Jakarta Kulminasi: Usia 5 Abad Jakarta dan Hari Tanpa Bayangan dirayakan dengan Menggulir Bola Raksasa -->
close
Pojok Seni
16 October 2026, 10/16/2026 12:09:00 PM WIB
Terbaru 2026-10-16T05:09:46Z
Media Patner

Jakarta Kulminasi: Usia 5 Abad Jakarta dan Hari Tanpa Bayangan dirayakan dengan Menggulir Bola Raksasa

Advertisement



PojokSeni/Jakarta - “Satu Hari Tanpa Bayangan” adalah gagasan yang melintasi proses pengembangan pemikiran tentang pendayagunaan ruang publik, dengan memilih Bundaran HI sebagai titik aktivasi atau kulminasi, dan pergerakan yang mengarah ke Monumen Nasional.


Kulminasi merupakan fenomena astronomi ketika Matahari atau benda langit mencapai titik tertinggi di langit. Pada saat Matahari berada tepat di atas kepala pengamat, bayangan benda tegak seolah menghilang. Pengertian ini ditafsirkan sebagai siklus: sebuah pergerakan yang terukur, sekaligus pencapaian waktu, prestasi, dan momentum yang merupakan bagian dari suatu perjalanan proses.


Jakarta yang menuju usia 500 tahun pada 2027 dapat dipandang sebagai sebuah siklus pergerakan dengan segenap “semesta” yang membutuhkan kemampuan beradaptasi dan kesadaran. Kegiatan publik ini dapat menjadi penanda sekaligus dokumentasi penting atas gerak kreativitas seniman dan masyarakat dalam memperjuangkan nilai-nilai kebersamaan di tengah gerak dan perubahan global. Gagasan ini juga menjadi respons terhadap posisi Jakarta sebagai kota global dan berbudaya.


Melalui kegiatan berbasis seni dan budaya, karya ini berupaya memberi tanda pada pentingnya pemahaman holistik tentang nilai-nilai kebersamaan dan kemampuan beradaptasi terhadap pergerakan global yang tak terhindarkan. Kegiatan ini juga mengajak masyarakat membangun kesadaran yang siaga terhadap berbagai pengaruh dan dampak dari perubahan serta siklus kehidupan.


Dokumentasi peristiwa menjadi salah satu prioritas agar rekaman kegiatan ini dapat dimanfaatkan secara efektif untuk kebutuhan yang lebih luas dan menghasilkan dampak berkelanjutan.


Ilustrasi konsep bola berlapis koran

Dalam aksi seni publik ini, lima bola besar akan digulirkan di kawasan Bundaran HI sebagai penanda momentum 500 Tahun Jakarta, dengan semangat “Kota Global dan Berbudaya.” Gerakan bola di ruang kota diharapkan membuka ruang perjumpaan dan menghadirkan pengalaman yang dapat dirasakan bersama oleh warga maupun pengunjung Jakarta.


“Jakarta Kulminasi — Satu Hari Tanpa Bayangan” tidak hanya menempatkan masyarakat sebagai penonton, tetapi juga mengundang mereka untuk berinteraksi, bergerak, dan menjadi bagian dari karya. Ruang publik pun hadir sebagai tempat berbagi pengalaman, membaca perubahan, serta merayakan keberagaman kehidupan kota.

 

Dalam momentum menuju 500 tahun Jakarta, karya seni publik “Jakarta Kulminasi - Satu Hari Tanpa Bayangan” mengajak masyarakat merasakan kota melalui gerak, interaksi, dan pengalaman bersama. Kegiatan ini akan berlangsung di kawasan Bundaran HI pada Minggu, 18 Oktober 2026, pukul 05.30–09.30 WIB.




Koran menjadi simbol berita, pengetahuan, dan rekaman kehidupan yang terus bergerak. Sementara itu, bola hadir sebagai simbol kehadiran, gerak, serta respons manusia terhadap perubahan. Melalui pertemuan dua simbol ini, karya tersebut menghadirkan refleksi tentang bagaimana informasi, manusia, dan ruang kota saling memengaruhi.