22 January 2016

author photo

pojokseni.com - Pecinta sastra dan puisi pasti tahu dengan puisi super romantis ini :

AKU INGIN

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada

Permasalahannya adalah, beberapa sumber menuliskan bahwa puisi ini merupakan karya salah seorang penyair kelas dunia, Kahlil Gibran. Tapi, puisi ini juga tertulis di Buku "Kumpulan Sajak Sapardi Djoko Damono". Loh, mana yang benar?

Puisi "Aku Ingin" memang cukup singkat, namun kata-kata dalam puisi itu begitu indah dan dianggap sebagai salah satu 'masterpiece' sang penyair. Kembali ke masalah utamanya, siapa penyair aslinya? Kahlil Gibran atau Sapardi Djoko Damono.

Kahlil Gibran, yang memulai menulis syair dalam kumpulan syairnya berjudul "Sayap-sayap Patah" tahun 1912, dianggap sebagai seorang penyair paling menginspirasi di dunia. Sedangkan Sapardi Djoko Damono adalah seorang dosen yang karyanya sudah begitu populer, hingga diterjemahkan ke puluhan bahasa. Salah satu buku kumpulan puisi terkenalnya berjudul "Hujan di Bulan Juni". Puisi Aku Ingin, adalah salah satu puisinya yang terpopuler, baik bagi pecinta puisi, maupun yang bukan pecinta puisi.

Permasalahan ini dimulai dari blogger Indonesia yang dengan sembrono menuliskan puisi berjudul "Lafaz Cinta" dengan syair persis dengan isi dari puisi "Aku Ingin". Puisi Lafaz Cinta tersebut ditulisnya merupakan karya dari Kahlil Gibran. Tulisannya tersebut kemudian dibagikan oleh orang-orang sehingga muncullah sebuah puisi berjudul Lafaz Cinta karya Kahlil Gibran dengan isi puisi yang persis sama. 

Salah satu blogger sembrono yang menulis isi puisi Aku ingin sebagai karya dari Kahlil Gibran

Beruntung, seorang ahli literasi, Ilham Moehidin berhasil melakukan uji literasi pada kedua karya tersebut. Hasilnya, ternyata puisi berjudul "Lafaz Cinta" tersebut tidak pernah ada. Dengan kata lain, Kahlil Gibran tidak pernah menulis puisi dengan isi persis dengan puisi "Aku ingin", bahkan tidak pernah menulis puisi dengan judul "Lafaz Cinta" sekalipun.

Puisi 'Aku Ingin' dalam Kumpulan Sajak Sapardi Djoko Damono

Sejarah Puisi "Aku Ingin"

Beberapa sumber menyebutkan bahwa ada suatu saat, ketika Istri Sapardi Djoko Damono menderita sakit. Sapardi Djoko Damono menguatkan istrinya dengan menyatakan bahwa cinta itu sedergana, cinta itu perasaan yang tidak bisa dimanipulasi. Berawal dari itu, ia kemudian membuat sebuah puisi cinta untuk istrinya yang berawal dari kesederhanaan. Tidak seperti puisi cinta  biasanya, dimana para penyair menambah bumbu kata cinta nan manis untuk menambah indah kalimatnya. Karena kesederhanaan itulah, puisi Sapardi Djoko Damono ini bisa dengan mudah difahami segala kalangan juga diterima dihati mereka. (@pojokseni)

your advertise here

1 komentar:

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

  1. Hi there, just wanted to mention, I enjlyed this blog post.
    It was practical. Keep on posting!

    ReplyDelete
Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Advertisement