Tips Memulai Bisnis Hijab dengan Brand Sendiri Biaya Terjangkau, Ini Strateginya -->
close
Pojok Seni
20 August 2023, 8/20/2023 04:02:00 AM WIB
Terbaru 2023-08-19T21:16:23Z
NarasiRekomendasi

Tips Memulai Bisnis Hijab dengan Brand Sendiri Biaya Terjangkau, Ini Strateginya

Advertisement
membangun bisnis hijab sendiri
Tips membuat brand hijab sendiri


Pojok Seni - Apa produk yang paling membanjiri pasar Indonesia? Beberapa akan menjawab bahwa smartphone merupakan produk yang paling membanjiri pasar Indonesia. 


Pasar Smartphone membanjiri Indonesia, tak terkecuali dua tahun terakhir, dengan total penjualan lebih dari 16 juta unit. Tapi, jumlah itu kalah telak dari pasar hijab/jilbab di Indonesia yang mencapai 300 juta penjualan di satu tahun terakhir.


Wajar saja, Indonesia adalah negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia, total 241,7 juta penduduknya beragama Islam, alias lebih dari 80% jumlah penduduk Indonesia keseluruhan di tahun 2022. 


Lebih spesifik lagi, 49,5% di antara angka tersebut adalah perempuan. Itu berarti sekitar 135,57 juta pemeluk Islam di Indonesia adalah perempuan.


Bila dalam satu tahun setiap perempuan di Indonesia hanya membeli dua jilbab, yakni di Idul Adha dan Idul Fitri saja, maka jumlah penjualan 300 juta jilbab tadi sudah tercapai.


Tapi, apakah Anda yakin setiap perempuan di Indonesia hanya membeli dua jilbab per tahun? Tentu tidak, bukan? Yah, setidaknya perempuan memiliki 30 jilbab aneka warna dan motif di rumahnya.


Apakah jilbab yang paling laku di Indonesia? Untuk kelas menengah ke atas maka penjualan jilbab modis dengan harga di atas Rp200 ribuan adalah jilbab yang paling banyak dibeli.


Sedangkan untuk kelas menengah ke bawah, kerudung sederhana dan praktis adalah jenis jilbab yang paling banyak dibeli. Total 60% dari seluruh penjualan jilbab yang disebut sebelumnya, adalah pembelian jilbab jenis ini. 


Tentunya ini menjadi satu peluang besar bagi calon pebisnis yang ingin menjajal bisnis hijab di Indonesia.


Apa Jenis Jilbab yang Dibeli Masyarakat?


membuat brand hijab sendiri
Tips memulai dan membuat brand hijab sendiri


Hal pertama yang mesti dipertimbangkan adalah menentukan jenis jilbab yang akan dijual. Intinya, dengan menjawab pertanyaan; apa jenis jilbab yang paling banyak dibeli oleh orang Indonesia?


Setidaknya ada tiga segmentasi jilbab di pasar Indonesia.


Kerudung Praktis/Sederhana


Seperti disebut sebelumnya, 60% penjualan jilbab per tahun adalah jenis kerudung praktis dan sederhana. Sebab, jilbab jenis ini akan digunakan di banyak situasi. 


Jilbab Modis


Berikutnya, 25% penjualan jilbab adalah jenis jilbab modis. Ciri khasnya, jilbab ini hadir dengan warna-warna menarik, serta memiliki gaya dan motif yang premium atau khusus. Motif ini yang kemudian, menjadi ciri khas dari setiap brand. 


Jilbab Syar'i


Jilbab ini merupakan pilihan jilbab yang digunakan untuk keperluan acara keagamaan. Setidaknya 10% dari total penjualan hijab adalah jilbab jenis ini.


Jilbab Anak


Sebenarnya, jilbab anak juga terdiri dari jilbab praktis, jilbab modis, jilbab syar'i dan sebagainya. Hanya saja, biasanya segmentasi untuk jilbab anak biasanya khusus.


Bagaimana Membangun Brand Hijab Sendiri untuk Berkompetisi


membuat brand hijab sendiri


Untuk masuk dan ikut bersaing dalam bisnis hijab, maka pertama kali yang perlu dipertimbangkan adalah brand hijab Anda. Membangun bisnis hijab sendiri dengan brand Anda mesti menjadi bahan pertimbangan awal, agar produk-produk Anda mudah dikenali, serta mudah mendapatkan penggemar.


Setidaknya, ada empat komponen utama yang menjadi pertimbangan untuk membangun brand hijab sendiri.


1. Brand, Ciri Khas, dan Logo


Pertama, seperti yang sudah dibahas sebelumnya, apa nama brand Anda. Perencanaan ini juga menyangkut urusan logo, desain, warna khusus, dan hal-hal lain yang akan langsung mengarahkan konsumen untuk mengingat brand Anda.


Desain logo setidaknya pernah dibahas Pojok Seni dalam beberapa artikel di situs ini. Anda bisa membacanya dengan mengetik di kolom pencarian bagian atas situs ini. 


Intinya, logo tersebut mudah diingat, gampang ditempatkan di mana saja, menggambarkan visi brand, juga memiliki landasan filosofi yang kuat.


2. Kualitas Produk


Kedua, kualitas produk. Ini tergantung pada segmentasi pasar yang Anda ingin cari. Bila Anda ingin menjual hijab di segmen pasar menengah ke atas, maka bahan-bahan Anda adalah bahan premium, begitu juga kualitas printing motif dan corak.


Bila Anda menjual hijab dengan harga di bawah Rp100.000, tentunya wajar saja kalau kualitas bahannya menengah ke bawah. Tapi, bila Anda menjual hijab dengan harga di atas Rp250.000 bahkan hingga jutaan rupiah, maka desain dan bahan mesti berkualitas tinggi.


Kain yang berkualitas tinggi, kemudian desain yang premium, akan menjadi jauh lebih baik bila Anda juga menggunakan jasa print kain yang berkualitas. 


Mempertimbangkan jasa print hijab yang berkualitas tinggi, akan menjadikan produk Anda mampu bersaing dengan produk dari kompetitor.


3. Harga dan Segmentasi Pasar


Apa segmentasi pasar yang Anda bidik? Maka harga hijab Anda mesti disesuaikan dengan tujuan pasar tadi. Bila Anda menyasar pasar menengah ke bawah, maka jasa print kain, harga bahan kain dasar, serta upah desainer, juga akan lebih murah. Hasilnya, tentunya produknya tidak begitu berkualitas tinggi.


Sebaliknya, bila Anda menyasar pasar menengah ke atas. Maka desainnya juga premium (bila perlu melibatkan desainer ahli), bahan dasar kainnya mesti berkualitas tinggi, dan jasa print kain atau jasa print hijab juga mesti yang berkualitas tinggi.


4. Strategi Pemasaran


Sekarang, lewat mana Anda akan memasarkan produk Anda tersebut? Apakah menggunakan lapak di toko daring, atau membangun website sendiri, atau menggunakan media sosial?


Karena setiap jalur penjualan tadi akan membutuhkan strategi sendiri. Menggunakan lapak di toko daring, akan memerlukan strategi seperti diskon tertentu, live streaming, dan sebagainya.


Sedangkan membangun website sendiri akan mempertimbangkan Search Engine Optimization (SEO) dan foto+artikel yang mampu memengaruhi pembeli.


Media sosial, seperti Instagram, Tiktok, Facebook, dan sebagainya juga bisa menjadi jalur penjualan yang efektif. Tentunya, strategi seperti melibatkan influencer yang memiliki banyak follower, atau bekerjasama dengan brand lain, bisa menjadi bahan pertimbangan.


Membuat Brand Hijab Sendiri dengan iPrint


jasa print hijab dan jasa print kain


Untuk membangun brand hijab sendiri dengan mudah dan cukup terjangkau, Anda bisa memanfaatkan jasa dari iPrint. Perusahaan iPrint merupakan penyedia jasa print kain atau tekstil digital, yang juga menyediakan berbagai jenis kain yang sesuai dengan kebutuhan Anda, serta mendukung dan memberikan banyak ide desain untuk brand Anda.


Anda bisa memesan hanya 10 meter saja (minimal order), yang kemudian diprint dengan desain dan logo brand Anda, lalu Anda jual kembali.


Ada jasa print hijab dengan hasil berkualitas, warna presisi, dengan bahan hijab voal yang terdiri dari tujuh pilihan bahan. 


Kemudian, ada jasa cutting hijab yang menjadikan Anda bisa membentuk hijab dalam 7 pilihan motif, dan finishing yang rapi, unik, dan tentunya berkualitas.


Terlebih lagi, harganya cukup terjangkau. Juga, minimum order tidak begitu besar, hanya rata-rata 12-20 pcs per order.


Perhitungan Harga dengan Jasa iPrint


membuat bisnis hijab sendiri


Setidaknya, ada beberapa jenis jilbab yang biasa diproduksi oleh brand hijab. Tiga di antaranya antara lain phasmina, hijab segiempat, dan hijab segitiga.


Umumnya ukuran hijab adalah 75x150 cm untuk phasmina, 120 cm (setiap sisi) untuk hijab segi empat dan hijab segitiga. Dan bahan yang cukup sering untuk menjadi bahan hijab premium adalah voal premium, maxmara, dan katun toyobo


Rata-rata biaya yang diperlukan untuk mencetak desain di atas kain tersebut (ditambah harga kainnya) untuk kain berukuran 1 meter (panjang) dan lebar 130 cm adalah Rp120.000 hingga Rp150.000 di iPrint. Dengan jumlah pesanan minimal 10 meter, maka modal yang Anda keluarkan maksimal adalah Rp1,5 juta.


Katakanlah, Anda menggunakan jasa desainer profesional dengan harga Rp500.000 per desain. Maka, modal Anda adalah Rp2 juta. 


Tapi ingat, Rp2 juta tadi Anda mendapatkan kain sepanjang 10 meter x 130 cm. Bila dibuat menjadi hijab segi empat misalnya, akan menjadi sebanyak 80 hijab. 


Untuk menjadikannya 80 hijab, maka Anda memerlukan jasa cutting hijab mulai dari Rp12.000 per hijab. Kita bulatkan saja Anda membutuhkan Rp1 juta untuk biaya cutting hijab Anda menjadi 80 pcs. 


Maka total modal untuk 80 pcs hijab desain Anda sendiri adalah Rp3 juta. Itu berarti, modal per hijab adalah Rp37.500. 


Katakanlah ditambahkan dengan ongkos kirim ke rumah Anda, 80 hijab tadi (4 kg) adalah Rp250.000 untuk pengiriman ekspress. Itu berarti ada tambahan sekitar Rp3.500 per pcs untuk modal. 


Maka, modal per hijab adalah Rp41.000 untuk satu pcs jilbab premium


Dan, tahukah Anda rata-rata hijab premium berbahan voal premium/maxmara/katun toyobo dengan desain/motif yang premium juga, dijual di pasaran dengan harga Rp135.000 hingga Rp200.000?


Itu berarti, untuk mengembalikan modal 80 pcs hijab Anda, dengan menjual seharga Rp135.000 per hijab, hanya diperlukan menjual sekitar 25 psc hijab saja.


Tentunya, ini bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan serta menawarkan keuntungan yang cukup besar bagi Anda. 


Perlu Digarisbawahi Dalam Membangun Brand Hijab Sendiri


membuat brand hijab sendiri

Selain jeli melihat peluang, pasar, dan mempertimbangkan banyak hal terkait promosi produk, Anda butuh jiwa artistik dan estetik yang lebih tinggi. Hal ini berhubungan dengan ide-ide desain dari hijab Anda.


Ide desain Anda tentunya tidak bisa mirip atau malah meniru brand kompetitor. Anda mesti punya karakteristik sendiri, jiwa sendiri, dan semangat sendiri. 


Karena, harga yang dibeli oleh pelanggan Anda sebenarnya bukan sekedar harga sehelai kain. Tapi, ide dan inovasi Anda yang tertuang di sehelai kain tersebut.


Karena itu, terus memperkaya wawasan dan pengalaman mempersepsi karya seni juga bisa menjadi pilihan yang baik untuk Anda. Tidak ada salahnya untuk mulai mencoba menonton teater, datang ke pameran lukisan, patung, dan sebagainya, atau menonton tari, film, atau pertunjukan lainnya.


Inspirasi akan datang dari banyak karya artistik yang hadir dalam kepala Anda. Sampai kemudian, ada banyak hal yang terpikir, dan siapa tahu, desain Anda itu justru digandrungi oleh generasi hari ini.


Selamat mencoba berbisnis.


Sumber foto: www.iprint.id, id.pinterest.com
iprint blog writing competition

Ads