11 December 2017

author photo

Baca Juga

Pentas Teater Senyawa Guncang Emosi Ratusan Penonton


Oleh : Muhammad Ilham Iskandar


pojokseni.com – Malam Minggu (9/12/2017), pukul 19.30 wib di Gedung Teater Tertutup (GTT) Taman Budaya Provinsi Bengkulu, dihelat sebuah pementasan drama karya Usmar Ismail yang berjudul “Ayahku Pulang”.  Pementasan yang menggunakan tiket masuk seharga Rp. 5.000 ini berhasil mendatangkan ratusan penonton yang ingin penampilan tersebut. Pementasan yang disutradarai oleh Adhy Pratama Irianto (Adhyra Irianto) ini berhasil  mengguncang emosi penonton berkat penampilan yang cukup baik dari aktor-aktornya. Terbukti dari tidak sedikit penonton yang menangis selepas penampilan.

Secara umum, penampilan yang disuguhkan oleh Teater Senyawa cukup baik, terutama kemampuan aktor dalam menghayati perannya. Artistik yang ditampilkan juga pas dan sesuai dengan tuntutan naskah dan mendekati realistik, ditunjang dengan pencahayaan yang sangat mendukung. Hanya ada sedikit kekurangan dalam pertunjukan tersebut seperti musik pengiring dan beberapa properti yang tidak terlalu dimanfaatkan. Namun hal ini sudah sangat tertutupi dengan penampilan aktor dan aktris yang sangat luar biasa.

“Gak tahu bilang apa, pementasannya bagus banget,” ujar Putri, salah satu penonton malam itu.

Momentum Penyatuan Seniman dan "Seniman Menggugat"

Diskusi pasca pentas

Selepas pementasan,  beberapa seniman dan beberapa penonton dari berbagai latarbelakang duduk melingkar bersama para pemain dan kru pementasan "Ayahku Pulang" untuk sekedar berdiskusi dan sharing bersama. Banyak hal yang dibahas dalam hal tersebut, namun ada bahasan menarik yang sangat menarik pada saat itu ialah kondisi taman budaya dan belum menyatunya seniman teater di Provinsi Bengkulu

Kondisi taman budaya yang sangat memprihatinkan memng jadi sorotan utama dalam diskusi tersebut. Karena dari tim pojokseni.com mengulas artikel tentang kondisi taman budaya beberapa bulan lalu sampai sekarang. Taman budaya tidak sama sekali mengalami perbaikan.

“Dulu, tahun 1993 saya datang ke taman budaya sangatlah enak. Ac hidup, flapon bagus , lampu juga bagus. Kok sekarang tahun 2017 mengalami kemunduran,” kata Rahman Jasin, atau Maman Kumbu.

Selain itu, pembahasan tentang penyatuan beberapa seniman teater Bengkulu juga diangkat oleh salah satu seniman muda, Dika. Dia berujar perlunya seniman Bengkulu untuk bersatu dalam menyampaikan aspirasi  agar seni teater kedepannya mengalami perbaikan

“Seniman Bengkulu harus menghapus ego masing-masing dan mulai bersatu,” ujarnya. (pojokseni)
your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Advertisement

Loading...