sumber foto: selasar.com)


pojokseni.com - Tari Zapin mulanya berasal dari tanah arab yaitu yaman dimana tarian zapin tersebut digunakan sebagai hiburan dikalangan istana khususnya di negeri parsi, tempat tarian zapin itu berasal. Kemudian dibawa dari Hadramaut, oleh saudagar arab pada awal abad ke-16 dan masuk ke Johor Lingga, 1824 tumbuh dan berkembang pada kerajaan Johor, Riau, dan Lingga.

Barulah tari Zapin merebak ke sekitar daerah melayu seperti Malaysia, Singapura, Indonesia dan Brunei Darussalam.

Perkembangan tari zapin identik dengan budaya melayu maupun dengan hal berpantun. Seniman dan budayawan mampu membuat seni tradisinya. Tidak mandek tapi penuh dinamika yang selalu dapat diterima dalam setiap keadaan.

Makanya tari zapin masih eksis sampai saat ini. Bagaimanapun juga walaupun tari Zapin masih eksis sampai  sekarang tentunya ada daerah yang membuat tari zapin itu lebih berkembang dikalangan masyarakatnya. Tari Zapin pada saat sekarang ini lebih berkembang di daerah pesisir pantai atau daerah kepulauan.

Tari Zapin tumbuh dan berkembang didaerah melayu seperti daerah Brunei, Malaysia, singapura, dan Indonesia. Di Indonesia khususnya daerah yang ada suku melayu nya seperti Jakarta(betawi), Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat(Minang Kabau), Lampung, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Dan Bengkulu. Dan Khususnya didaerah Riau Tari zapin berkembang di daerah Siak Sri Indrapura, Bengkalis, Pelalawan dan disetiap daerah yang terdapat perbedaan latar belakang.

Tari Zapin merupakan salah satu tari tradisi khususnya di Riau. Dimana tari zapin tradisi penarinya hanya ditarikan oleh para lelaki tetapi pada saat sekarang ini tari zapin sudah berembang dimana tari zapin sekarang sudah mengalami perubahan dan perkembangannya di setiap gerakannya. Tari zapin tradisi pada zaman dahulu kala yang hanya dilakukan oleh para penari lelaki akan mengangkat status sosialnya pada masyarakat dan selalu menjadi incaran oleh para orang tua untuk dijodohkan kepada anaknya.

Tari Zapin diciptakan berdasarkan unsur sosial masyarakat pendukungnya, bukan hanya semata-mata sebagai uangkapan ekspresi, tetapi merupakan wajah batiniah dan ekspresi cultural masyarakat yang melahirkan. Tarian ini lahir dilingkungan masyarakat melayu riau yang sarat dengan berbagai tata nilai.


Kostum dan tata rias para penari saat akan menarikan tari zapin adalah 


Tari Zapin (sumber: blogkulo.com)

Ø  Laki-Laki


a)      Baju Kurung Cekak Musang Dan Seluar
b)      Kain Samping(Songket,Plekat)
c)      Kopiah
d)     Bros

Ø  Perempuan

a)      Baju Kurung Labuh
b)      Kain Songket
c)      Kain Samping
d)     Selendang/Tudung Manto
e)      Anting-Anting
f)       Kembang Goyang
g)      Rantai/Kalung
h)   Sanggul(Biasa, Lipat Pandan, Conget, DLL)

Gerakan tari Zapin yang terdapat dalam tari Zapin tradisi adalah

1. Alif Sembah                 11. Geliat                 21. Minta Tahto  
2. Alif Satu                         12. Mata Angin         22. Langkah Biasa  
3. Langkah Biasa         13. Langkah Biasa 23. Tahto  
4. Pusing Tengah         14. Pecah Delapn Sud  
5. Anak Ayam Patah         15. Sud Maju Mundur  
6. Langkah Biasa         16. Langkah Biasa  
7. Sud Depan                 17. Nyambar  
8. Siku Keluang Berbalas 18. Langkah Biasa  
9. Pecah Delapan Pusing 19. Siku Keluang  
10. Langkah Biasa         20. Bunga Alif

Orang melayu iringan music melayu seperti alunan music arab makanya Alat musik yang digunakan dalam mengiringi tarian zapin tersebut adalah Gambus dan Marwas sebagai alat yang utama didalam musik pengiring tari zapin. Gambus adalah alat musik tradisional melayu yang terbuat dari phong untuk menghasilkan nada.

Gambus dimainkan hampir sama dengan memainkan gitar yaitu dipetik. Sedangkan marwas merupakan alat musik tabuh yang berbentuk gendang kecil, namun sering kali music pengiring zapin juga lengkap dengan alunan suara seruling, rebana, tar, serta biola.

Ada juga yang menggunakan alat musik seperti gendang, akordion sebagai alat pengiring tari zapin tersebut. Orang Siak menggunakan view, gambus dan marwas sebagai alat pengiring tari zapin didaerahnya.

Tari Zapin mempunyai tiga tingkatan dalam setiap gerakannya yaitu ;

Ø  Pemberian Salam(Pembuka)
Ø  Gerak Inti
Ø  Penutup(Tahto)

Tari Zapin itu sendiri terbagi pula menjadi 2 bagian yaitu

  • Tari Zapin Arab 
  • Tari Zapin Melayu

Musik melayu itu sendiri alunan musiknya mendapat pengaruh dari bangsa Arab, India, Persia, China, Dan Portugis.

Tari zapin merupakan tari klasik yang berada didalam kawasan melayu karena tari klasik ini adalah sebuah tari yang memiliki kaidah-kaidah dan aturan-aturan yang tiifak boleh diubah-ubah. Tari zapin pada zaman dahulu dinarikan diatas tikar madani, tikar madani tersebut tidak boleh bergoyang atau bergeser sedikitpun sewaktu menarikan tari zapin tersebut. (isi/pojokseni)

Baca artikel berikutnya terkait Tari Zapin: Tari zapin melayu didaerah Kabupaten Bengkalis

your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Loading...

Advertisement