Pertanyaan Stella Adler Sebelum Mulai Latihan Teater: Apakah Teater Punya Arti Bagimu? -->

Ads

Pojok Seni
07 January 2021, 1/07/2021 05:22:00 AM WIB
Terbaru 2021-01-06T22:22:05Z
Artikelteater

Pertanyaan Stella Adler Sebelum Mulai Latihan Teater: Apakah Teater Punya Arti Bagimu?

Advertisement

PojokSeni.com - Stella Adler, seorang aktor, sutradara yang akhirnya menciptakan metode akting yang populer oleh para aktor di Amerika Serikat memulai setiap latihan dengan pertanyaan untuk anak-anak baru di sekolah aktingnya. Pertanyaannya menjadi judul artikel kali ini.


Yah, pertanyaan sangat mendasar dan sepertinya sangat mudah dijawab. Sebelum memulai latihan teater, apakah seni teater ini punya arti bagimu? Kalau memang memiliki arti, maka apa artinya dan seberapa banyak ia memiliki arti di hidupmu?


Jelas pertanyaan ini bukan tipe pertanyaan yang harus dijawab cepat oleh para peserta latihan. Karena ini berarti sebuah "cinta" yang sudah melampaui sesuatu yang kita sebut sebagai "hasrat" atau passion. Ketika Anda baru memiliki hasrat terhadap sesuatu, maka Anda punya keinginan untuk "memilikinya". Tetapi, ketika sudah melampaui itu dan menjadi "cinta" maka bukan hanya "memilikinya" tapi Anda juga akan rela mengorbankan apapun untuknya.


Stella Adler punya alasan untuk bertanya hal itu. Karena, ia mungkin ingin siswa kelas aktingnya merenung dan berkontemplasi. Ketika ternyata siswanya tidak menemukan arti yang besar atau banyak dari seni teater untuk hidupnya, maka mereka tentunya tidak punya alasan kuat untuk mengikuti semua prinsip dan pedoman di dalam tubuhnya sendiri. Hasilnya, tak akan muncul sebuah dampak yang nyata dari proses latihan dan artistik meski sudah menjalaninya bertahun-tahun.


Pertanyaan itu juga untuk menguji calon aktor, seberapa siap ia membuka dirinya untuk masuk ke dalam pelatihan. Maka itu juga yang akan menjadi kunci perkembangan kemampuannya dan kunci kesuksesan metode akting Stella Adler.


Teater, yang berawal dari ritual kuno di Yunani, menjadi sebuah "tempat" penyajian kebenaran universal dan kesadaran sosial. Maka aktor yang berada di atas panggung, menjadi media penyampai kebenaran dan kesadaran sosial itu. Maka, aktor juga memiliki tanggung jawab etik, selain tanggung jawab estetik.




Stella Adler juga menekankan bahwa seni akting bukanlah sebuah aktivitas naluriah belaka, juga bukan sebuah aktivitas abstrak. Karena, seni akting berarti membuat "sesuatu menjadi nyata" yang menjadi capaian artistik metode aktingnya. Tentunya, mencapai "nyata" yang dimaksud membutuhkan latihan yang rutin dan tidak mudah. Kesiapan tubuh, suara, dan pikiran aktor juga menjadi kunci keberhasilannya. Semakin nyata berarti semakin intens dan semakin panjang waktu latihannya.


Stella Adler adalah salah satu murid dari Konstantin Stanislavsky. Karena itu, metode akting Stella Adler merupakan bentuk pengembangan dari The System yang dikembangkan oleh Stanislavsky. Karena itu, dua ciri utama seni akting bagi Stella Adler adalah "dipahami dan dipercaya". Tidak bisa hanya "dipercaya" tapi tidak "dipahami". Juga tidak bisa hanya "dipahami" tapi tidak "dipercaya".


Dengan demikian, "nyata" yang dirasakan aktor tadi juga menjadi "nyata" dirasakan oleh penontonnya. Pengolahan perasaan dan tubuh, serta produksi suara aktor membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan latihan yang keras. Kembali lagi ke judul artikel, apa hubungannya dengan penjelasan latihan metode Stella Adler ini?


Yah, karena berdasarkan jawaban dari pertanyaan di awal itulah seorang aktor memiliki alasan untuk menjaga tubuhnya tetap siap menjalani latihan. Seorang aktor latihan vokal sampai serak, serta mengulang satu dialog yang sama ketika rehearsal sampai "nyata". Untuk melakukan rentetan latihan (baik training maupun rehearsal), tentu seseorang harus memiliki alasan, landasan moril untuk tetap berbahagia menjalani semuanya.


Karena itulah, pertanyaan di awal menjadi sangat penting sebelum memulai latihan teater. Karena pertanyaan itu tidak hanya menguatkan motivasi Stella Adler untuk menurunkan ilmunya pada para siswa. Tapi juga membuat para siswa kelas aktingnya mencari tahu di dalam dirinya sendiri, apa arti seni teater; baik itu panggung yang disirami cahaya, makna dari setiap kata-kata di naskah, keras dan panjangnya waktu latihan, keras dan cerewetnya sutradara, tepukan atau cemoohan dari penonton, dan jarak yang harus ditempuh untuk mengantarkan "pementasan". 


Karena bila siswanya menemukan jawaban itu, maka mereka juga siap untuk menempa dirinya menjadi lebih baik. Mungkin jawabannya lebih ekonomis, atau mungkin lebih filosofis, atau malah ideologis, tapi bisa menguatkan tekad mereka untuk menempa diri menjadi lebih baik. Itu salah satu yang dianggap kunci sukses Stella Adler melahirkan sejumlah aktor-aktor kuat di Amerika Serikat baik di panggung teater atau malah di layar lebar.