24 June 2017

Maklumat Budaya : Apa dan Siapa Penyair Indonesia


pojokseni.com - Yayasan Hari Puisi mengeluarkan maklumat untuk penerbitan buku berjudul "Apa dan Siapa Penyair Indonesia?". Buku ini diterbutkan dalam rangka menyambut hari puisi, juga untuk memuat biodata, karya dan kiprah penyair Indonesia, sejak zaman Hamzah Fansuri hingga era ini.

Sebelumnya, dikatakan bahwa belum ada satu buku pun yang memuat khusus biodata ringkas para penyair Indonesia. Sebelumnya sempat muncul buku sejenis, antara lain buku yang disusun Pamusuk Eneste (Gramedia, 1982; Djambatan, 1990; Kompas, 2001), Korrie Layun Rampan (Balai Pustaka, 2000), Ahmadun Y. Herfanda, dkk. (DKJ, 2003), Pusat Bahasa (2003), dan Hasanuddin WS (Titian Ilmu, 2004).

Namun, buku tersebut tidak khusus memuat biodata dan keterangan tentang penyair Indonesia. Jadi, dalam buku yang pernah terbit itu, novelis, cerpenis, dramawan, bahkan nama peristiwa dan istilah sastra, termuat di dalamnya.

Selain itu, tujuan penerbitan buku ini adalah untuk melakukan pencatatan dan pendokumentasian selengkapnya tentang penyair kita dan buku-buku puisi yang pernah terbit di Indonesia. Tujuan lainnya adalah agar para penyair yang muncul belakangan dapat mengenal penyair yang pernah berkiprah sebelumnya, baik mereka yang sudah wafat, maupun yang masih hidup, tetapi tidak lagi terdengar kiprahnya.

Untuk mencapai tujuan itu, penyusunan buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia, akan dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut ini:

1. Sedikitnya pernah menerbitkan buku puisi tunggal (karya sendiri) dengan bukti nomor ISBN atau dipublikasikan secara nasional.
2. Puisi-puisinya pernah dimuat dalam sejumlah buku antologi bersama yang diseleksi atau dikuratori salah seorang penyair Indonesia dan dipublikasikan secara nasional.
3. Puisi-puisinya pernah dimuat sejumlah suratkabar atau majalah nasional.
4. Karya-karyanya pernah menjadi bahan penelitian dan tercatat dalam sejumlah buku ilmiah.
5. Pertimbangan lain akan diuraikan dalam bentuk pertanggungjawaban penyusun.

Penekanan pada publikasi secara nasional untuk para penyair Indonesia kontemporer, sama sekali tidaklah dimaksudkan sebagai usaha membuat dikotomi penyair daerah dan nasional, melainkan sebagai kiprah kepenyairannya yang sudah melewati proses seleksi yang ketat yang dilakukan penyair, editor atau pengasuh rubrik puisi surat kabar atau majalah yang bersangkutan.

Penyusunan buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia, hanya akan memasukkan nama-nama yang otoritas kepenyairannya tidak diragukan lagi. Oleh karena itu, penyusun akan menyisihkan nama-nama yang puisinya sekali atau dua kali pernah dimuat surat kabar atau majalah nasional, tetapi setelah itu, kiprahnya tak terdengar lagi.

Hal yang sama berlaku bagi penulis puisi yang karyanya hanya dipublikasikan dalam blog pribadi, catatan harian, status di akun facebook, twitter, whatsapp, atau media online lainnya. Pertimbangannya, selain karya-karya itu tidak melalui seleksi yang ketat dan proses kuratorial, juga untuk menempatkan buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia sebagai bentuk apresiasi pada penyair dan kepenyairan sebagai sebuah profesi yang mustahak dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan terbitnya buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia, diharapkan juga buku sejenis tentang novelis, cerpenis, dramawan, dan seterusnya, dapat segera disusun penulis lain.

Buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia direncanakan terbit dan diluncurkan pada puncak Hari Puisi Indonesia yang akan dilangsungkan di Taman Ismail Marzuki, 1-4 Oktober 2017. Maka, untuk menghindari keterluputan memasukkan nama-nama penyair yang muncul belakangan ini, kami mengharapkan, para sahabat, teman-teman penyair Indonesia, bersedia mengirimkan biodatanya secara lengkap (tidak lebih dari 600 kata) yang disusun dalam bentuk esai dan sekalian melampirkan foto terbarunya dengan pose yang santai dan menarik paling lambat 1 Agustus 2017.

Silakan kirim ke e-mail: bukupenyair@gmail.com cc ke rliamsipku@gmail.com.

Penyelenggara penerbitan buku itu adalah Yayasan Hari Puisi. Bertindak sebagai tim kurator, antara lain, Abdul Hadi WM, Ahmadun Yosi Herfanda, Hasan Aspahani, Rida K Liamsi, dan Sutardji Calzoum Bachri. Bertindak sebagai editor, Maman S. Mahayana.
Untuk menjangkau nama-nama penyair di berbagai daerah, Yayasan Hari Puisi—seperti sudah disebutkan—juga akan meminta bantuan beberapa penyair yang mengetahui peta kepenyairan di daerahnya, seperti antara lain:


  • Amien Wangsitalaja (Samarinda), 
  • Anwar Putra Bayu (Palembang), 
  • Badaruddin Amir (Barru), 
  • DE Kemalawati dan Helmi Hass (Aceh), 
  • Dino Umahuk (Ternate), 
  • Doddi Ahmad Fauji (Bandung), 
  • Fakhrunnas MA Jabbar dan Kunni Masrohanti (Riau), 
  • Goenawan Monoharto dan Aslan Abidin (Makassar), 
  • Gunoto Saparie (Semarang), 
  • Hasta Indriyana (Yogyakarta), 
  • Isbedy Stiawan Z S (Lampung), 
  • Iverdixon Tinungki (Manado), 
  • Iyut Fitra (Padang), 
  • Jamal T. Suryanata, Zulfaisal Putera, Tajuddin Noor Ganie (Banjarmasin), 
  • Kurniawan Junaedhie (Jakarta), 
  • Nurel Javissyarqi (Lamongan), 
  • Ramayani Riance (Jambi), 
  • Ramon Damora (Batam), 
  • Syaifuddin Gani (Kendari), 
  • Tauhed Supratman (Madura), 
  • Tjahjono Widarmanto (Ngawi), 
  • Tri Astoto Kodarie (Pare-pare), 
  • Warih Wisatsana dan Wayan Jengki Sunarta (Bali), 
  • Chavchay Syaifullah (Banten), 
  • Julia Utami (Flores), 
  • Muhary Wahyu Nurba (Lombok), 
  • Sosiawan Leak (Solo), 
  • Suyadi San (Medan), 


Sedangkan editor buku ini adalah Maman S Mahayana dengan melibatkan para kurator antara lain :


  • Abdul Hadi WM
  • Ahmadun Y. Herfanda
  • Hasan Aspahani
  • Rida K. Liamsi
  • Sutardji Calzoum Bachri


Untuk informasi lebih lanjut, hubungi narahubung :

  • 082111239665 (Maman S Mahayana)
  • 0813832244788 (Sihar Ramses Simatupang) 
  • 082332932276 (Sofyan RH Zaid). 


Mari bersama mewujudkan rencana penerbitan buku ini, agar penyair Indonesia selanjutnya dapat mengenal penyair nasional yang sudah terlebih dulu memulai untuk dijadikan inspirasi. (pojokseni)

21 June 2017

Suka Buat Film Dokumenter, Ikuti Sayembara Film Dokumenter Berhadiah Ratusan Juta


pojokseni.com - Ini tantangan sekaligus peluang untuk Anda yang suka buat film dokumenter. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI bekerja sama dengan Museum Basoeki Abdullah menggelar sayembara film dokumenter pendek Museum Basoeki Abdullah dengan total hadiah mencapai Rp 105 juta loh!

Ingin ikut sayembara ini? Karya sudah bisa dibuat sejak kini, karena karya tersebut baru mulai diterima dari tanggal 15 sampai 31 Oktober 2017. Peserta adalah warga negara Indonesia (WNI) yang dibukatikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Lalu, isi formulir yang bisa Anda unduh di situs museumbasoekiabdullah.or.id.

Film yang dibuat adalah film yang menceritakan tentang museum Basoeki Abdullah, atau tentang Basoeki Abdullah sendiri. Ingat, karya yang dibuat adalah karya baru atau baru dibuat tahun 2017 ini. Pengumuman pemenang akan diumumkan di situs Musem Basoeki Abdullah.

Bagikan informasi ini pada teman-teman Anda yang gemar membuat film dokumenter yah. Jangan lupa sukai halaman Facebook kami (KLIK DISINI) atau akun twiiter kami (KLIK DISINI) untuk informasi lomba ini dan lainnya yang lebih lanjut. (pojokseni) 

20 June 2017

Seni Bordir Menakjubkan, Embroidery Art
Karya Embroidery Art (sumber gambar : Londonhandembroidery)


pojokseni.com - Akhir-akhir ini, beberapa seniman mengenalkan seni membordir yang menakjubkan yang diberi nama Embroidery Art. Dengan konsep bordir ini, hasilnya menjadi 3 dimensi sehingga begitu mengagumkan.

Seni bordir embroidery art hadir sejak tahun 2006, dan terus berkembang hingga saat ini. Bagi Anda yang punya kemampuan membordir, tentu bisa menjadikan konsep ini sebagai inspirasi. Lihat saja gambar di bawah ini, yang merupakan buah karya dari tangan seorang seniman Embroidery Art.

Karya Embroidery Art

Informasi terhimpun pojokseni.com, beberapa seniman Embroidery Art dunia yang karyanya bisa Anda jadikan inspirasi antara lain Debbie Smyth, Inge Jacobson, Sheena Liam, Kazuhito Takadoi, Lauren DiCioccio, Ana Teresa Barboza dan lain-lain.

Karya Inge Jacobson (sumber : Ingejacobson.com)

Karya-karya mereka diunggah ke akun instagram pribadi masing-masing. Anda bisa berselancar di dunia maya, atau mencari akun instagram dari nama-nama yang disebut di atas, atau akun media sosial mereka lainnya.

Jadi, tunggu apa lagi? Mari jadi seniman Embroidery Art selanjutnya. Lalu, ciptakan karya yang menggetarkan dunia. (ai/pojokseni)

18 June 2017

Salut, Tidak Ingin Hadiah Terkait Kasus, DiCaprio Kembalikan Hadiah Oscar
Leonardo DiCaprio



pojokseni.com - Leonardo DiCaprio, aktor Hollywood ternama mengembalikan piala Oscar kepada Pemerintah Amerika Serikat beserta hadiah lainnya. Piala Oscar yang dimaksud bukan penghargaan sebagai aktor terbaik lewat perannya di film The Revenant 2016 lalu, melainkan hadiah dari produser film asal Malaysia yang memberikan DiCaprio piala Oscar milik aktor legendaris Marlon Brando.

Usut punya usut, ternyata produser film asal Malaysia tersebut tersangkut kasus pencucian uang di Malaysia yang tengah dilidik. Kasus tersebut dikenal dengan nama 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Kasus tersebut mencuat setelah investigasi dari wartawan di Wall Street Journal, salah satu media kenamaan di Amerika Serikat tahun lalu. Informasinya, kasus ini juga menyeret nama Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Razak.

"Seperti yang dilansir Time pada 31 Maret 2016, WSJ mengatakan dokumen penyelidikan oleh otoritas Malaysia  berisi informasi transfer bank yang menunjukkan lebih US$ 1 miliar (Rp 13,2 triliun). Dana yang  sebagian besar berasal dari 1MDB, mengalir ke lima akun milik Datuk Seri Najib di AmBank Bhd, sebuah bank Malaysia, antara 2011 dan 2015."

Nah, diduga aliran dana tersebut juga mengalir ke anak tiri PM Malaysia yang merupakan pemilik rumah produksi di Hollywood bernama Red Granite. Rumah produksi tersebut diduga menggunakan dana lebih dari US$ 100 Juta untuk membuat film berjudul "The Wolf of Wall Street".


Lalu, pada perayaan ulang tahun ke 38 dari aktor yang membintangi film Titanic tersebut, pemilik rumah produksi tersebut membeli lukisan karya Pablo Picasso dan piala Oscar aktor legendaris untuk dihadiahkan pada DiCaprio.

Beruntung, DiCaprio bertindak kooperatif dengan aparat dan menyatakan akan mendukung penuh penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut. Lalu, DiCaprio mengambil keputusan untuk mengembalikan semua hadiah tersebut dengan total nilai lebih dari jutaan dollar Amerika ke Pemerintah Amerika Serikat. (ai/pojokseni.com)

16 June 2017

Review Buku : Dunia Sophie Sebuah Novel Filsafat
Dunia Sophie: Sebuah Novel Filsafat



Informasi Buku :

– Judul : Dunia Sophie (Sebuah Novel Filsafat)
– Jenis/ Genre : Novel/Fiksi
– Penulis: Jostein Gaarder
– Tebal Buku: 798 Halaman
– Harga : Rp 92.650 (belbuk.com)



Dunia Sophie: Sebuah Novel Filsafat
Gold Edition Dunia Sophie

pojokseni.com - Novel Dunia Sophie adalah karya dari Jostain Gaarder yang bercerita tentang dunia filsafat sejak era filsuf Socrates sampai Sigmund Freud. Novel dengan judul asli Sofie's Verden ini adalah salah satu novel dengan titel megabestseller dunia yang menjadi salah satu bacaan wajib bagi Anda. Bagi yang mengira bahwa bahasan tentang filsuf dan filsafat adalah bahasan yang berat dan bisa membuat 'gila' maka tidak dengan membaca buku yang satu ini. Bahasanya ringan dan mudah dicerna, mendekatkan diri Anda ke pemikiran para filsuf yang cenderung melawan batas dan sekat kehidupan. Anda juga akan ikut bersama imajinasi dan buah pikiran para filsuf, lalu menyelami serta memahami apa saja yang mereka pikirkan.

Kisah di dalam novel ini akan membuka pikiran Anda menjadi lebih luas, dan ikut menjawab pertanyaan dari para filsuf tersebut. Kisahnya diawali dengan Sophie, seorang gadis berusia belia yang mendapat kiriman surat dari seorang Alberto Knox, seseorang yang misterius. Pencarian identitas Knox akhirnya mengarahkan Sophie pada perkembangan filsafat yang terus diikuti oleh Sophie. Sampai akhirnya, Sophie memutuskan untuk menyelidiki sosok misterius tersebut, yang ternyata adalah seseorang yang bekerja dengan kedutaan PBB di Norwegia.

Tadinya, cerita yang sepertinya berjalan dengan alur sederhana tersebut berubah menjadi sulit. Bayangkan saja, ternyata Sophie dan Alberto Knox dalam cerita itu adalah tokoh imajiner dari seorang Mayor bernama Albert Knag yang memberikan hadiah sebuah tulisan pada anaknya bernama Hilde. Lalu, apa yang terjadi?

Tokoh imajiner tersebut seakan hidup sendiri, lalu menjalankan perannya masing-masing dengan mandiri. Dengan kata lain, berusaha melawan penulisnya. Sophie yang merupakan tokoh rekaan tersebut terus mencari jati dirinya, sesuai arahan sang penulis, Alberto Knag. Kemudian, dengan tambahan bumbu sejarah filsafat, ada banyak eksplorasi cerita lainnya yang begitu mengejutkan dari novel ini.

Meskipun demikian, bahasa yang digunakan masih mudah dicerna untuk mendekatkan diri Anda pada filsafat yang dikenal sebagai pelajaran yang bisa membuat bingung 7 keliling tersebut. Sebab, bila belajar filsafat Anda akan dijejali banyak teori, namun di novel ini langsung diterapkan pada tokoh imajiner bernama Sophie tersebut. Jadi, bagi Anda yang menggemari filsafat, atau ingin tahu lebih banyak tentang filsafat. Buku ini adalah salah satu yang wajib Anda jadikan tambahan koleksi di lemari buku Anda. (ai/pojokseni)

15 June 2017

Tahukah Anda Bagaimana Perjuangan Fotografer Proklamasi?
Alex dan Frans Mendur, Dua beradik fotografer hari Proklamasi


pojokseni.com - Bulan Agustus, tahun 1945, tepatnya pada hari Jumat, tanggal 17, ketika dua orang proklamator, Ir Soekarno dan Drs Moh Hatta dengan tegas menyatakan kemerdekaan Indonesia. Saat itu juga digelar pengibaran bendera merah putih di lokasi proklamasi, yang kita tahu Sang Saka Merah Putih dijahit oleh ibu negara, Fatmawati.

Siapapun tahu kejadian tersebut. Apalagi, pembacaan proklamasi berlanjut pengibaran bendera juga diabadikan dalam bentuk foto. Foto bersejarah tersebut bisa kita lihat di berbagai sumber, mulai dari buku sejarah, internet dan sejumlah artikel lainnya. Tapi, tahukah Anda bagaimana perjuangan dari fotografer yang mengambil foto tersebut?

Fotografer yang mengabadikan kejadian bersejarah bagi Indonesia tersebut adalah Alexius Impurung Mendur dan Frans Sumarto Mendur yang merupakan dua beradik kandung. Perlu dicatat, bahwa kedua orang ini mendokumentasikan foto tersebut dengan diam-diam, tanpa diketahui oleh Jepang. 

Dari sumber yang didapat pojokseni.com, awalnya Frans Mendur dan Alex Mendur mendengar kabar akan digelar proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, langsung bersiap dengan kamera mereka masing-masing dan datang ke lokasi proklamasi pada subuh hari. Kedua orang ini adalah wartawan, bahkan Alex Mendur juga sudah menjabat sebagai kepala bagian fotografi di kantor berita Jepang, Domei, yang sekarang sudah menjadi kantor berita Antara.

Frans Mendur (kiri) dan Alex Mendur (kanan)

Tidak banyak frame yang tersisa, total hanya ada tiga frame. Dengan demikian, dua bersaudara ini hanya bisa mengabadikan tiga buah foto. Dan tiga buah foto tersebut menjadi foto yang begitu berharga, bersejarah dan sangat bernilai bagi warga Indonesia umumnya. Foto pertama adalah foto Soekarno membacakan teks proklamasi, ini adalah foto yang paling populer dan paling banyak diketahui warga Indonesia.

Foto kedua adalah ketika bendera Sang Saka Merah Putih dikibarkan di lokasi tersebut. Foto terakhir adalah suasana upacara pengibaran bendera yang berlangsung hikmat. Setelah mengabadikan tiga buah foto bersejarah tersebut, perjuangan dari duo Mendur ini belum berakhir.

Tentara Jepang yang mengetahui bahwa Mendur bersaudara ini mengambil foto langsung memburu keduanya. Alhasil, Alex Mendur tertangkap, dan foto yang diabadikannya disita. Tapi, ternyata negatif foto sudah terlebih dulu dikuburkan oleh Frans Mendur di dalam tanah dekat kantor Harian Asia Raya. Jadi, ketika dia ikut tertangkap, keduanya bersikeras bahwa negatif foto sudah diambil oleh orang lain. Sampai, akhirnya mereka dilepaskan, baru bisa mengamankan kembali negatif foto yang tadinya dikubur tersebut.

Masalah selanjutnya, foto tersebut baru berbentuk negatif saja. Jadi, masih perlu dicuci juga dicetak. Nah, proses mencuci dan mencetak pada zaman itu, juga sangat sulit. Hasilnya, kedua orang ini terpaksa menyelinap diam-diam pada tengah malam untuk mencuci dan mencetak foto tersebut di Kantor Domei, dengan cara memanjat pohon dan pagar dan lain-lain. Jadi, butuh proses yang cukup panjang, sampai foto itu bisa dipublikasikan pada satu tahun berikutnya, 1946. (ai/pojokseni.com)

12 June 2017

Soeara Puitis #2 : Seni dan Seniman Menyapa Publik

pojokseni.com - Setelah sukses dengan acara “Layar Kito Galo” dalam rangkaian acara Bengkulu Berbagi beberapa hari yang lalu. Teman-teman KSJM (Keluarga Seni Jering Mudo) bersiap untuk rangkaian acara selanjutnya yang bertajuk “Soeara Puitis #2”. Acara yang digagas oleh putra daerah Bengkulu yang melanjutkan studinya ke Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang ini, mencoba untuk menyapa masyarakat Bengkulu dengan kesenian. Mencoba menjemput minat publik terhadap seni dengan memberikan pertunjukan seni di ruang-ruang publik. Agar dunia kesenian menjadi tak bagitu asing oleh masyarakat Bengkulu yang mayotritas publik seni awam. 

Acara ini akan isi oleh pertunjukan-pertunjukan seni yang akan disajikan secara akrab oleh KSJM dan dibantu oleh komunitas-komunitas musik di Provinsi Bengkulu. Acara ini akan dihelat di Jalan Suprapto, Taman Cyaber Simpang, Lima Bengkulu. Kegiatan ini akan dimulai pada Rabu, 14 Juni 2017 pukul 15.00 WIB.

Proses Latihan SOEARA PUITIS #2

Tidak hanya dimanjakan oleh suguhan KSJM dan beberapa Komunitas Musik lainya, Soeara Puitis #2 juga akan mengumpulkan donasi secara sukarela, yang mana hasilnya akan diserahkan kepada Panti Asuhan Swasta Mandiri.

Mari kita menunggu berbuka dengan menikmati perunjukan-pertunjukan seni di Taman Cyber Bengkulu bersama KSJM, sekaligus beramal dan membantu sesama. Dari pada ngalor ngidul tidak jelas. Soeara Puitis #2 akan memberikan anda sebuah pengalaman ngabuburit yang lebih berwarna. (isi/pojokseni.com)

11 June 2017

Ada Maklumat Budaya Tolak Angket KPK di Facebook


pojokseni.com - Beberapa hari terakhir, jejaring sosial Facebook diramaikan dengan status berjudul "Maklumat Budaya Tolak Angket KPK". Di dalamnya tertulis :

"Kami, rakyat Indonesia, yang tidak mewakilkan diri, dengan ini menyatakan penolakan Hak Angket DPR RI atas KPK.
Karena kami memilih tetap waras!
Jakarta, 10 Juni 2017"

Awalnya, ada beberapa nama tertulis di bawah sana yang diketahui adalah seniman dan budayawan, seperti Harry Tjahjono, Arswendo Atmowiloto dan lain-lain. Belakangan, status tersebut terus diperbaharui dan nama di bawahnya sudah semakin panjang. Sebab, di bawah status tersebut tertulis :

"Silakan cantumkan nama sebagai dukungan serta sebarkan Maklumat Budaya ini. Terima kasih"

Nah, penolakan bertajuk Maklumat Budaya ini disebabkan karena DPR RI yang merencanakan hak angket ke KPK. Hak angket ini diawali dengan pengusutan kasus dugaan korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta yang menyeret banyak nama anggota DPR RI. Kemudian, dimulai dari Komisi III DPR RI yang memulai hak angket ini.

Uniknya, anggaran untuk Pansus Hak Angket KPK tersebut mencapai Rp 3,1 Miliar, loh! Lebih menariknya, dana sebesar itu disebut oleh Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, sebagai alat untuk memenuhi ambisi DPR RI untuk ganggu KPK.

Apakah Anda ikut menolak hak angket ini? (@pojokseni)

10 June 2017

Ini Juara Menulis Puisi Ramadhan oleh Majelis Sastra Bandung
Ilustrasi Menulis Puisi


pojokseni.com - Dari total 290-an puisi yang dikirim oleh 126 peserta lomba menulis puisi oleh Majelis Sastra Bandung, terpilih empat orang yang beruntung dan mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar Rp 2 juta.

Bertindak sebagai dewan juri antara lain Matdon, Pungkit Widjaya serta Deddi Koral harus memeras otak untu menentukan siapa empat orang yang beruntung tersebut. Setelah melalui perdebatan yag cukup sengit, ditentukanlah empat pemenang  masing :

1. Syarani Fachry dari Ciamis,  Puisi : Ibu Tua
2. Laila Mei Hari dari Cilacap,  Puisi : Politik Kolak
3. Khoer Jurzani dari Sukabumi,  Puisi :  Dayang Sumbi
4. R. Abdul Azis dari Bandung, Puisi : Di Restoran Cepat Saji.

“Banyak penyair beranggapan bahwa puasa itu mirip dengan puisi. Ada ijtihad untuk menahan rasa lapar dari terbit fajar sampai terbenam matahari untuk puasa. Sedangkan puisi, ada pula ijtihad menahan menuliskan untuk tidak mengularkan kata dengan seenaknya. Lebih dari itu, kemiripannya adalah upaya untuk merasakan derita lapar yang dirasakan oleh orang lain,” kata seorang dewan juri, Matdon pada pojokseni.com melalui email.

Ketika membaca keseluruhan puisi yang dikirim, jelas Matdon, kebanyakan energi puitika adalah daya ucap terhadap kerinduan atas Ramadhan. Satu per satu puisi dihayati, tak lari dari tema bulan suci ini. Namun, sejumlah puisi yang terpilih adalah olahan mata batin dan mata pena si penulis tentang kondisi sosial negeri ini.

Mereka, sambungnya, piawai mengolah tema, menulis secara baik kemudian membuat ironi, personifikasi atas hubungan dirinya dan dunia eksternnya yaitu kondisi sosial negeri ini. Secara umum, puisi yang dikirim nampak menunjukan pergulatan antara aku yang mengamati hingga aku yang mengalami.

Dengan kata lain,  kondisi sosial negeri ini dalam mata penyair adalah ketimpangan antara rezim, kelas menengah kemudian hoax.

Sementara itu, menurut juri yang lain Pungkit Wijaya, posisi daya ucap dialog dalam puisi di sebuah restoran, nampak umum, namun si penulis mampu mengolah dengan baik rangkaian kalimat dari awal sampai akhir. Sebenarnya, puisi tersebut bukan perkara baru dalam daya ucap sastra Indonesia. Hanya sebuah ironis di restoran Cepat Saji, namun diantara banyak puisi, saya pikir puisi ini yag rapih juga menyimpan suatu cerita yang ironis.

Ada pula puisi yang bertajuk Politik Kolak, daya ucap puisi sangat sederhana. Sebagai puisi bebas, si penyair piawai mengaduk kata sehingga ada kesan humor terhadap realitas sosial negeri ini.  Sedangkan puisi Dayang Sumbi adalah cerita modern dari puasa masa kini. Si penulis dengan rapih menyinggung perilaku sosial antara kelas menengah dan kelas bawah. Bukankah puasa itu turut serta merasakan lapar? Ya, tentu dengan gaya hidup kelas menengah itu hal ironis juga

"Kepada para pemenang, harap mengubungi  nomor telepon 0898-4606-895," tutupnya. (ai/pojokseni.com)
Permainan Kata-Kata "Misuh" dari Kaos Cak-Cuk Khas Surabaya
Salah Satu Permainan kata "misuh" di kaos Cak Cuk Surabaya


pojokseni.com - Surabaya juga punya kaos khas, seperti kota lainnya, sebut saja Yogyakarta dengan Dagadu, Bali dengan Joger juga daerah lainnya di Indonesia. Biasanya, kaos tersebut menjadi incaran wisatawan yang datang ke Surabaya, sebagai oleh-oleh khas kota tersebut.

Salah satu brand kaos khas Surabaya yang paling kesohor adalah Kaos Cak-Cuk. Kata Cak berarti mas, kakak atau abang dalam bahasa setempat, dan kata Cuk? Ehm.

Menurut informasi yang berhasil disadap pojokseni.com dari sumber yang terpercaya, kata Cuk berasal dari Jancuk. Yah, kata Jancuk yang artinya bisa jadi sialan, keparat atau brengsek, yang jelas kata yang menunjukkan kekesalan, kemarahan dan lain-lain sebagainya. Namun, kata Jancuk atau Cuk sudah sering terdengar di kota itu, jadi sudah seperti ucapan sehari-hari.

Kaos Cak-Cuk Surabaya

Seperti namanya yang nyeleneh, desain dari kaos Cak-Cuk juga nyeleneh, loh. Misalnya ada gambar ikan hiu yang 'begituan' sama buaya, lalu di atasnya tertulis KamaSura dan dibawahnya Kamabaya, yang bentuk tulisannya agak huruf India, gitu jadi mirip tulisan Kamasutra.

Kaos Cak-Cuk Surabaya

Juga ada tulisan lain yang terkesan jancuk juga, nyeleneh dan slank versi Surabaya. Jadi, ketika akan memberikan hadiah kaos Cak-Cuk pada orang terkasih, misalnya pacar Anda, agak waspada yah memilih kaosnya.

Bagi orang Surabaya, kata-kata nyeleneh, cenderung kasar dan aneh tersebut disebut kata-kata yang "misuh". Permaianan kata-kata "misuh" inilah yang menjadi kekuatan dari Kaos Cak-Cuk. Apalagi, kadang isinya adalah kritik sosial atau pandangan terhadap situasi real saat ini.


Kalau ke Surabaya, jangan lupa membeli produk khas kota pahlawan ini, yah. Anda bisa mendapatkannya di sejumlah toko oleh-oleh. Atau, Anda bisa datang langsung ke outlet resmi dan pertama dibuatnya di Jalan Dharmawangsa 35, Surabaya.

Hasil sablonnya keren, bahan kaosnya juga adem di kulit juga permainan kata-kata dan gambarnya lucu dan menarik, menjadikan kaos ini tepat untuk tambahan koleksi atau oleh-oleh dari Surabaya. Jadi, kalau ke Surabaya, jangan lupa dapatkan kaos ini yah. Harganya mulai dari Rp 95.000, sesuai ukuran, varian dan jenis bahan. (ai/pojokseni.com)

08 June 2017

Rekomendasi Mukena Menarik untuk Hadiah Istri Tercinta di Bulan Ramadhan


pojokseni.com - Anda masih bingung, apa hadiah yang menarik untuk istri tercinta di bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri mendatang? Nah, coba pertimbangkan memberikan hadiah mukena untuk istri tercinta, atau bagi yang belum menikah bisa menghadiahkan mukena untuk ibu, pacar, adik, atau orang-orang tercinta Anda. Memberi mukena, sama artinya dengan menjadikan orang tercinta Anda untuk lebih sering shalat dan beribadah, terutama shalat taraweh, witir dan shalat ied berjamaah di masjid terdekat.

Biasanya, mukena berwarna putih polos, dengan tambahan semacam motif bordiran yang juga berwarna putih. Tapi, tidak ada salahnya Anda memberikan mukena menarik dengan desain yang unik, bahan berkualitas dan tentunya menjadikan istri Anda lebih percaya diri dan semakin menarik. Tapi, jangan hanya mempertimbangkan mode atau trend, pertimbangkan juga kualitas bahan dari mukena yang Anda hadiahkan. Memberi mukena dengan bahan yang kurang berkualitas hanya akan membuat mukena tersebut lebih cepat rusak dan luntur warnanya.

Anda bisa mempertimbangkan untuk memilih mukena dengan berbagai varian warna dan motif yang menarik. Mukena yang Anda pilihkan sebaiknya terbuat dari bahan yang alami, bukan sintetis, agar lebih baik dalam menyerap keringat juga adem ketika digunakan. Sebab, ketika istri Anda melakukan shalat dengan jumlah rakaat yang banyak, seperti taraweh ditambah witir berjamaah, tentu saja Anda harus memastikan bahwa dia tidak gerah dengan mukena yang digunakan. Selain itu, sebaiknya mukena yang Anda pilihkan juga disertai dengan tas agar mudah dibawa.

Baru selanjutnya Anda bisa mempertimbangkan untuk mencari mukena dengan desain yang trendi atau menarik. Atau, bila Istri Anda menyukai yang simpel, Anda bisa membelikan mukena yang desainnya lebih simpel namun tetap anggun ketika digunakan. Sedangkan bila istri Anda menyukai tampilan yang lebih modis misalnya, tidak ada salahnya menghadiahkan mukena yang memiliki motif atau corak serta warna yang unik, karena membuatnya terkesan berjiwa muda, dinamis dan stylish. Selain itu, tentunya Anda juga harus sesuaikan dengan budget yang Anda miliki. Sekedar informasi, mukena dengan corak dan motif yang unik bisa Anda dapatkan dengan harga mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu.

Agar Anda tidak kebingungan mencari mukena yang tepat untuk istri Anda, berikut kami berikan rekomendasi produk mukena yang menarik, unik dan trendi yang bisa Anda pertimbangkan :

1. Mukena Dewasa Bali Lavender

Sumber foto : Elevenia

Produk yang satu ini didesain dengan warna yang menarik dan aksen hiasan bunga lavender yang modis dan terkesan menyejukkan setiap yang memandang. Mukena ini dibuat dari bahan Rayon atau Bali sehingga nyaman dan sejuk ketika digunakan. Mukena ini memiliki ukuran lebih dari 115 cm dan berat hanya 0,65 kg saja. Selain itu, mukena ini memiliki banyak varian warna yang bisa Anda lihat di sini. Jadi, bisa disesuaikan dengan warna kesukaan istri Anda.

Produk ini bisa Anda pesan di Elevenia (klik di sini) dengan harga yang sangat terjangkau, yakni Rp 170.000. Bila Anda pesan sekarang, Anda akan mendapatkan harga spesial yakni Rp 120.000 saja. Dalam setiap pembelian, Anda juga sudah mendapatkan tas untuk memudahkan membawa mukena ini ke masjid atau dalam perjalanan.


2. Mukena Bisyara 2 Putih

Sumber foto : Elevenia

Mukena yang satu ini hadir dengan desain yang cantik. Didesain dengan motif bunga maxmara di sekeliling wajah menjadikan tampilan yang meneduhkan pandangan. Selain itu, bagian polosnya dibuat dengan bahan woolpeach yang lembut, sejuk dan nyaman digunakan. Satu set produk ini dalam setiap pembelian adalah kerudung, rok dan tas. Tas mukena ini juga didesain unik dan menarik, loh, dengan kancing dan pegangan kayu yang mudah dibawa ke mana saja.

Produk ini juga dijual di Elevenia (klik di sini), seharga Rp 300.000. Nah, bila Anda pesan sekarang, maka Anda akan mendapat diskon, sehingga harganya menjadi Rp 250.000 saja. Ingin menghadiahkan mukena cantik ini untuk istri Anda dengan harga spesial, pesan di Elevenia sekarang.


3. Mukena Bali Terusan Amaris.

Sumber foto : Elevenia

Produk yang satu ini tidak kalah cantik. Selain desainnya yang menarik, punya banyak varian warna, juga dibuat dari bahan yang sejuk digunakan. Kelebihan satu lagi adalah harganya itu loh, sangat terjangkau.

Produk yang satu ini memiliki desain menarik dan terkesan feminim. Selain itu, ada banyak varian warna yang bisa Anda sesuaikan dengan kesukaan istri Anda. Produk ini dijual di Elevenia dengan harga yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp 105.000 saja. Ingin membeli produk ini, silahkan klik di sini.

Atau, Anda ingin mencari jenis Mukena lainnya dengan harga terjangkau. Anda bisa melihat produk Mukena lainnya di Elevenia dengan klik di link berikut : http://www.elevenia.co.id/ctg-mukena.

Mukena yang cantik tentunya akan membuat tampilan istri Anda lebih menarik dan lebih percaya diri ketika melangkah menuju masjid untuk beribadah. Jadi, karena sedang dalam momentum bulan Ramadhan, dan menjelang hari raya Idul Fitri, tidak ada salahnya Anda memberikan hal yang berkesan bagi istri Anda, bukan. (@pojokseni)
Penandatanganan MoA : Momentum Kebangkitan Seni Budaya Tanjungbalai
Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU, Dr. Budi Agustono menandatangani Naskah Kesepakatan Bersama (Memorandum Of Agreement) disaksikan oleh Walikota Tanjungbalai, M.Syahrial, SH, MH, Senin (5/6/2017) di halaman Kantor Walikota Tanjungbalai.


pojokseni.com - Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Dewan Kesenian Daerah Kota Tanjungbalai, Asahan, Sumatera Utara dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara pada hari Senin (5/6/2017) lalu diharapkan menjadi momentum untuk kebangkitan seni dan budaya di daerah tersebut.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Dewan Kesenian Daerah Kota Tanjungbalai, Khuwailid Mingka pada pojokseni.com lewat pesan via Facebook, Kamis (8/6/2017). Ia mengungkapkan bahwa Dewan Kesenian Daerah Kota Tanjungbalai sebagai mitra Pemerintah, merupakan salah satu wadah aspirasi seniman dan budayawan, memiliki posisi strategis dalam menggali potensi, melestarikan dan menjaga kesenian dan kebudayaan tradisional. Termasuk di dalamnya adat istiadat daerah dan situs atau cagar budaya, agar tidak pudar kemudian hilang dari kehidupan masyarakat, tergerus arus gelombang modernisasi dan globalisasi.

Untuk itu, lanjut Khalid, Dewan Kesenian Daerah Kota Tanjungbalai sudah seharusnya berperan aktif disegala aspek kesenian dan kebudayaan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan norma-norma yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saat ini, Dewan Kesenian Daerah Kota Tanjungbalai adalah ibarat sebuah BAHTERA yang akan berlayar mengarungi lautan luas kehidupan modernisasi dengan satu tujuan mencari identitas dan jati diri kita sebagai masyarakat Kota Tanjungbalai yang pada mulanya memiliki kekayaan seni dan budaya serta adat-istiadat yang tak lepas dari nilai kereligiusannya, yang diwariskan oleh leluhur kita di Negeri di Hujung Tanjung," ungkap Khalid.

Oleh karena itu, Khalid mengharapkan momentum penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama atau MoA ini sebagai langkah awal, motivasi dan panduan dalam pelayaran bahtera tersebut.

"Saya yakin didalam pelayaran ini, tentu kita akan menghadapi berbagai macam rintangan dan tantangan. Tapi tentu kita tidak ingin bahtera ini karam, pecah berserakan sebelum kita menemukan apa yang kita cari. Saya memahami begitu banyak potensi, pemikiran, ilmu dan pengalaman dari setiap individu sahabat seniman dan budayawan sekalian dalam kehidupan berkesenian dan berkebudayaan, terbungkus dengan berbagai macam karakter," tulis Khalid.

Hal tersebut, menurutnya dapat menjadi kekuatan sekaligus kelemahan, tergantung bagaimana kita menjadikan potensi tersebut.

"Di hadapan kita saat ini terbentang luas samudera kehidupan, yang tanpa penunjuk arah kita tidak dapat menetapkan haluan kita berlayar kemana. Maka sebelum tambatan kapal kita lepaskan, sebelum jangkar kita naikkan, saya atas nama Dewan Kesenian Daerah Kota Tanjungbalai mengajak sahabat seniman, budayawan serta seluruh pihak yang terkait dan masyarakat Kota Tanjungbalai untuk menyatukan dan menyamakan persepsi dalam sebuah misi “ Mengarak Seni, Menjunjung Budaya”agar apa yang menjadi warisan leluhur kita senantiasa terjaga," tutup Khalid. (ai/pojokseni.com)
Bincang Teater : Sublimasi Keaktoran dalam Teater dan Kehidupan Sehari-hari


pojokseni.com - Program Magister Ilmu Religi Budaya Universitas Sanata Dharma (USD) dan Pascasarjana ISI Yogyakarta akan menggelar acara bertajuk "Ascotalci" yang merupakan rangkaian seminar hasil penelitian di USD.

Acara ini merupakan acara yang ke 11, yang dibuat dengan tujuan untuk mengajak peserta seminar untuk mendukung para peneliti muda dengan mendengarkan mereka dan temuan-temuannya. Selain itu, maksud dari kegiatan Ascotalci adalah untuk mengenali berbagai persoalan sosial dan budaya masyarakat kita, dan mengembangkan gagasan-gagasan, terobosan, untuk kebaikan bersama berdasarkan hasil penelitian. Kegiatan ini juga digelar untuk melengkapi kegiatan Ascoltate, resital musik bulanan yang diselenggarakan di Pascasarjana ISI Yogyakarta.

Kali ini tema yang diangkat adalah "Sublimasi Keaktoran dalam Teater dan Kehidupan Sehari-hari".  Acara ini akan menghadirkan pembicara yakni Doni Agung Setiawan (alumnis IRB) dan Tony Broer (kandidat doktor ISI Yogyakarta). Acara ini akan digelar di Taman Beringin Soekarno, Gedung Pasca Sarjana USD, Yogyakarta pada tanggal 16 Juni 2017, mulai pukul 15.00 - 18.00 WIB.

Acara ini dapat diikuti dengan mengambil tiket di Sekretariat S2 IRB USD dan Pascasarjana ISI Yogyakarta secara gratis, mulai tanggal 12 Juni 2017 mendatang. Jadi, jangan sampai kehabisan tiket, yah. Hubungi narahubung Vini Oktaviani Hendayani di nomor ponsel 0815-7886-1063 untuk informasi lebih lanjut. (ai/pojokseni.com)
Cerita Rakyat Bangau dan Ikan akan Dipentaskan di Bali


pojokseni.com - Anda pasti sudah pernah mendengar kisah bangau, ikan dan kepiting yang merupakan dongeng asal Jawa Tengah, bukan? Nah, bagaimana kalau kisah tersebut diangkat ke panggung teater? Tentu menjadi sebuah pertunjukan yang apik dan menarik.

Nah, kalau Anda penasaran, tidak ada salahnya bagi Anda yang berada di Bali atau sekitarnya untuk menyaksikan pertunjukan berjudul "The Heron and The Fish" yang ditulis dan disutradarai oleh Evan Silver. Pentas ini akan dihelat di Teater Beji, Bali Purnati Center for the Arts, Jalan Gunung Abang, Br. Penataran, Batuan, Sukawati, Gianyar, Bali pada tanggal 17 Juni 2017. Pentas akan dilakukan kembali pada tanggal 18 Juni 2017 di Wantilan Water Garden, ARMA Resort, Agung Rai Museum of Art, Jl. Raya Pengosekan, Ubud, Gianyar, Bali.

Pentas ini akan menghadirkan aktor dari berbagai tempat, seperti Willy Heramus dari Kalimantan sebagai Bangau, Anwari dari Madura sebagai kepiting dan Sandra Fay dari Filipina sebagai narator. Juga akan diramaikan oleh anak-anak dari Desa Batuan Bali yang akan berperan sebagai ikan.

Pengisi musik adalah Agustian Supriatna dari Lampung, Budali dari Madura dan Sandrayati Fay dari Filipina. Hubungi Nuy di nomor HP 0812 94646257 atau Evan di nomor 0813 11289271 sebagai narahubung untuk informasi selanjutnya.

Pementasan ini digelar sebagai tari-drama mistikal yang tentunya menawarkan kebaruan. Penasaran bagaimana wujud dari pentas ini? Mari merapat ke Bali pada tanggal 17 - 18 Juni mendatang untuk menyaksikannya. (ai/pojokseni)
Layar Kito Galo : Pameran Film Pendek dan Fotografi

pojokseni.com - Anda tinggal di sekitaran Kota Bengkulu? Kalau begitu, ada acara menarik untuk mengisi waktu menunggu berbuka puasa yang akan digelar pada hari Sabtu (10/6/2017) mendatang. Acara tersebut bertajuk "Bengkulu Berbagi : Layar Kito Galo".

Acara ini adalah pameran fotografi dan pemutaran film fiksi, dokumentar dan eksperimental. Kegiatan tersebut akan digelar mulai pukul 15.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB.

Pameran fotografi akan mulai digelar pada pukul 15.00 WIB. Sedangkan pemutaran film akan dibuka dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pada pukul 15.30 hingga pukul 17.30 WIB. Sedangkan sesi kedua, dimulai pada pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Acara akan digelar di kompleks Taman Budaya Bengkulu. Jadi, mari kita menunggu waktu berbuka dengan menyaksikan sajian film pendek dan pameran fotografi hasil karya anak negeri. (@pojokseni)

06 June 2017

Jadi Penulis Kreatif dan Produktif dengan Menulis di Mana Saja


pojokseni.com - Sebagai penulis, baik itu blogger, penulis novel, cerpenis, wartawan sampai penulis status, tentunya memerlukan peralatan tempur yang mumpuni, namun mudah dibawa ke mana saja. Jadi, bisa menulis di mana saja, asalkan mood menulis sedang tinggi. Tentunya, peralatan yang tepat akan menunjang kreatifitas dan produktifitas Anda dalam menulis.

Jika Anda adalah penulis novel, cerpen atau naskah drama, misalnya, tentu Anda perlu banyak tambahan setting untuk dituliskan dalam alur cerita Anda. Lebih baik, bila Anda datang langsung ke lokasi sehingga bisa menggambarkan situasinya secara detil. Anda bisa menulis di warung kopi, sudut pasar, pos ronda, warung makan, taman kota dan tempat lain, untuk mendapat penggambaran setting yang lebih realis. Menulis di tempat seperti itu juga kadang memberi "asupan" inspirasi bagi Anda, loh. Bisa dari percakapan orang lewat, atau mungkin hal unik, lucu dan menarik yang Anda temukan di sana.

Nah, otomatis Anda perlu membawa peralatan menulis seperti laptop atau notebook yang mudah dibawa, berukuran kecil, punya daya tahan baterai yang lama, juga tidak mudah rusak. Selain itu, laptop atau notebook tersebut juga harus nyaman digunakan. Anda tidak mau kan, sudah menulis puluhan halaman, eh, laptopnya nge-hang, atau mendadak mati, jadi tulisannya hilang?

Salah satu produk notebook yang pojokseni.com rekomendasikan untuk Anda yang suka menulis sekaligus jalan-jalan adalah ASUS E202. Ukurannya kecil hanya 193 x 297 mm, yang berarti lebih kecil daripada kertas A4! Karena kecil, jadi mudah dibawa, dimasukkan dalam tas, dan ringan dijinjing ke mana saja. Ketemu tempat yang unik dan representatif untuk menulis, langsung tancap gas.

Jangan salah fokus!


Notebook yang satu ini juga tipis, loh. Jadi, ringan dan tidak memenuhi tas ketika di bawa. Jadi, Anda juga bisa bawa bekal makanan mungkin, atau smartphone dan barang lainnya dalam satu tas. Jadi tidak ribet, kan?

Selain itu, daya tahan baterai produk ini juga lama. Bayangkan, Anda bisa mengetik 8 jam tanpa putus, bila memulai dengan baterai penuh. Jadi, tidak ribet cari colokan listrik, karena notebook Anda habis baterai tiba-tiba, ketika sedang asyik menulis.

Apalagi sedang menulis bagian "puncak" ketika tokoh antagonisnya membubuhkan racun sianida di kopi pemeran utama. Eh, notebook-nya yang mati!

Notebook ini juga memiliki port USB 3.1 Type-C yang dapat dicolok dengan berbagai arah dengan colokan reversible. Ditambah lagi, Anda juga akan dimanjakan dengan kecepatan transfer USB 3.1 ini lebih cepat 11x dibandingkan USB 2.0


Meski ukurannya kecil, notebook yang satu ini juga dilengkapi dengan Hard Disk Drive dengan ukuran besar mencapai 500 GB. Jadi, sebanyak apapun tulisan yang Anda buat, bisa memuat banyak dokument sampai ribuan, sampai jari bengkok juga belum habis ruang penyimpanannya.

Notebook ini juga hadir dengan banyak pilihan warna yang sangat cocok untuk anak muda. Bila Anda tidak muda lagi, maka pilihan warna ini setidaknya membuat Anda terlihat lebih muda, loh. Notebook dalam versi windows 10 ini memiliki varian warna mulai dari warna Silk White, Dark Blue, Lightning Blue dan Red Rouge yang didesain elegan dan mewah.

Waduh, bagaimana dengan harganya? Masih terjangkau di kantong kita. Produk ini dibanderol seharga mulai dari Rp 3.099.000 sampai Rp3.499.000 per unit. Tentunya, sebanding dengan kekuatan dan kualitas dari produk ini.

Tapi, Anda juga bisa mendapatkan produk ini secara gratis. Eh, gratis? Iya, benar. Khusus untuk Anda yang penulis dan punya blog, bisa mengikuti blog competition berhadiah ASUS E202. Total ada 10 notebook yang siapa tahu akan menjadi milik Anda. Berminat ikut? Klik gambar di bawah ini, lalu ikuti petunjuknya.




Jadi, bagaimana sudah siap ganti peralatan tempur Anda sebagai penulis dengan notebook ASUS E202 ini? Lalu, teruslah kreatif dan produktif dengan menulis di mana saja dan kapan saja. (ai/pojokseni.com)

Artikel ini diikutkan dalam Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com.



Bulan Ramadhan, Yuk Hiasi Rumah dengan Hiasan Islami yang Unik
Hiasan Rumah Islami, Foto : Lazada.



pojokseni.com - Bulan Ramadhan tentunya memberi berkah dan sarat nuansa relijius. Apalagi menjelang hari raya Idul Fitri nanti, tentunya nuansa relijius akan lebih terasa. Tapi jangan sampai salah, nuansa relijius sudah mulai bisa Anda desain di rumah Anda sendiri. Bagaimana caranya? Tentunya dengan meningkatkan ibadah juga melakukan hal-hal yang baik dan berpahala, mulai dari rumah sendiri.

Anda tentu juga bisa mulai mendekorasi rumah dengan nuansa yang Islami. Bisa jadi, rumah Anda adalah tempat di mana keluarga berkumpul untuk berbuka puasa bersama. Desain rumah yang Islami juga akan meningkatkan kecintaan Anda pada Allah SWT, juga pada Rasulullah SAW. Kaligrafi adalah salah satu seni lukis Islami yang bisa Anda jadikan pajangan di rumah, agar desain rumah lebih relijius dan Islami.

Ada banyak jenis kaligrafi yang bisa Anda jadikan hiasan di rumah, mulai dari ukiran kayu, stiker, kaligrafi di kulit sapi dan lain-lain. Kali ini, pojokseni.com merekomendasikan beberapa produk hiasan rumah kaligrafi yang bisa membuat rumah Anda menjadi lebih bernuansa relijius. Takut harga mahal? Tenang, produk yang pojokseni.com rekomendasikan adalah produk yang dijual di Lazada, yang harganya tentu lebih murah. Apalagi sedang ada promo khusus Ramadhan, jadi Anda bisa dapat produk ini dengan harga yang jauh lebih miring. Jadi tunggu apa lagi, pesan sekarang.

Berikut produk hiasan dekorasi rumah Islami yang bisa Anda pertimbangkan :

1. Leegoal Gaya Muslim Seni Dinding Dekorasi Rumah Islami




Produk ini sedang diskon gila-gilaan, loh. Dengan diskon hampir 80 persen, produk yang biasanya bisa dibeli seharga Rp 236.000, bila Anda pesan sekarang, Anda hanya akan membayar Rp 49.000 saja!

Stiker Islami berbentuk kaligrafi satu ini berukuran 57 cm x 25,5 cm, sehingga bisa Anda tempatkan di mana saja, baik di ruang makan, ruang tamu hingga ruang keluarga. Karena bisa dilepas pasang, Anda jadi lebih mudah untuk memindahkannya ke ruangan mana saja, atau bila Anda akan pindah rumah.

Cara memasangnya juga gampang, tinggal Anda lepaskan dari kertasnya lalu ditempelkan perlahan. Usap secara lembut agar merata dan tidak kembung karena angin.


2. Kaligrafi Asmaul Husna Kulit Kambing




Produk yang satu ini adalah lukisan atau guratan nama-nama baik Allah (Asmaul Husna) di kulit kambing. Jadi, lebih tahan lama, tidak mudah rusak juga mudah dibersihkan. Desainnya unik menjadikan ruangan Anda lebih menarik dengan hiasan ini. Selain itu, faedah dan karomah dari Asmaul Husna dipercaya akan membawa kebaikan ke rumah Anda.

Produk ini juga sedang mendapat diskon selama promo Ramadhan di Lazada, loh. Bila biasanya produk ini dibanderol seharga Rp 95.000, selama promo ini Anda bisa memesannya seharga Rp 58.500 saja. Jadi tunggu apalagi, sebelum promonya habis, yuk pesan sekarang.


3. Central Kerajinan Kaligrafi Allah Muhammad Fiber Glass




Produk ini terdiri dari dua hiasan, yang satu bertuliskan Allah SWT dan satu lagi bertuliskan Muhammad SAW. Selain menarik dan mempercantik ruangan, tentunya produk ini akan meningkatkan kecintaan Anda pada Allah dan Rasulullah.

Warnanya cokelat yang eksotik dan dibuat dari bahan fiber glass sehingga terkesan elegan dan mewah. Bahan tersebut juga menjadikan produk ini tidak mudah rusak.

Selama promo Ramadhan Sale ini, Anda bisa mendapatkan produk ini dengan harga yang sangat terjangkau. Produk ini mendapat diskon 50 persen, jadi dari harga normal Rp 150.000, selama promo ini Anda bisa mendapatkannya seharga Rp 75.000 saja.

4. Lukisan Minimalis Kaligrafi




Unik dan penuh estetika, itulah kesan pertama yang didapat dari produk seni yang satu ini. Lukisan yang dibuat diatas kanvas ini sangat menarik bila dijadikan hiasan rumah.

Total ada 4 bagian terpisah yang disusun secara kreatif menjadikan kesan penuh estetika dan sarat nuansa relijius.

Produk ini juga mendapat diskon selama promo Ramadhan sale. Harga normalnya adalah Rp 195.000, namun bila Anda membelinya sekarang, Anda akan mendapat diskon sebesar 23 persen, sehingga harganya menjadi Rp 150.000 saja.


Tunggu apalagi, yuk mulai dekorasi rumah Anda menjadi bernuansa relijius selama bulan Ramadhan ini. Mumpung masih dalam suasana ramadhan, juga mumpung promo Ramadhan Sale masih ada di Lazada. Anda juga bisa mendapatkan produk lain dengan harga spesial selama promo tersebut. (ai/pojokseni.com)

05 June 2017

Yuk, Ikuti Lomba Menulis Puisi Tema Nasionalis untuk Pelajar Total Hadiah Rp 12 Juta



pojokseni.com - Rayakultura.net menggelar lomba menulis puisi yang ditujukan untuk pelajar, mulai dari SD/Sederajat hingga SMA/Sederajat. Lomba menulis puisi satu ini mengusung tajuk "Mari Kita Kokohkan Temali Emas NKRI". Untuk mengikuti lomba ini, adik-adik bisa mengirimkan puisi lewat email dengan dilengkapi biodata, scan kartu pelajar atau KTP bagi yang sudah punya KTP. Lampirkan juga foto dengan pose bebas. Tapi ingat, puisi dan kelengkapannya harus dilampirkan, bukan ditulis di badan email.

Tertarik untuk mengikuti lomba menulis puisi Ekspresi Jiwa Nasionalis ini? Simak persyaratannya di bawah ini :

Peserta Pelajar  SD Kelas 4 – 6, SMP/SLTP dan SMA/SLTA Tingkat Nasional

Tema lomba: Aku Cinta NKRI, Wujudkan Persatuan Bangsa di Bumi Pertiwi

Berhadiah Total Rp 12.000.000,00 + Piagam Aku Cinta Indonesia

Syarat-Syarat Lomba


1. Peserta lomba terdiri dari 3 (tiga) kategori yaitu: Kategori A: Pelajar Tingkat SD Kelas 4 – 6; Kategori B: Pelajar Tingkat SMP/SLTP dan Kategori C: Pelajar Tingkat SMA/SLTA yang berada di seluruh Indonesia maupun mereka yang sedang studi/merantau bersama keluarganya di luar negeri

2. Tema Lomba: Aku Cinta NKRI, Kokohkan Persatuan Indonesia  di Bumi Pertiwi

3. Lomba dibuka 10 Juni 2017 dan ditutup 30 Juli 2017 pukul 24.00 WIB

4. Judul puisi bebas, asalkan mengacu pada tema tersebut di atas

5. Puisi ditulis dalam bahasa Indonesia, boleh menggunakan metafora

6. Panjang puisi minimal 4 (empat) bait dan maksimal  6 (enam) bait. Per bait terdiri dari 4 (empat) – 6 (enam) kalimat/baris

7. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) judul, maksimal 2 (dua) judul adalah karya sendiri (tidak boleh  dibuatkan orang lain atau hasil jiplakan)

8. Puisi yang dilombakan diketik (bukan tulisan tangan), dikirim ke panitia lomba  dilampiri foto, mini-biodata lengkap dengan alamat dan nomor telepon/HP serta identitas diri dan di-email ke: rayakultura@gmail.com paling lambat 30 Juli 2017,pukul 24.00 WIB

9. Penilaian ditekankan pada isi/makna, pilihan kata (diksi) dan  keindahan sebagai  puisi

10. Per kategori dipilih Pemenang 1, 2 dan 3 yang disaring dari 35 judul puisi yang diunggulkan dari masing-masing kategori (total puisi yang diunggulkan 105 judul)

11. Hadiah Pemenang  masing-masing kategori jumlahnya sama. Pemenang 1 mendapat uang tunai Rp 1.500.000,00;  Pemenang 2 mendapat uang tunai Rp 1.000.000,00 dan Pemenang 3 mendapat uang tunai Rp 750.000,00 + Piagam Aku Cinta  NKRI

12. Puisi yang diunggulkan 105 judul akan dibukukan dan penyairnya pendapat Piagam Penghargaan Puisi Unggulan dalam bentuk digital

13. Karya pemenang diumumkan 17 Agustus 2017 melalui media-sosial, media massa dan website: www.rayakultura.net

14. Keputusan Dewan Juri final dan tidak ada surat menyurat

Bagaimana, sudah siap membuat karya terbaik untuk diikutkan dalam event ini? Mari mulai menulis, dan tunjukkan kecintaanmu pada NKRI. (ai/pojokseni.com)
Unjuk Rasa di ISBI Aceh, Dua Dosen Dipukul Aparat
Aksi unjuk rasa di Isbi Aceh,Jumat (2/6/2017)

pojokseni.com - Dua dosen di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh terkena tindakan kekerasan dari aparat kepolisian ketika mahasiswa setempat tengah melakukan aksi unjuk rasa di Kampus A ISBI Aceh di Jantho, Aceh Besar pada hari Jumat (2/6/2017) lalu. Dua dosen tersebut yakni M. Zubir dan Fadlan Bachtiar. Akibatnya, kedua dosen ini mendapat sejumlah memar di tubuh mereka.

Informasi terhimpun pojokseni.com, dosen di institut seni ini sedang mencoba melindungi mahasiswanya yang sedang terlibat aksi saling dorong dengan petugas kepolisian dalam aksi tersebut. Salah satu diantara mereka, M Zubir, bahkan menjadi bulan-bulanan aparat hingga terjatuh.

"Padahal tujuan kami hanya untuk melindungi mahasiswa agar tidak ribut dalam beraksi," jelas Zubir, dilansir oleh Jawa Pos pada hari Sabtu (3/6/2017)

(Baca juga : Mundur dari Jabatan, Puluhan Dosen Ajukan Mosi Tidak Percaya ke Rektor ISBI Aceh)

Sedangkan pihak kepolisian menyebut bahwa kejadian tersebut adalah kekhilafan anggota. Kasat Bimas Polres setempat, AKP Yulizar Lubis juga meminta maaf atas kejadian tersebut. Ia menjelaskan, awalnya aparat melihat korban datang menggunakan helm ke tengah kerumunan. Hal itulah yang dianggap pemicu terjadinya pemukulan tersebut.

"Saya sudah meminta maaf, namun semua itu ditujukan agar suasan tidak semakin buruk," kata Yulizar Lubis seperti dirilis Rakyat Aceh, Sabtu.

Yulizar juga menyebutkan bahwa aparat bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ia juga menyebut kejadian tersebut tidak mengakibatkan hal yang fatal. (ai/pojokseni.com)
Dua Lukisan Penangkapan Diponegoro, Apa Bedanya?
Lukisan karya Nicolaas Pieneman berjudul De onderwerping van Diepo Negoro aan luitenant-generaal baron De Kock (sumber foto : Liputan6)


pojokseni.com - Pangeran Diponegoro, digambarkan sebagai sosok pahlawan Indonesia dengan sorban putih dan keris di tangan. Ia menjadi simbol perlawanan terhadap Belanda di tahun 1800-an, yang kemudian menjadi simbol patriotik di era modren ini. Apalagi setelah Chairil Anwar menuliskan puisi penuh semangat perjuangan dan nasionalisme berjudul Diponegoro.

Diponegoro tertangkap lewat skema yang sangat licik dan khiatan dari Kolonel Cleerens seorang perwira Belanda. Awalnya diajak berunding, ternyata ditangkap dan diasingkan ke Sulawesi Utara. Momen penangkapan yang terjadi pada tanggal 28 Maret 1830 tersebut diabadikan oleh dua pelukis, yakni Raden Saleh asal Indonesia dan Nicolaas Pieneman dari Belanda.

Kedua lukisan tersebut kemudian diberikan sebagai hadiah pada Raja Willem II. Lukisan karya Raden Saleh kini dipajang di Istana Merdeka, Jakarta. Sedangkan lukisan karya Nicolaas Pieneman kini dipajang di Rijks Museum, Amsterdam, Belanda.

Keduanya sama-sama menggambarkan situasi ketika Panglima Belanda Jenderal De Kock meminta Diponegoro untuk masuk ke dalam kereta yang akan membawanya ke pengasingan. Namun, jelas ada perbedaan dalam kedua lukisan tersebut. Nicolaas Pieneman menggambarkan Diponegoro tertunduk dan cenderung mengikuti perintah tersebut untuk menghindari konflik tertentu, dengan diiringi isak tangis dari para pengikut setianya.

Lukisan karya Raden Saleh yang diberi judul Gefangennahme von Prinz Diponegoro 

Sedangkan Raden Saleh memberi nafas nasionalisme dan kecintaannya pada sosok Diponegoro dalam lukisannya. Ia menggambarkan Diponegoro yang dipegangi beberapa prajurit Belanda dan matanya mengisyaratkan perlawanan. Tanda Diponegoro tetap menyatakan perlawanan dan berjuang, hingga detik terakhir.

Sedangkan kesamaannya, Diponegoro sama-sama digambarkan dengan jubah putih, celana dan jaket, memegang tasbih dan menggunakan sorban berwarna hijau. Lukisan Nicolaas Pieneman diberi judul Penyerahan Pangeran Diponegoro kepada Jenderal De Kock atau dalam bahasa Belanda De onderwerping van Diepo Negoro aan luitenant-generaal baron De Kock. Sedangkan lukisan Raden Saleh diberi judul Penangkapan Pangeran Diponegoro atau dalam bahasa Belanda Gefangennahme von Prinz Diponegoro.

Seorang sejarawan di Universitas Oxford, Peter Carey memberikan tanggapannya terhadap dua lukisan dari pelukis ternama di dunia pada eranya tersebut.

"Kekakuan dan keresmian terpancar kuat dari lukisan Pieneman. Sebaliknya, lukisan Raden Saleh diperkaya oleh nuansa kesedihan dan drama, dengan gambaran sikap keras para perwira Belanda yang berlawanan dengan wajah-wajah sendu pengikut Diponegoro," tulis Peter Carey seperti dirilis di laman Wikipedia. (ai/pojokseni.com)

Ads :
Lukisan yang begitu bermakna ini tentu akan membangkitkan semangat ketika menjadi pajangan. Namun, lukisan asli tentunya berada di Istana Merdeka dan Rijks Museum Belanda. Tapi, ada produk replika dari lukisan ini yang mirip aslinya dan bisa Anda jadikan pajangan yang sarat nilai historis di rumah Anda. Anda bisa membelinya di Lazada dengan klik gambar di bawah ini.



Lukisan di atas dibuat menggunakan teknik Giclee High Quality Printing di atas bahan canvas dari katun, sehingga menghasilkan tekstur alami dan kualitas setara lukisan di museum. Kanvas katun menjadikan lukisan ini tidak flat seperti lukisan dapa kanvas biasa, sehingga memberi kesan alami dan memperindah ruangan Anda.