Review Film India : Baghban, Dapatkah Anda Bergantung pada Keluarga? -->
close
Pojok Seni
30 November 2015, 11/30/2015 09:46:00 PM WIB
Terbaru 2015-11-30T14:46:57Z
BeritaResensi

Review Film India : Baghban, Dapatkah Anda Bergantung pada Keluarga?

Advertisement

pojokseni.com - Film ini tergolong film lama, yang muncul pada awal era 2000-an. Film India satu ini dibintangi oleh aktor dan aktris legendaris India, yakni Amitabh Bachan dan Hema Malini yang berperan sebagai suami istri, Raj Malhotra dan Pooja. Pada awal film, anda akan dimanjakan dengan adegan 'super romantis' antara suami istri ini. Raj bekerja sebagai seorang akuntan di sebuah Bank dan memiliki karir yang baik, punya banyak teman dan empat orang anak yang juga sudah memiliki karir yang baik juga. Setidaknya, hingga sepertiga awal film, penonton akan disuguhi adegan romantis, serta kebahagiaan dari suami istri ini. Hampir terlupa, kedua suami istri ini juga punya seorang anak angkat bernama Alok (diperankan oleh Salman Khan) yang tengah menimba ilmu di luar negeri.
Suatu hari, Raj pensiun dari pekerjaannya di Bank dan memutuskan untuk menghabiskan masa tuanya bersama istri dan anak-anaknya. Raj bekerja selama puluhan tahun, namun tidak memiliki uang simpanan dan juga tidak memiliki rumah, melainkan hanya mengontrak. Ternyata, ia menahan keinginannya sendiri, untuk memiliki rumah dan mobil impiannya hanya untuk menyekolahkan seluruh anak-anaknya hingga mencapai karir mereka masing-masing.

"Seluruh uang saya saya gunakan hanya untuk anak-anak saya, itu sama saja dengan deposit uang, karena nantinya, pasti mereka akan membahagiakan saya," kata Raj pada atasannya di Bank, ketika hendak mentransfer uang sebesar 50.000 Rupee pada seorang anaknya.
Amitabh Bacan dan Hema Malini yang memerankan Raj Malhotra dan Pooja

Akhirnya, Raj memutuskan pensiun dan memanggil keempat orang anaknya. Empat orang anaknya semuanya datang, ternyata hanya karena berharap ayahnya akan membagikan pesangon atau uang pensiun pada mereka berempat. Akhirnya, Raj menyatakan keinginannya bersama istrinya, untuk hidup bersama anaknya. Anak-anaknya tertegun, terkejut bukan kepalang. Raj dan Pooja memberi waktu untuk anak-anaknya dapat berdiskusi dan menentukan, dirumah siapa Raj dan Pooja akan ditampung.
Tentu saja, anak-anaknya berdebat dan saling tidak mau menampung kedua orangtuanya dengan berbagai alasan. Sedangkan Raj dan Pooja diluar dengan sabar menunggu hasil diskusi anak-anaknya. Tahu tidak, Raj dan Pooja menyangka anak-anaknya sedang berebutan untuk menerima mereka berdua!

Raut muka Amitabh Bacan ketika tinggal bersama anak-anaknya

Kisah semakin memburuk setelah anak-anak mereka memutuskan untuk memisahkan kedua orang tuanya. Raj tinggal dengan seorang anaknya dan Pooja dengan anaknya yang lain. Selama enam bulan, Raj akan pindah dengan anaknya yang lain, begitu juga dengan Pooja. Maka saat itu, kisah romantis kedua suami istri ini berubah menjadi kisah haru yang menyedihkan. Setiap hari, keduanya harus menangis karena dipisahkan dan disiksa rindu, setelah puluhan tahun hidup bersama.

Belum cukup sampai disitu, anak-anaknya semakin terlihat mata duitan. Ketika kacamata Raj pecah, karena cucunya, namun anaknya tidak mau menggantinya. Bahkan, ketika cucunya membelikan kaca mata untuk Raj, justru dimarahi oleh menantunya, dianggap tidak bertanggung jawab dengan uang yang diberikan.

Kisah kedua suami istri ini semakin buruk, karena perlakuan anak dan menantunya sudah terlalu menyakitkan hati. Bila anda mengikuti acara ini dari awal, maka anda juga akan menjadi benci setengah mati dengan kelakuan empat orang anaknya itu. Anak-anaknya, hanya menganggap Raj dan istrinya hanya menambah pengeluaran bagi keluarga mereka, baik biaya makan maupun biaya lainnya. Selain itu, mereka menganggap kedatangan Raj dan Pooja kerumah mereka hanya membuat rumah mereka menjadi tambah sempit.

Salah seorang pemilik kedai kopi yang menjadi anak angkat Raj, menyarankan Raj untuk menuliskan kisahnya. Awalnya, ia ingin Raj menuliskan tentang kisah romantis dengan istrinya. Namun, Raj yang sudah gerah dengan tingkah laku anak dan menantunya justru menulis semua yang dialaminya begitu juga yang dialami istrinya. Akhirnya, tercipta naskah novel berjudul Baghban, atau berarti petani atau peladang. 

Menjelang ke penghujung film, kisah dua suami istri ini terus mendapat keberuntungan. Awalnya, kedua suami istri ini memutuskan untuk tidak hidup dengan anak-anaknya lagi. Mereka berdua memutuskan untuk pergi dan kembali kerumahnya sendiri. Anak-anaknya sempat bingung dan mencari, tapi karena tak kunjung menemukan, akhirnya mereka berhenti.

Keberuntungan pertama, ketika suami istri ini pergi kesebuah hotel yang menjadi tempat bulan madu mereka puluhan tahun lalu. Ternyata, hotel itu sudah menjadi hotel berbintang, dan sebagai salah satu pengunjung pertama hotel itu dulu, maka keduanya mendapat hadiah menginap gratis. Keberuntungan mereka berlanjut, ketika Raj melihat sebuah mobil dan sangat tertarik. Ternyata, showroom itu adalah milik Alok, anak angkatnya yang terus mencarinya sejak pulang dariu luar negeri. Hasilnya, Raj diberikan oleh Alok sebuah mobil dan diminta untuk tinggal bersama dengan Alok. Sayangnya, kedua suami istri ini sudah terlebih dahulu ingin kembali kerumah kontrakan mereka untuk menghabiskan masa tua berdua.

Keberuntungan terakhir, naskah tulisan karya Raj Malhotra ternyata dilirik oleh salah satu penerbit, setelah dikirimkan oleh seorang pengunjung kedai kopi. Naskah tersebut dibeli seharga 1 juta Rupee, belum ditambah dengan royaltinya. Ceritanya yang begitu mengharukan membuat novel Baghban itu laku hingga 1,5 juta eksemplar keseluruh dunia menjadikan Raj sebagai penulis terkenal dan kaya raya. Saat itu terjadi, kalian tahu apa yang terjadi pada anak-anak kandung mereka? Keempatnya berniat untuk meminta maaf pada ayahnya, agar mendapat bagian dari royalti ayahnya. Kedatangan mereka di salah satu acara jumpa penulis Baghban, ternyata dibalas dengan cuek olah Raj.

Bahkan, ketika seorang jurnalis bertanya pada Raj, apakah yang akan Raj lakukan apabila kejadian yang tertulis di Baghban terjadi pada dirinya sendiri? Para jurnalis tersebut tidak tahu bahwa kisah itu memang dialami oleh Raj Malhotra. Ini jawaban Raj :

"Kalau itu terjadi pada saya, ketika empat orang anak kandung saya memisahkan saya dengan ibu kandungnya sendiri, lalu memperlakukan kami hanya sebagai orang lain, bukan sebagai orang tuanya, maka saya tidak akan memaafkan mereka," teriak Raj.

Belum menyerah, keempat orang anak Raj berusaha membujuk Pooja. Jawaban Pooja adalah, ia memaafkan keempat orang anaknya sebagai anak kandungnya, tapi ia tidak akan memaafkan orang yang telah membuat suaminya menangis. Lalu, ketika pembawa acara meminta anak Raj untuk memberikan pendapat tentang ayahnya dan tulisannya, yang diberikan kesempatan bukanlah empat orang anak kandungnya, melainkan Alok, anak angkatnya.

Film ini menunjukkan pada kita, betapa besar pengorbanan kedua orang tua untuk anaknya. Betapa orang tua bahkan merelakan untuk menghabiskan seluruh uang dan hartanya, hanya untuk membahagiakan anak-anaknya. Betapa orang tua telah menghabiskan seluruh waktu dan kasih sayangnya, hanya untuk anak-anaknya. Satu yang perlu dijawab oleh kita, apa yang sudah kita lakukan untuk orang tua kita? (@pojokseni)

Ads