Penataan Panggung Teater bag (i) -->
close
Adhyra Irianto
24 January 2014, 1/24/2014 01:57:00 AM WIB
Terbaru 2016-02-10T19:32:34Z
Materi TeaterteaterTeater Petass

Penataan Panggung Teater bag (i)

Advertisement
 oleh : @pojokseni

Komposisi panggung dan Blocking

1.       Komposisi Panggung

Mengatur komposisi panggung berarti membuat susunan yang artistik diatas pentas. Pembentukan komposisi panggung, yang perlu diperhatikan adalah, penataan lantai (horizontal) dan penataan ruang (vertikal).  Sedangkan, bahan utama dalam pembentukan komposisi panggung adalah, peralatan pentas (bahan tak bergerak) dan pemain.


Komposisi yang baik, harus berpedoman pada empat prinsip utama, yaitu :

-         -  Kesatuan (unity) : Berarti seluruh kesatuan yang disusun harus membentuk suatu kesatuan utuh. Jangan ada satu bagian dari seluruh peralatan yang disusun keluar dari suasana yang ingin dibentuk. Misalnya, bila tuntutan cerita menunjukkan kehangatan, mulai dari pengaturan tempat duduk, warna pakaian dan letak-letak benda yang berarturanm sehingga tidak menimbulkan kesan yang suram dan menghilangkan kesan gembira.
-         - Keseimbangan (balance) : Ada dua jenis keseimbangan, yakni keseimbangan fisik dan keseimbangan rohaniah.
Bila keseimbangan fisik, maka susunan pemain dan peralatan diatas panggung harus simetris. Bila jumlah pemain diatas panggung ganjil, maka bisa disusun secara A simetris : Dua orang didepan sama kesannya dengan satu orang dibelakang.  Demikian seterusnya. Lihat gambar dibawah ini :

-         - Perbandingan (proporsi) : Kalau panggung kecil, sedangkan menggunakan property yang berukuran besar-besar tentu mengakibatkan ruang gerak terlalu kecil. Sedangkan bila ukuran panggung besar, bila menggunakan property berukuran kecil, tentu membuat terlalu banyak ruang kosong dan hampa diatas panggung. Oleh sebab itu, perlu diperhatikan benar perbandingan antara panggung, property dan pemain.
-        -  Titik berat (emphasis) : Menentukan suatu daerah yang menjadi pusat perhatian. Intinya, sesuai dengan cerita/naskah , adegan dan pemain mana yang harus difokuskan. Didalam drama, ada beberapa komposisi, seiring berjalannya cerita. Namun, dalam setiap komposisi, harus ada penekanan pada suatu adegan.
Contoh pengaturan pemain dan properti yang tratur (dok : teater koma)

2  2.       Blocking

Sebelum membahas blocking, kita definisikan dulu apa itu blocking. Syahliar Syam mengartikan blocking sebagai pengaturan penempatan posisi pemain di atas panggung. Dari pengertian blocking  itu berarti ketentuan yang dapat kita tarik dari pengertian itu adalah :

1.       Daerah permaianan mana yang harus ditempati pemain, harus diatur dengan jelas.
2.       Posisi pemain diatas panggung harus bagaimana?
3.       Bagaimana perpindahan pemain untuk mencapai posisi yang pas.

Intinya, merencanakan blocking berarti merencanakan gerak pemain diatas panggung. Tentu hal itu mutlak dilakukan agar komposisi panggung tetap terjaga dan teratur. Komposisi yang teratur, ditunjang dengan blocking yang baik tentu akan membuat suasana panggung lebih hidup.

Misalnya, posisi (1), seorang perempuan duduk diatas kasurnya sambil menatap sekeliling. Kemudian ia melihat televisinya yang masih hidup, kemudian ia mematikan TV itu. Ada dua komposisi, yang pertama perempuan masih berada di atas kasurnya, sedangkan komposisi kedua adalah ia berada didepan TV dan memencet tombol off untuk mematikan TV itu. Dari dua komposisi itu, tentu ada proses ‘perempuan’ berjalan mendekati TV. Itulah yang harus diatur agar tetap menarik dan dramatik.

-          Perencanaan Blocking

Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan blocking, yaitu ; Panggung dan naskah/cerita. Sedangkan dalam pelaksanaannya, ada empat hal yang perlu diperhatikan ; siapa yang bergerak? Apa alasan untuk bergerak? Apa tujuan gerakan itu? Dan bentuk gerakan.
1.       Siapa yang bergerak?
Penentuan siapa yang bergerak berdasarkan naskah drama.
2.       Apa alasan bergerak?
Pemain baru boleh bergerak, apabila berhasil meyakinkan penonton alasan untuk bergerak. Misalnya, dalam adegan perdebatan antar kedua orang yang duduk, kemudian keluar kata-kata kasar dari salah satu pemain (sesuai dengan naskah), kemudian lawan bicaranya berdiri dan mendekatinya, kemudian menamparnya. Tentu, sebelumnya ia menampilkan ekspresi marah, sehingga alasan untuk berdiri dan menampar lawan bicaranya menjadi kuat.
3.       Tujuan gerakan?
Untuk menjelaskan isi cerita, tujuan gerakan antara lain; mengatur emosi yang kuat, bercerita, memperlihatkan hubungan antar pemain (sesuai naskah), mengungkapkan watak, membangun suasana dan membangun klimaks cerita.
Sedangkan untuk mengatur balance panggung, tujuan gerakan antara lain; menggabungkan dan meluluhkan gambar panggung dan membuka daerah permainan baru diatas panggung.
4.       Bentuk gerakan ?
Ada banyak gerakan yang dilakukan pemain diatas panggung, dapat dilakukan dengan gesture, ekspresi, sikap dan lain-lain. Bisa juga gerakan itu menyesuaikan atau memanfaatkan property diatas panggung. Intinya, gerakan yang dilakukan harus sesuai dengan tuntutan naskah/ cerita atau sutradara.

  

Ads