Self Photo Studios, Selfie di Studio Foto Tanpa Fotografer -->
close
Pojok Seni
15 January 2026, 1/15/2026 02:26:00 AM WIB
Terbaru 2026-01-14T19:29:08Z
Artikel

Self Photo Studios, Selfie di Studio Foto Tanpa Fotografer

Advertisement
Self foto studio adalah
Self photo studio, studio foto profesional tanpa fotografer

PojokSeni - Kapan terakhir Anda selfie? Mungkin beberapa menit yang lalu, atau mungkin beberapa detik yang lalu. Mengambil foto untuk diri sendiri (yang kemudian disebut selfie) di era modern, diklaim dilakukan pertama kali oleh Paris Hilton dan Britney Spears tahun 2006. Dari cuitannya di akun Twitter (sekarang X) pada tahun 2017, ia menyebut bahwa mereka berdua adalah orang yang menciptakan "selfie" tersebut. Cuitan tersebut dijawab oleh beberapa orang yang juga mengklaim menemukan "selfie" di beberapa tahun sebelum foto tersebut ada. 


selfie pertama hilton dan britney
Selfie pertama Hilton dan Britney tahun 2006 yang kemudian menjadikan demam selfie di dunia

Ternyata, klaim Paris Hilton terlambat tiga tahun. Tahun 2003, Nathan Hope seorang pemuda Australia memposting foto selfienya di situs bernama Slashdot. Foto itu yang justru memancing banyak orang untuk meniru yang dilakukannya. Sayangnya, Hope justru mengambil selfie tersebut dalam keadaan mabuk. Ia justru mengambil foto dirinya sendiri untuk menceritakan bahwa ia tersandung dan bibirnya luka, lewat situs tersebut. Ia berkata sebagai caption, ".. sorry about the focus, it was selfie..."


Selfie pertama di era modern. Diambil tahun 2003.


Setelah itu, kata "selfie" menjadi populer di Australia. Kata-kata slang juga sudah biasa menggunakan -ie di negeri yang juga sering disebut "Aussie.." tersebut. Tapi, lama kelamaan kata selfie mulai terbiasa digunakan di belahan dunia lain, masuk dalam kamus Oxford, sampai akhirnya ketika Nokia menguasai pasar dengan ponsel berkamera awal-awal mereka, selfie menjadi hal yang mulai banyak ditemukan.


Sampai ada yang berkata, siapa yang tidak pernah selfie setidaknya sekali seumur hidupnya? Hingga beberapa waktu terakhir, Bahasa Indonesia memperkenalkan kata baru yakni "swafoto" yang berarti... selfie.


Yah, menurut BBC dan Guiness Book of Record, nama Robert Cornelius asal Philadelphia, Amerika Serikat adalah orang yang pertama kali mengambil foto selfie di tahun 1839. Tapi, kata selfie itu diperkenalkan oleh lelaki mabuk asal Aussie tahun 2003, dan yah mau tidak mau, harus diakui yang menjadikan budaya selfie menjadi mendunia adalah dua orang perempuan pesohor itu, Hilton dan Britney.


Foto yang dianggap sebagai Selfie pertama di dunia.

Dari Handphone, Sampai Studio




Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa frekuensi selfie meningkat sampai 17.000 persen pada tahun 2012. Yah, itu waktunya android berkuasa penuh, menjadi raja bersama dengan iPhone. Keberhasilan Android dan iOs menyisihkan Nokia menjadi penanda bagaimana selfie menjadi budaya dan identitas visual tahun 2010-an hingga saat ini. Selfie menjadi cara seseorang menceritakan dirinya, seperti Hope menceritakan bibirnya robek di tahun 2003. 


Dimulai dari tudingan bahwa selfie adalah narsisme, sampai akhirnya selfie menjadi budaya baru. Sebagai budaya baru, maka pasar segera memberikan "kemudahan" bagi budaya urban yang satu ini. Seperti bagaimana perubahan rokok yang perlahan menjadi vape, seperti itu juga budaya "selfie" perlahan digandrungi masyarakat.


Lahirlah tongsis (tongkat narsis), teknologi kamera depan, dan sebagainya. Lahir juga photobooth, alias stand foto yang memungkinkan foto beramai-ramai dengan teman.  Di luar tuduhan narsis, objektivitas diri, (sampai psikopatik) ternyata orang-orang yang dulunya menyendiri, takut dengan keramaian, takut dengan orang lain, dan sebagainya, sekarang menemukan satu keberuntungan. Yah, ia bisa mengambil foto dirinya sendiri. 


Tapi, kita butuh foto profesional, butuh kamera terbaik, pencahayaan yang sempurna, latar belakang terbaik, sedikit editing, dan tentunya tangan fotografer untuk mendapatkan foto terbaik, bukan? Tidak bisa didapat dengan "selfie".


Ilustrasi self photo studio


Nah, dari sinilah bermula ide untuk membuat self photo studio itu lahir. Seseorang yang ingin bebas bergaya, tapi agak gemetaran bila dilihat oleh orang lain, tentu akan berpikir dua kali untuk datang ke studio foto. Tapi, kalau di studio foto itu dia akan melakukan selfie, kenapa tidak?


Self Photo Studio menawarkan sebuah studio profesional, dengan alat-alat profesional, pencahayaan profesional, dan tentunya kamera profesional. Digabungkan dengan privasi, kebebasan personal, dan foto diri yang intim tanpa mata orang luar. Ruang ini seakan ruang hibrid antara selfie dengan studio foto.


Kamera berada di atas tripod, bukan di tangan fotografer. Sebuah layar besar menampilkan apa yang ditangkap oleh kamera tersebut, jadi Anda bisa tetap mengatur gaya Anda sendiri. Di tangan Anda, ada sebuah remot kecil yang berfungsi sebagai shutter. Saat Anda mengkliknya, maka timer (bisa dipilih antara 3, 5, dan 10 detik) akan bergerak, Anda tinggal action!


Setelah foto diambil, ada fitur edit ringan, seperti penyempurnaan warna kulit, filter yang ringan, atur kontras dan cahaya. Tapi ingat, edit yang secukupnya saja, jangan sampai berlebihan seperti filter di Instagram. Setelah itu, foto digital sudah bisa Anda simpan di media penyimpanan atau ponsel Anda. Atau, Anda bisa langsung mencetak foto tersebut, seperti di studio foto pada umumnya.


Maka, bebaslah bereksperimen dengan penuh gaya, di Self Photo Studio. lengkapi waktu santaimu dengan sesuatu yang praktis. Misalnya, cek isi pods untuk menemani momen rileksmu, sambil bereksperimen gaya terbaik.