Belajar Bahasa Inggris, Jembatan Seniman dan Karya Seni ke Audiens dan Estetika Global -->
close
Pojok Seni
11 March 2026, 3/11/2026 08:00:00 AM WIB
Terbaru 2026-03-11T01:00:00Z
NarasiSeni

Belajar Bahasa Inggris, Jembatan Seniman dan Karya Seni ke Audiens dan Estetika Global

Advertisement
Mother Doesn't Know Mnemosyne karya Tra Nguyen, Vietnam.
Pertunjukan berjudul Mother Doesn't Know Mnemosyne karya Tra Nguyen, Vietnam, dipentaskan di Djakarta International Theatre Platform (DITP) 2025 di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.

Oleh: Adhyra Irianto


Akhir tahun 2022, saya dan teman-teman mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karya pertunjukan teater di sebuah even internasional. Saat mempresentasikan karya tersebut dalam talkshow sebelum pentas, saya yang mewakili teman-teman diminta untuk mempresentasikannya dalam bahasa Inggris. Akhir tahun 2023, saya diminta untuk presentasi tentang teater ke salah satu sekolah tinggi seni di Singapura. Karena anak saya kecelakaan dan mengalami patah tangan, saya mengundurkan diri dari presentasi itu, lalu digantikan dengan teman-teman saya. Meski Singapura adalah negara tetangga, namun etnis Tionghoa menjadi penduduk mayoritas di negara pulau tersebut. Hasilnya, presentasi yang berisi pengenalan budaya Indonesia oleh teman-teman saya di sana menggunakan bahasa Inggris.


Tahun 2024, saya mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan metode penciptaan teater yang saya susun lewat sebuah seminar internasional di Bandung. Narasumber dan peserta dari sejumlah negara di Asia datang ke seminar tersebut. Selain itu, metode tadi juga diterbitkan lewat prosiding internasional lewat artikel berjudul Construction of Absurd Theatre Form with Parabolic Drama. Yah, lagi-lagi saya musti menggunakan bahasa Inggris. 


Tahun 2025, saya mendapatkan pekerjaan menjadi pengamat pertunjukan (observer) di Djakarta International Theatre Platform (DITP) yang merupakan even teater tingkat Asia Tenggara di Indonesia. Di kegiatan itu, saya berkenalan dengan sejumlah produser teater, seniman teater, dan relasi lainnya yang berasal dari sejumlah negara di Asia Tenggara. Lagi-lagi, komunikasi dilakukan menggunakan bahasa Inggris. Pengamatan yang saya lakukan pada pertunjukan juga mewajibkan saya bisa berbahasa Inggris. Sebab sejumlah pertunjukan terutama dari Vietnam, Thailand, dan Filipina, semuanya digelar menggunakan campuran bahasa Inggris dan bahasa asli mereka. Salah satu pertunjukan yang cukup memukau bagi saya adalah Mother Doesn't Know Mnemosyne karya Tra Nguyen, Vietnam.


Ketika menyusun tesis untuk menamatkan S2 penciptaan seni teater di Pascasarjana Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, saya "berkenalan" dengan sejumlah buku teori baru. Salah satu yang cukup berpengaruh bagi saya adalah buku yang ditulis oleh Michael Y. Bennett berjudul Reassessing the Theatre of the Absurd: Parabolic Drama and the Question of Absurdity (2011). Dan, yah lagi-lagi buku itu juga berbahasa Inggris.


Ruang Tunggu dalam 7 Fragmen karya Adhyra Irianto
Pertunjukan bertajuk Waiting Room in 7 Fragment karya Adhyra Irianto yang diajukan sebagai prototype dari penciptaan seni teater dengan metode montage-absurd.

Dari rentetan "kejadian" tersebut, saya menyadari satu hal bahwa untuk belajar seni teater, terutama untuk bersentuhan dengan estetika global, saya mesti menguasai bahasa Inggris. Karena buku-buku rujukan terbaru (seperti buku terbitan tahun 2011 yang ditulis Bennett) itu semuanya berbahasa Inggris. Saya bahkan ingat pertama kali saya mengenal "poor theatre" dari Jerzy Grotovsky ketika dipinjamkan buku oleh sutradara Komunitas Berkat Yakin Lampung, bang Ari Pahala Hutabarat. Dan buku itu (lagi-lagi) berbahasa Inggris.


Selain untuk belajar dan mengembangkan kreativitas penciptaan karya, belajar bahasa Inggris tadi juga memastikan kita bisa membangun relasi dan membuka peluang karya yang kita buat menjadi go international. Apalagi, di era digital saat ini, batas geografis hampir tidak lagi menjadi penghalang bagi seorang seniman. Karya dari kota kecil sekalipun dapat menjangkau galeri, kolektor, kurator, hingga penikmat seni di berbagai belahan dunia. Internet, media sosial, dan platform global membuka peluang besar bagi seniman untuk memperluas pasar serta membangun reputasi internasional.


Kemampuan bahasa Inggris mau tidak mau menjadi skill dan keterampilan yang menjadi jembatan dari karya kita ke audiens global, serta estetika global.


Bahasa Inggris telah menjadi lingua franca dalam dunia seni internasional. Dari komunikasi dengan kurator, penulisan proposal residensi seni, hingga promosi karya di platform global, kemampuan bahasa Inggris dapat meningkatkan daya tawar seorang seniman. Tanpa keterampilan komunikasi yang memadai, potensi karya yang luar biasa sekalipun sering kali sulit menjangkau pasar yang lebih luas.


Nah, konsep utama belajar bahasa itu adalah belajar melalui praktik (practice-based learning). Yah, meskipun kita menghafal ratusan diksi bahasa Inggris, tapi tidak kunjung menggunakannya, bagaimana kita bisa lancar berbahasa Inggris? Untuk bisa terus berkomunikasi, kita butuh lawan bicara, tutor yang ahli, serta lingkungan yang mendukung. Karena itu, salah satu tempat yang populer sebagai destinasi belajar bahasa Inggris adalah Kampung Inggris Pare, di Kediri, Provinsi Jawa Timur.


Sejarah Singkat Kampung Inggris


Kampung Inggris Pare, Kediri
Gerbang masuk ke area Kampung Inggris Pare, Kediri

Kampung Inggris merupakan kawasan pembelajaran bahasa Inggris yang terletak di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Wilayah ini dikenal luas sebagai pusat kursus bahasa Inggris terbesar di Indonesia, dengan ratusan lembaga kursus yang menawarkan berbagai metode pembelajaran intensif.


Sejarah Kampung Inggris bermula dari berdirinya Basic English Course (BEC) pada 15 Juni 1977 oleh Kalend Osein. Lembaga ini kemudian menjadi inspirasi bagi banyak pengajar lain untuk membuka kursus serupa di wilayah tersebut. Seiring waktu, jumlah lembaga kursus terus bertambah hingga membentuk sebuah ekosistem pembelajaran bahasa yang unik.


Saat ini, Kampung Inggris tidak hanya dikenal oleh pelajar dan mahasiswa, tetapi juga oleh kalangan profesional dari berbagai bidang, termasuk di antaranya para praktisi seni alias seniman. Sistem pembelajaran yang intensif, lingkungan yang mendorong penggunaan bahasa Inggris sehari-hari, serta interaksi dengan peserta dari berbagai daerah membuat tempat ini menjadi pilihan populer untuk meningkatkan kemampuan komunikasi global.


Manfaat Kampung Inggris untuk Kalangan Profesional


Kampung Inggris Pare, Kediri
Salah satu sudut yang sering menjadi spot foto di Kampung Inggris Pare, Kediri

Bagi seniman yang ingin mengembangkan karier hingga tingkat internasional, kemampuan bahasa Inggris memiliki dampak yang sangat signifikan. Kampung Inggris menawarkan lingkungan belajar yang dapat membantu meningkatkan keterampilan tersebut secara praktis dan cepat.


Beberapa manfaat yang dapat dirasakan oleh kalangan profesional, khususnya seniman, antara lain:


1. Meningkatkan kemampuan komunikasi dengan relasi internasional


Dalam dunia seni global, komunikasi menjadi kunci penting. Seniman sering kali perlu menjelaskan konsep karya, berdiskusi dengan kurator, atau bernegosiasi dengan kolektor. Kemampuan berbahasa Inggris yang baik akan mempermudah proses tersebut dan meningkatkan profesionalisme dalam interaksi internasional.


2. Mempermudah pemasaran karya di platform global


Platform seperti marketplace seni, galeri daring, hingga media sosial internasional sebagian besar menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik, seniman dapat menulis deskripsi karya yang lebih kuat, membuat portofolio internasional, serta mempromosikan karya secara lebih efektif.


3. Memperluas networking (jaringan) di komunitas seni dunia


Seni tidak hanya berkembang melalui karya, tetapi juga melalui jaringan. Festival seni, residensi internasional, pameran global, hingga diskusi akademik hampir selalu menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi utama. Dengan kemampuan bahasa yang memadai, seniman dapat berpartisipasi secara aktif dalam komunitas seni dunia.


4. Lembaga Kursus World English (WE)


Salah satu lembaga kursus yang berkembang di kawasan Kampung Inggris adalah World English (WE). Lembaga ini berdiri pada tahun 2017 dan telah memperoleh izin resmi dari Dinas Pendidikan. Dalam waktu singkat, Kampung Inggris World English berkembang pesat dengan ribuan lulusan dari berbagai daerah di Indonesia.


World English menerapkan metode pembelajaran modern dengan sistem kelas kecil (small class focus) sehingga setiap peserta mendapatkan perhatian yang lebih intensif dari tutor. Selain itu, lingkungan belajar yang didukung dengan sistem English Area membantu peserta membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari.


Program yang tersedia cukup beragam, mulai dari speaking, grammar, pronunciation, hingga persiapan TOEFL dan IELTS. Dengan pendekatan yang praktis dan komunikatif, peserta tidak hanya mempelajari teori bahasa, tetapi juga langsung menggunakannya dalam interaksi nyata.


5. Program Unggulan: Integrated Speaking


Salah satu program kursus bahasa Inggris yang direkomendasikan bagi para profesional, termasuk seniman, adalah Program Integrated Speaking.


Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan berbicara secara intensif melalui berbagai sesi pembelajaran setiap hari. Peserta akan mengikuti beberapa kelas yang terstruktur, dilengkapi dengan modul pembelajaran serta praktik komunikasi langsung. Durasi program cukup fleksibel, mulai dari dua minggu hingga beberapa bulan, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta.


Melalui pendekatan ini, peserta tidak hanya mempelajari grammar atau teori bahasa, tetapi juga membangun kepercayaan diri dalam berbicara. Bagi seniman, kemampuan ini sangat penting ketika harus mempresentasikan karya, menjelaskan ide artistik, atau berdiskusi dengan komunitas seni internasional.


6. Bahasa Inggris sebagai Alat Daya Tawar Seniman


Dalam dunia seni global, karya yang kuat perlu didukung dengan komunikasi yang efektif. Banyak seniman berbakat yang memiliki potensi besar, tetapi kesulitan menembus pasar internasional karena hambatan bahasa.


Dengan menguasai bahasa Inggris, seorang seniman dapat:


  1. menulis artist statement/proposisi karya yang lebih kuat
  2. berkomunikasi langsung dengan relasi internasional (kurator, galeri, produser, sesama seniman, dan lain-lain). 
  3. mengikuti residensi seni global
  4. memperluas pasar dari berbagai negara


Seniman yang punya karya hebat, tentu saja punya peluang untuk menjadi lebih sukses. Tapi, seniman yang punya karya hebat dan juga jago berbahasa Inggris, punya lebih besar peluang untuk memperkenalkan karyanya di panggung global. Berbahasa Inggris menjadikan seniman punya daya tawar yang lebih kuat di jaringan internasional. Maka, untuk menjangkau pasar internasional, seniman perlu kreativitas sekaligus kemampuan komunikasi dengan bahasa Inggris, sehingga belajar di Kampung Inggris bisa menjadi langkah strategis.


Belajar Bahasa Inggris dari Sekarang


Ruwat Bumi: Endapan Ingatan
Karya bertajuk Ruwat Bumi: Deposits of Memory (Ruwat Bumi: Endapan Ingatan) yang dipentaskan di International Culture and Art Space (ICAS) 2022 (foto: Febrika Cs)

Karena itu, sangat disarankan untuk seorang seniman yang ingin membuka jaringan dan peluang memperkenalkan karyanya ke panggung global untuk belajar bahasa Inggris, mulai dari sekarang. Dunia seni kini semakin terbuka dan terhubung. Seniman dari berbagai daerah memiliki peluang yang sama untuk dikenal di tingkat internasional. Namun untuk memanfaatkan peluang tersebut, diperlukan kemampuan komunikasi global yang memadai.


Bahasa Inggris menjadi salah satu kunci utama untuk membuka pintu tersebut. Melalui lingkungan belajar intensif seperti Kampung Inggris, seniman dapat meningkatkan keterampilan bahasa sekaligus membangun kepercayaan diri dalam berinteraksi di dunia internasional.


Pada akhirnya, untuk menjangkau pasar global, seniman tidak hanya membutuhkan kreativitas dalam berkarya, tetapi juga kemampuan komunikasi yang efektif. Karena itu, belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas jaringan, memperkuat daya tawar, dan membawa karya seni melangkah lebih jauh ke panggung dunia