Advertisement
Hein Sorongan: Sena Ne Tomu'ung menjadi judul buku yang diluncurkan di Aula Gereja Wisma Mukti Surabaya pada Ssbtu 14 Februari 2026.
Surabaya, Pojok Seni - Acara yang dikemas secara sederhana ini, demikian Pak Hein mengatakan, menghadirkan beberapa perwakilan yang selalu bersinergi dengan dunia kolintang. Sebut saja, Setiadji Yudho selaku Ketua Pinkan DPD Jawa Timur, Noufry Rondonuwu, seorang tokoh kawanua, yang bukan kebetulan mengetuai Kerukunan Keluarga Kawanua Surabaya dan beberapa paguyuban lainnya. Dan beberapa undangan yang merupakan tokoh kawanua, teman, kolega dan saudara dari Pak Hein Sorongan.
Tak hanya itu, kehadiran Laksamana Muda TNI Samuel Kowaas menambah semarak acara peluncuran ini. Admiral Kowaas mengatakan bahwa, saya adalah anak dari Corneles Kowaas, yang adalah tentara, yang waktu itu mengajak Pak Hein untuk berkarya dalam pelatihan kolintang di Tanjung Pinang. Jadi, masa kecil saya telah sangat intens bahkan sangat dekat dengan Pak Hein. Maka untuk itu, saya mengucap selamat atas peluncuran buku ini. Serentak itu, saya mengajak untuk terus berkarya bagi dunia lewat alunan kolintang.
Adapun kegiatan ini juga disupport langsung oleh Pinkan Indonesia, dalam hal ini, Ibu Penny Iriana Marsetio. Sosok ibu kolintang ini, adalah yang telah banyak membantu Pak Hein, dalam tugas dan karya, terutama untuk meneruskan gaung kolintang lewat karya-karya, termasuk buku ini. Dalam kata pengantarnya, Bu Penny mengucap selamat atas terbitnya buku ini. Buku ini pun adalah buku pertama tentang kolintang di Surabaya Jawa Timur.
Acara juga dikemas dengan konsep pergelaran beberapa grup kolintang yang diasuh oleh Pak Hein, seperti:
- Grup Yosafat,
- Grup Vox Amoris,
- Grup Gabriela,
- Grup Elizabeth.
Akhirnya, bukan yang menjadi paling akhir, ditampilkan juga Grup Paguyuban Pelatih Kolintang Jawa Timur, yang ikut serta mensupport dengan bermain bersama Pak Hein, yang meluncurkan buku barunya.
Selamat Pak Hein, Selamat Kolintang Jawa Timur. Salam Kolintang.








