Mengenal Lebih Dekat Aksara KaGaNga -->
close
Pojok Seni
04 September 2015, 9/04/2015 09:29:00 PM WIB
Terbaru 2015-09-04T14:29:01Z
ArtikelBerita

Mengenal Lebih Dekat Aksara KaGaNga

Advertisement
Huruf Kaganga - sumber : Wonderful Indonesia

pojokseni.com - Aksara yang satu ini terbilang cukup unik, dengan bentuk yang juga unik. Aksara ini dimulai dengan huruf Ka dan diakhiri dengan huruf Nya. Selain itu, masih ada kumpulan huruf gabungan (diftong) yang lain seperti Mba, Ngga dan lain-lain. Huruf ini tersebar disekitaran Sumatera bagian Selatan, mulai dari daerah Rejang (Provinsi Bengkulu) hingga beberapa daerah di Provinsi Sumatera Selatan. 

Cara menulis huruf Kaganga, berdasar aturan yang baku adalah dari arah kiri ke kanan. Cara menulis per huruf dimulai dari sudut kiri kearah sudut kanan. Namun, untuk huruf yang tidak bergaris miring, atau tegak lurus, aturan tersebut tidak berlaku.

Sebelumnya, aksara ini disebut sebagai Aksara Rejang, atau aksara Rikung atau aksara Rencong. Perbedaannya, diwilayah Provinsi Bengkulu, huruf ini tegak dan lurus, sedangkan semakin ke wilayah Provinsi Sumatera Selatan bentuknya semakin berbelok-belok. Ciri khas lain dari huruf ini adalah tidak tegak lurus, melainkan miring. Karena dimulai dari Ka berlanjut ke Ga dan Nga, maka urutan huruf ini mirip dengan aksara India (wikipedia). Tentu saja, hal tersebut menguatkan bahwa Aksara ini berkembang sejak zaman Hindu - Budha di Indonesia. 

Huruf Kaganga - sumber Wikipedia
Selain itu, Aksara ini juga dikenal sebagai Surat Ulu atau Serat Ulu. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa Surat Ulu juga berkerabat dengan aksara Batak. Hal itu menunjukkan adanya kekerabatan antara huruf ini dengan aksara diseluruh Sumatera, hanya saja di Aceh, Riau dan Sumatera Barat lebih terbiasa menggunakan huruf Jawi. Juga ada beberapa penelitian yang mengungkapkan hubungan erat antara aksara Kaganga ini dengan huruf Jawa (Pallawa). Bahkan, dikatakan bahwa Aksara Kaganga adalah perkembangan Aksara Pallawa dan Aksara Kawi pada zaman kerajaan Sriwijaya (kerajaan Budha) ratusan tahun yang lalu.

Perlu diketahui, istilah Aksara Kaganga pertama kali ditemukan dalam buku berjudul 'Folk Literature of South Sumatra, Redjang Kaganga Texts' yang diterbitkan oleh Australian National University pada tahun 1964. Buku tersebut ditulis oleh Mervyn A. Jaspan yang kemudian disebut sebagai 'pencipta istilah aksara Kaganga'.

Saat ini, huruf Kaganga menjadi motif di Batik, mulai dari batik yang digunakan anak Sekolah (SD-SMA) hingga batik yang digunakan oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS). (@pojokseni)

Ads