Film Mortal Engines Dari Novel Philip Reeve Janjikan Ketegangan -->
close
Pojok Seni
06 December 2018, 12/06/2018 10:24:00 AM WIB
Terbaru 2020-03-02T05:56:56Z
RekomendasiUlasan

Film Mortal Engines Dari Novel Philip Reeve Janjikan Ketegangan

Advertisement



pojokseni.com - Film bioskop "Mortal Engines" akan mulai disiarkan di Indonesia dalam beberapa hari ini. Film ini merupakan alihwahana dari novel Mortal Engines yang menjadi novel best seller pada tahun 2001 silam. Penjualan yang baik dikarenakan cerita yang unik dan penuh fantasi menjadikan novel ini menjadi salah satu novel yang sangat direkomendasikan untuk dibaca.

Tentang film Mortal Engines, bisa dibilang film besutan sutradara Christian Rivers ini mencoba untuk mengangkat cerita di novelnya secara detail. Hasilnya bisa ketebak, efek visual menjadi andalan utama film ini. Semuanya sangat menawan, dan sangat memanjakan mata. Meskipun film ini menjadi film yang sangat serius, bahkan tidak sedikitpun ada humor yang diselipkan di dalamnya.

Baca juga: Mengingat Heath Ledger: Metode Akting Paripurna yang Berakhir Maut

Tentu saja, wajar bila efek visual begitu kentara di film ini. Modal untuk pembuatan filmnya saja mencapai US$ 100 juta. Dengan nama Peter Jackson sebagai produser, menjadikan film ini begitu meyakinkan.

Film Mortal Engines

Film ini juga mendapatkan rating yang sangat tinggi dari sejumlah situs, seperti IMDb yang memberi rating 8,1 dari 10. Dengan efek-efek visual yang menakjubkan, dan hanya sedikit kritik untuk film ini, menjadikan film sangat layak menjadi film yang Anda saksikan pekan ini.

Sinopsis 


Seorang arkeolog bernama Thaddeus Valentine mencoba membangun kota besar tempat tinggalnya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Sebab, tempat tinggalnya di tanah sudah tidak bisa lagi ditinggali. Tanah di bumi juga merupakan kumpulan dari benda-benda teknologi zaman silam yang sudah tidak bisa terpakai lagi. Hasilnya, kota tempat tinggal Thaddeus, London, bisa berpindah-pindah ke berbagai tempat.

Novel Mortal Engines
Selain London, ada banyak kota lainnya juga berkeliling tak bisa berdiam di satu tempat. Di tambah lagi kota-kota kecil yang juga ikut berkeliaran. Hasilnya, bersama dengan kotanya yang terus berpindah, London memakan kota-kota kecil yang diambil mesin dan teknologinya untuk membentuk bumi yang diinginkannya. Namun, cerita bermula ketika Thaddeus menemukan kota kecil yang diisi oleh orang-orang tak berdaya, salah satunya Hester Shaw.

Seorang yang mengenal Hester, Anna Fang adalah seorang pemberontak yang memiliki kepentingan dengan Thaddeus. Namun, Thaddeus ingin sekali membuka tabir siapa sebenarnya Anna ini. Sampai akhirnya mereka baru sadar bahwa, tujuan mereka adalah sama.

Bagaimana kelanjutannya, apakah Thaddaus berhasil mewujudkan visinya? Atau malah dikacaukan oleh Anna Fang? Yang sudah membaca novelnya pasti sudah mengetahui hasil dari kisah ini, tapi bagaimana versi filmnya? Menarik di tunggu, bukan? Film ini sudah diputar di berbagai kota di Jakarta pada hari tanggal 5 Desember 2018 dan di beberapa kota lainnya pada tanggal 6, 7 dan 8 Desember 2018. (ai/pojokseni.com)

Ads