Mempersiapkan Seniman Masa Depan Indonesia dengan Memutus Rantai Anemia Defisiensi Besi -->
close
Pojok Seni
25 February 2021, 2/25/2021 05:52:00 AM WIB
Terbaru 2021-02-24T22:52:50Z
ArtikelSeni

Mempersiapkan Seniman Masa Depan Indonesia dengan Memutus Rantai Anemia Defisiensi Besi

Advertisement
Mempersiapkan Seniman Masa Depan Indonesia
Mempersiapkan Seniman Masa Depan Indonesia

pojokseni.com - Bagaimana cara menghadirkan Indonesia yang kuat di masa depan? Tentu cara utamanya adalah mempersiapkan generasi muda yang sehat. Salah satu bidang yang bisa dipertimbangkan untuk kemajuan Indonesia adalah di bidang seni dan budaya.


Untuk urusan seni dan budaya, Indonesia adalah negeri adidaya. Kekayaan kesenian dan kebudayaan di Indonesia adalah salah satu yang terbanyak di dunia. Bayangkan saja, untuk menyebut satu provinsi saja, katakanlah Sumatera Barat misalnya, ada ribuan jenis kesenian tradisional sampai modern yang berkembang di sana. Bagaimana membicarakan Indonesia keseluruhan dari Aceh sampai Papua yang berjajar pulau-pulau.


Kesenian tradisi Indonesia yang eksotis itu tentunya bisa menjadi daya tarik yang unik bagi dunia. Hanya saja, hal yang perlu dipertimbangkan terkait dengan pengembangan dunia kesenian di Indonesia (khususnya tradisi) adalah persiapan generasi penerus bangsa yang siap mengabdikan dirinya sepenuh hati untuk kesenian.


Namun ada banyak tantangan untuk mempersiapkan generasi muda, khususnya anak-anak, untuk menjadikan SDM seni yang kompetitif di masa depan. Tantangan yang akan khusus dibahas di artikel ini adalah penyakit yang bisa mengganggu kreativitas dan stamina anak kini dan nanti, yakni anemia defisiensi besi.


Seberapa berbahayanya anemia defisiensi besi yang identik dengan ibu hamil, remaja putri dan balita ini? Apa juga hubungannya dengan mempersiapkan seniman masa depan Indonesia? Kita akan ulas satu per satu.


Mempersiapkan Seniman Masa Depan Indonesia

Kondisi pertama adalah untuk menjadikan seniman yang berkualitas dibutuhkan paduan yang tepat antara kemampuan otak dengan kemampuan tubuh yang mumpuni. Kita sebut saja misalnya penyanyi, penari atau pemain teater. Mereka harus memiliki kemampuan otak yang baik untuk mengerti dan memahami teknik-teknik tertentu yang digunakan seniman profesional. Tapi, di sisi lain juga harus dipersiapkan stamina agar siap berlatih dan pentas tanpa gangguan fisik yang bisa membuat pertunjukan menjadi terganggu.


Bayangkan saja, untuk menari selama tiga puluh menit atau pentas teater selama tiga puluh menit, maka tenaga yang dibutuhkan sama dengan lari jogging 5 keliling untuk trek sepanjang 50 meter! Bukankah stamina prima menjadi hal yang penting untuk seorang seniman?


Nah, selain itu untuk proses latihan dibutuhkan tubuh yang kuat dan lentur. Hal itu sangat tergantung dengan kekuatan fisik anak. Hal itu juga sangat bergantung dengan asupan gizi per hari anak. Tentunya, asupan gizi yang kurang bisa menyebabkan proses latihan bisa tidak maksimal.


Kondisi kedua adalah, saat ini sedang musim pandemi penyakit berbahaya yakni Covid-19. Maka dibutuhkan sistem imunitas tubuh yang baik agar tidak tertular dengan mudah, di samping perlindungan lain seperti mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker. Sistem imunitas ini sangat bergantung juga dengan asupan gizi per hari, dan juga zat besi.


Dari dua kondisi untuk mempersiapkan seniman masa depan Indonesia, ada anemia defisiensi besi yang sangat berbahaya dan bisa menghancurkan impian tersebut. Anemia defisiensi besi adalah kondisi di mana seseorang kekurangan zat besi atau sulit melakukan penyerapan zat besi di dalam tubuhnya. Apa akibatnya?


  • Pertama, tubuh akan sulit menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya organ tubuh akan kesulitan bekerja dengan baik yang menghasilkan anak sulit berpikir, cepat capek dan lemas, serta sangat mudah tertular penyakit lain dari luar tubuh.
  • Kedua, kesehatan tubuh baik bagian dalam maupun bagian luar seperti rambut, kuku, dan kulit juga akan terganggu bila kekurangan zat besi.
  • Ketiga, faktanya adalah selain ibu hamil, maka yang berisiko terkena anemia defisiensi besi adalah remaja putri dan balita. Remaja putri malahan di negara berkembang sangat berisiko terkena kondisi ini. Laporan dari WHO misalnya, menyebutkan bahwa remaja putri di negara berkembang (seperti Indonesia) sekitar 53,7% di antaranya terkena anemia defisiensi besi. Itu berarti, lebih dari separuh remaja putri di Indonesia terkena penyakit ini!
  • Keempat, masalah lain yang lebih buruk bisa menimpa pengidap anemia defisiensi besi seperti infeksi, pendarahan berlebih dan mudah tertular penyakit lain.


Jadi, mempersiapkan seniman masa depan Indonesia tidak hanya dengan mengajari teknik dan latihan serta pelajaran seni yang cukup. Tapi juga, mempersiapkan tubuh dan kesehatan anak dari kecil sangat penting untuk dilakukan. Apalagi, penari tradisional juga kebanyakan perempuan. Dan perempuan muda inilah yang sangat sering terkena anemia defisiensi besi ini.


Seringkali seniman tidak tertarik untuk berbicara tentang kesehatan dan penyakit. Padahal, yang sering kali kita temukan di lapangan adalah seniman menjadi salah satu profesi yang paling gampang "penyakitan".


Tips Mencegah Anemia Defisiensi Besi sejak Dini


Ilustrasi anak menderita Anemia Defisiensi Besi

Anemia Defisiensi Besi sebenarnya bisa mudah diobati, namun bukan berarti penyakit ini harus dianggap enteng. Terlalu lamban penanganan akan mengakibatkan hal yang jauh lebih buruk, bahkan kematian. Apalagi pada kasus ibu yang akan melahirkan. Apabila ibu dan anaknya sama-sama mengalami anemia defisiensi besi, maka risiko meninggal (baik ibu maupun anak) ketika melahirkan menjadi semakin besar.


Maka dari itu, kebutuhan akan zat besi harus diberikan sejak dini. Berikut beberapa hal yang mesti dilakukan agar asupan zat besi anak tidak kurang, sehingga terhindar dari anemia defisiensi besi.


  • Pertama, usahakan anak tidak meminum susu sapi ketika usianya masih di bawah 1 tahun, karena asupan zat besi yang dibutuhkan justru ada di ASI.
  • Kedua, Anda bisa mempertimbangkan untuk memberikan suplemen zat besi dan vitamin C pada anak balita dan juga remaja putri. Kenapa vitamin C? Yah, karena vitamin C adalah zat yang sangat membantu proses penyerapan zat besi oleh tubuh.
  • Ketiga, jangan biarkan anak Anda terlambat makan atau malah tidak makan. Asupan gizi bisa berkurang, termasuk asupan zat besi. Hasilnya, seperti yang dipaparkan di atas, maka risiko terkena anemia defisiensi besi akan semakin besar.
  • Keempat, anak-anak di bawah lima tahun bisa Anda dukung pertumbuhannya dengan susu pertumbuhan berkualitas. Misalnya, Anda bisa mempertimbangkan produk-produk dari Danone Indonesia, semacam susu SGM, Bebelac dan Nutrilon.


Setelah Asupan Gizi Terpenuhi, Ajari Anak Mencintai Indonesia


Mempersiapkan Seniman Masa Depan Indonesia

Setelah itu, anak-anak sudah mendapatkan asupan gizi yang cukup, itu berarti Anda telah mendukung proses memutus rantai anemia defisiensi besi. Maka, langkah selanjutnya  Anda bisa mulai mengenalkan kebudayaan dan kesenian Indonesia pada anak. Tidak sedikit ada penari, dalang, penyanyi, pelukis, aktor teater, penulis dan seniman lainnya yang masih berusia dini, bahkan masih duduk di sekolah dasar.


Mereka inilah yang nantinya akan menjadi penerus dan menjadikan Indonesia semakin kuat ke depannya. Karena seni dan budaya adalah salah satu aset tak ternilai yang dimiliki negara, tentunya bisa menjadikan Indonesia semakin dikagumi di dunia.


Jadi, ingat dua hal yang terpenting ketika akan menyiapkan seniman masa depan bagi Indonesia. Pertama, pastikan kesehatan dan pertumbuhannya dengan baik. Kedua, kenalkan dan ajarkan kesenian Indonesia dengan baik.


Paduan keduanya akan melahirkan seniman-seniman masa depan dengan capaian artistik yang mengagumkan. Apalagi, bila anak akan tertarik untuk terus bereksplorasi dan bereksperimen sehingga melahirkan terobosan baru yang mampu menarik perhatian dunia. Tentunya, kesenian Indonesia akan semakin berkembang dan Indonesia akan menjadi semakin kuat, bukan?

Ads