Hal yang Aktor Lakukan Sebelum Membaca Naskah Menurut Slamet Rahardjo Jarot -->
close
Adhyra Irianto
07 October 2021, 10/07/2021 08:00:00 AM WIB
Terbaru 2021-10-07T01:00:00Z
ArtikelBeritaMateri Teater

Hal yang Aktor Lakukan Sebelum Membaca Naskah Menurut Slamet Rahardjo Jarot

Advertisement
Hal yang Aktor Lakukan Sebelum Membaca Naskah, Menurut Slamet Rahardjo Jarot

PojokSeni.com - Kebanyakan aktor akan langsung mencoba melafalkan dialog dari naskahnya, setelah naskah diberikan oleh sutradara. Namun menurut aktor senior Slamet Rahardjo Jarot, hal tersebut adalah kekeliruan.


Aktor yang langsung saja membaca naskah, dan mencoba melafalkan dialog akan kesulitan untuk masuk dalam situasi terberi dalam naskah. Seharusnya, hal yang dilakukan aktor sebelum mencoba melafalkan dialog adalah menyelami, menganalisis, dan masuk dulu ke dalam peran yang akan dimainkan.


Masuk ke dalam peran, kata Slamet Rahardjo, bukan serta merta menghafal dan melafalkan dialog. Namun, masuk ke dalam peran berarti masuk ke dalam kehidupan karakter, mengkaji sisi psikologis, sosiologis, fisiologis, antropologis, dan berbagai latar belakang untuk menghidupkan karakter tersebut.


Misalnya, bila memerankan seorang petani, maka sebelum membaca naskah, mulailah dari memegang pacul dan turun ke sawah. Ketika memerankan seorang pekerja, pelajari filosofi dari setiap peralatan yang digunakannya, misi dan visi hidupnya, budaya dan lingkungan sekitar. "Jangan terkejut kalau belajar kesenian, justru dimulai dari megang pacul," kata aktor yang sudah puluhan tahun mengabdi di dunia seni peran ini.


Membuat Sketsa


Sebelum memulai masuk ke dalam tubuh peran, maka tubuh aktor mesti mempersiapkan banyak hal. Salah satunya, bagaimana tubuh peran yang akan "ditubuhkan" tersebut. Maka, setelah melewati banyak proses di atas, proses selanjutnya ialah membuat sketsa awal karakter yang akan dimainkan.


Dalam hal ini, membuat sketsa awal karakter tentunya masih membutuhkan waktu. Dan hal tersebut merupakan salah satu proses penciptaan yang dilakukan oleh aktor. Maka tak jarang ada banyak aktor yang masih belum percaya diri ketika masih dalam proses pembuatan sketsa.


"Saya saja, ketika dulu berlatih dengan Mas Teguh Karya, justru saya tidak ingin dilihat dulu ketika masih membuat sketsa. Saya katakan, tunggu sketsa saya sudah jadi, baru dilihatin," jelas Slamet.


Maka melangkah langsung ke menghafal dan melafalkan naskah adalah tindakan yang "melompati" banyak proses sebelumnya. Hasilnya ialah, karakter tidak hidup, teks juga tidak "berbunyi" dengan baik. Ada banyak hal yang terasa kurang ketika dipentaskan, mulai dari hal-hal filosofis yang melandasi suatu hal, motif-motif tertentu, hingga visi si karakter akan terasa hambar.


"Intinya, menjadi aktor itu berarti mau terus belajar, mendengar masukan, membaca, dan mendapat banyak pengalaman. Mungkin hal yang sudah biasa dilakukan sudah dirasa benar, padahal keliru. Maka, pesan saya adalah, jangan cari pembenaran, tapi carilah kebenaran," kata Slamet, menutup percakapan yang hangat dengan penulis.