Advertisement
PojokSeni/Jakarta - “Satu Hari Tanpa Bayangan” adalah gagasan yang melintasi proses
pengembangan pemikiran tentang pendayagunaan ruang publik, dengan memilih
Bundaran HI sebagai titik aktivasi atau kulminasi, dan pergerakan yang mengarah
ke Monumen Nasional.
Kulminasi merupakan fenomena astronomi ketika Matahari atau benda
langit mencapai titik tertinggi di langit. Pada saat Matahari berada tepat di
atas kepala pengamat, bayangan benda tegak seolah menghilang. Pengertian ini
ditafsirkan sebagai siklus: sebuah pergerakan yang terukur, sekaligus
pencapaian waktu, prestasi, dan momentum yang merupakan bagian dari suatu
perjalanan proses.
Jakarta yang menuju usia 500 tahun pada 2027 dapat dipandang sebagai
sebuah siklus pergerakan dengan segenap “semesta” yang membutuhkan kemampuan
beradaptasi dan kesadaran. Kegiatan publik ini dapat menjadi penanda sekaligus
dokumentasi penting atas gerak kreativitas seniman dan masyarakat dalam
memperjuangkan nilai-nilai kebersamaan di tengah gerak dan perubahan global.
Gagasan ini juga menjadi respons terhadap posisi Jakarta sebagai kota global
dan berbudaya.
Melalui kegiatan berbasis seni dan budaya, karya ini berupaya
memberi tanda pada pentingnya pemahaman holistik tentang nilai-nilai
kebersamaan dan kemampuan beradaptasi terhadap pergerakan global yang tak
terhindarkan. Kegiatan ini juga mengajak masyarakat membangun kesadaran yang
siaga terhadap berbagai pengaruh dan dampak dari perubahan serta siklus
kehidupan.
Dokumentasi peristiwa menjadi salah satu prioritas agar rekaman
kegiatan ini dapat dimanfaatkan secara efektif untuk kebutuhan yang lebih luas
dan menghasilkan dampak berkelanjutan.
![]() |
| Ilustrasi konsep bola berlapis koran |
Dalam aksi seni publik ini, lima bola besar akan digulirkan di kawasan Bundaran HI sebagai penanda momentum 500 Tahun Jakarta, dengan semangat “Kota Global dan Berbudaya.” Gerakan bola di ruang kota diharapkan membuka ruang perjumpaan dan menghadirkan pengalaman yang dapat dirasakan bersama oleh warga maupun pengunjung Jakarta.
“Jakarta Kulminasi — Satu Hari Tanpa
Bayangan” tidak hanya menempatkan masyarakat sebagai penonton, tetapi juga
mengundang mereka untuk berinteraksi, bergerak, dan menjadi bagian dari karya.
Ruang publik pun hadir sebagai tempat berbagi pengalaman, membaca perubahan,
serta merayakan keberagaman kehidupan kota.
Dalam momentum menuju 500 tahun Jakarta,
karya seni publik “Jakarta Kulminasi -
Satu Hari Tanpa Bayangan” mengajak masyarakat merasakan kota melalui gerak,
interaksi, dan pengalaman bersama. Kegiatan ini akan berlangsung di kawasan
Bundaran HI pada Minggu, 18 Oktober 2026, pukul 05.30–09.30 WIB.
Koran menjadi simbol berita, pengetahuan, dan rekaman kehidupan yang terus bergerak. Sementara itu, bola hadir sebagai simbol kehadiran, gerak, serta respons manusia terhadap perubahan. Melalui pertemuan dua simbol ini, karya tersebut menghadirkan refleksi tentang bagaimana informasi, manusia, dan ruang kota saling memengaruhi.





