Advertisement
![]() |
| Ilustrasi anak belajar menulis |
Kapan sebaiknya anak belajar menulis? Dan bagaimana bila kita menjadikan anak bisa belajar dengan hati yang senang?
Pojok Seni - Belajar menulis merupakan bagian penting dalam perkembangan literasi anak. Banyak orang tua bertanya: kapan waktu yang tepat untuk mulai mengajarkan anak menulis? Para ahli perkembangan anak umumnya sepakat bahwa proses belajar menulis tidak dimulai saat anak pertama kali memegang pensil, tetapi jauh sebelumnya melalui berbagai tahap perkembangan motorik dan bahasa.
Menurut penelitian perkembangan anak oleh National Association for the Education of Young Children (NAEYC), keterampilan menulis mulai berkembang sejak usia prasekolah (sekitar 3–5 tahun). Pada tahap ini anak belum harus menulis huruf dengan benar, tetapi mulai belajar melalui coretan, menggambar, atau mencoba meniru bentuk huruf. Aktivitas tersebut membantu perkembangan koordinasi motorik halus yang sangat penting untuk menulis.
Selain itu, studi dari Puranik & Lonigan (2011) dalam Journal of Early Childhood Literacy menjelaskan bahwa kemampuan menulis awal anak berkembang melalui tiga tahap utama: eksplorasi (mencoret dan menggambar), pengenalan simbol (meniru huruf), dan penulisan sederhana (menulis kata atau nama sendiri). Artinya, proses ini perlu berlangsung secara bertahap dan tidak dipaksakan.
Agar anak belajar menulis dengan hati yang senang, orang tua dan guru dapat menerapkan beberapa pendekatan berikut:
1. Mulai dari aktivitas menyenangkan
Anak-anak belajar lebih baik melalui permainan. Menggambar, mewarnai, membuat pola di pasir, atau menulis menggunakan krayon warna-warni dapat menjadi cara menyenangkan untuk mengenalkan aktivitas menulis. Krayon dengan warna cerah, kemasan menarik, dan ujung bermotif seperti Deli Krayon atau Gel Crayon 48 Warna bisa menjadi pilihan.
2. Tidak menuntut kesempurnaan
Pada tahap awal, fokuslah pada proses, bukan hasil. Coretan yang belum rapi tetap merupakan bagian penting dari perkembangan kemampuan menulis anak. Terpenting anak tetap menulis sesuka hatinya, dan tetap berbahagia. Koleksi dari Deli x Shincan Stationery bisa jadi pilihan yang cute, fun, namun tetap fungsional untuk alat tulis anak.
![]() |
| Produk Deli x Shincan Stationery yang lucu buat anak. |
3. Gunakan kegiatan sehari-hari
Ajak anak menulis hal sederhana seperti namanya sendiri, daftar belanja kecil, atau kartu ucapan untuk keluarga. Aktivitas ini membantu anak memahami bahwa menulis memiliki makna dalam kehidupan sehari-hari.
4. Beri contoh dan dukungan positif
Anak cenderung meniru orang dewasa. Ketika orang tua sering menulis atau membaca di rumah, anak akan melihat bahwa kegiatan literasi adalah sesuatu yang menyenangkan dan bermanfaat.
Penelitian oleh Graham, Bollinger, & Booth Olson (2012) tentang pengajaran menulis pada anak menunjukkan bahwa dukungan lingkungan yang positif dan aktivitas menulis yang bermakna dapat meningkatkan motivasi anak dalam belajar menulis sejak dini.
Jadi, kapan waktu terbaik untuk mulai belajar menulis? Waktu terbaik adalah ketika anak menunjukkan minat dan kesiapan perkembangan.
Dengan pendekatan yang menyenangkan, tanpa tekanan, serta dukungan dari orang tua dan guru, proses belajar menulis dapat menjadi pengalaman yang menggembirakan bagi anak sekaligus membangun fondasi literasi yang kuat di masa depan. Anda bisa membeli produk-produk alat tulis yang lucu dan fungsional dari Deli x Shincan Stationery di Shopee, atau di akun Instagram Deli Indonesia dan Tiktok resmi Deli Indonesia.




.jpg)


