Sejarah dan Kegunaan Keju Edam, Keju Belanda Sejak Berabad Silam -->
Pojok Seni
06 February 2021, 2/06/2021 01:18:00 AM WIB
Terbaru 2021-02-05T18:27:33Z
Artikel

Sejarah dan Kegunaan Keju Edam, Keju Belanda Sejak Berabad Silam

Advertisement
guna keju edam
Keju Edam

pojokseni.com - Keju Edam adalah salah satu keju terpopuler di dunia. Keju ini juga disebut-sebut sebagai "karya seni karya para peternak sapi di Edam" karena bentuknya yang cantik. 


Ciri khas keju edam memiliki tekstur yang cukup keras (semi keras) sehingga lebih lunak dari kebanyakan keju lainnya. Ciri khas lainnya adalah, keju ini berlapis lilin (parafin). Kegunaan lapisan lilin di keju edam tersebut ditujukan agar tekstur keju tetap terjaga dan lebih awet dalam waktu lama.


Saat ini, lapisan lilin di keju edam berwarna merah, dengan keju berwarna kuning emas. Dulunya, ketika pertama kali dibuat, lapisan lilin di luar keju edam berwarna hitam. Dengan bentuk bulat dan lapisan warna merah, membuat keju satu ini memiliki bentuk seperti buah-buahan yang manis.


Dari namanya, keju ini berasal dari Edam yang berada di North Holland (Belanda Utara). Belanda memang dikenal sebagai negara penghasil keju terbaik di dunia, namun keju edam adalah yang terpopuler. Bahkan banyak orang yang mengunjungi kota Edam untuk melihat pedagang tradisional memperdagangkan keju legendaris tersebut.


Keju ini juga cukup populer di berbagai negara lainnya, baik di Eropa maupun di Asia. Uniknya, keju edam justru tidak begitu banyak dikenal di Indonesia, yang selama 350 tahun berada di bawah jajahan Belanda.


Padahal, keju edam ini merupakan warisan dari abad pertengahan, yakni dari abad ke-14. Keju ini terus diproduksi di Edam dan diekspor ke berbagai negara hingga abad ke-18. Setelah itu, proses pembuatannya menjadi lebih modern. 


Meski demikian, beberapa kue khas hari raya di Indonesia juga menggunakan keju edam sebagai taburan di atasnya. 


Diproduksi Peternak di Edam


kegunaan keju edam
Keju edam

Keju Edam diproduksi oleh para peternak di Kota Edam, Belanda Utara. Para peternak mengambil susu sapi yang kemudian dipateurisasi. Lalu, sebagian krimnya dibuang sebelum diproses menjadi keju.


Kemudian, keju ini dibalut dengan lapisan parafin berwarna merah untuk menjadikan keju edam lebih awet.


Teksturnya tidak sekeras keju lainnya yang juga ditemukan di Belanda. Namun, tidak begitu lunak. Jadinya mudah digunakan untuk menjadi taburan dengan cara diparut.


Kelebihan lain dari keju edam adalah kandungan lemaknya yang cukup rendah yakni 28%. Sedangkan protein yang dikandungnya adalah 25%. Hal itulah yang menjadikan tekstur keju edam semi keras.


Sedangkan tips untuk menjaga keju edam lebih awet selama disimpan, juga kegunaan keju edam lainnya, bisa Anda simak di artikel ini: Inilah Beberapa Kegunaan Keju Edam dan Cara Menyimpannya