Bob Anwar feat. Nuranica & Yasin Getih Rilis Lagu "Kepada Adik" -->
close
Pojok Seni
04 August 2026, 8/04/2026 08:00:00 AM WIB
Terbaru 2026-08-04T01:00:00Z
Musik

Bob Anwar feat. Nuranica & Yasin Getih Rilis Lagu "Kepada Adik"

Advertisement
Artwork "Kepada Adik"


Pojok Seni - Ada jarak yang tak pernah kita rencanakan, dan justru karena itu paling menyakitkan. Jarak dengan kekasih bisa diberi nama: putus, atau sedang tak baik. Jarak dengan sahabat bisa dijelaskan oleh waktu dan kesibukan. Tapi jarak dengan adik sendiri; yang dulu tidur satu selimut, yang dulu berebut remot televisi, yang dulu kita gendong waktu ia jatuh dari sepeda; jarak itu datang tanpa alasan yang mudah dijelaskan. Jarak itu menyelinap pelan-pelan, dibungkus oleh sesuatu yang kita sebut "kedewasaan," padahal sering kali cuma rasa malu yang tak tahu darimana asal-usulnya. Kita jadi jaim kepada orang yang paling mengenal kita sebelum kita tahu apa itu gengsi.


Barangkali begitulah cara luka bekerja, tidak menyerang, hanya membiarkan kita sibuk. Membiarkan kita pikir "adik pasti mengerti," sampai suatu hari kita sadar bahwa mengerti bukan berarti tidak kesepian. Ada yang menyerah diam-diam di seberang percakapan yang tak pernah dimulai. Dan kita, kakak yang merasa sedang melindungi dengan berjarak, sebetulnya sedang lalai menjaga.


Dari keresahan itu lagu ini bermula, lagu yang semacam surat terlambat dikirim, ditulis oleh kakak yang menyadari bahwa kata "maaf" tak cukup. Sebab yang dirindukan bukan penjelasan, melainkan kehadiran yang dulu ada dan sekarang entah ke mana.


Tentang Lagu


“Kepada Adik” diciptakan oleh Bob Anwar, musisi sekaligus sastrawan asal Bandung yang dikenal lewat tulisan dan aktivitasnya di dunia literasi, serta pertunjukan musik yang kerap ia gelar di perpustakaan dan toko buku. Bagi Bob, sebuah lagu baru terasa hidup ketika lahir dari pengalaman yang sungguh dialami, sehingga lirik-lirik lagunya tak hanya puitik, tetapi juga otentik. Dan Kepada Adik adalah salah satu pengalaman emosionalnya dari prinsip itu.


Lagu ini dibawakan bersama Nuranica, solois asal Purwakarta yang namanya belakangan sering disebut dalam perbincangan musik indie Tanah Air. Nuranica dikenal karena caranya menyampaikan hal-hal personal dengan suara yang membuat pendengar merasa didengar, bukan sekadar dihibur. Dalam “Kepada Adik”, karakter vokalnya menjadi jembatan yang pas untuk lirik yang berbicara tentang penyesalan yang tak ingin terdengar dramatis.



Warna emosional lagu ini diperdalam oleh sentuhan biola Yasin Getih, musisi asal Bandung yang telah lama malang-melintang sebagai solois maupun session player. Getaran biola yang ia mainkan bukan sekadar ornamen, melainkan suara lain dari rasa bersalah yang tak terucap dalam lirik, sehingga melengkapi apa yang tak sanggup dikatakan kata-kata.


Aransemen serta proses mixing dan mastering dikerjakan Putra Prastyo, yang lebih dikenal Tyo Closehead, yang juga adalah suami dari Nuranica sendiri. Kolaborasi keduanya bukan hal baru: nama Tyo telah beberapa kali menyertai perjalanan bermusik Nuranica, dan pada “Kepada Adik”, kedekatan itu terasa dalam caranya meracik ruang yang cukup lapang bagi vokal dan biola untuk saling menyahut, tanpa satu pun berebut ingin didengar lebih dulu.


Seluruh proses rekaman berlangsung di studio pribadi, di rumah Tyo dan Nuranica sendiri: sebuah keputusan yang, disadari atau tidak, ikut membentuk suasana lagu ini. Ada kehangatan rumah yang sulit didapat di studio profesional mana pun: suasana yang membuat lagu tentang kerinduan kepada rumah dan adik, direkam justru di tempat yang paling menyerupai rumah itu sendiri.


Kapan dan untuk Siapa


Kepada Adik dirilis di seluruh platform digital pada 24 Juli, sehari setelah peringatan Hari Anak Nasional. Bukan kebetulan. Lagu ini dipersembahkan bukan untuk anak-anak yang dirayakan hari itu, melainkan untuk anak-anak yang sudah tumbuh dewasa dan lupa bahwa mereka pernah menjadi kakak dari seseorang, kepada siapa pun yang sedang sibuk mengejar hidupnya sendiri, hingga tanpa sadar meninggalkan seseorang yang dulu paling dekat, di rumah yang sama.


Kalau kamu kebetulan membaca ini sambil menunda pesan kepada adikmu sendiri, lagu ini, barangkali, sedang bicara kepadamu.