06 October 2020

author photo

Baca Juga


pojokseni.com - Akting bisa dikatakan sebagai seni akting apabila terencana dengan baik. Karena itu, di saat merencanakannya aktor perlu bekerja dengan keras untuk menciptakan hubungan antara perasaan, pikiran, gerak dan teks. 


Nyatanya ada semacam batasan, atau kadar tertentu perasaan dan pikiran. Tidak boleh terlalu tertahan juga tidak boleh dibiarkan terlalu lepas. Karena itu, kepekaan seorang aktor terhadap sekelilingnya; dekorasi panggung, peran dirinya dan orang lain, alur, properti, musik, cahaya dan sebagainya menjadi kunci utama untuk membentuk akting yang baik dan tentunya memukau.


Tugas seorang aktor adalah membuat penonton menjadi paham dan percaya. Paham dengan apa yang disampaikan (artikulasi, mimik wajah, gerak tubuh dan sebagainya) tapi di saat bersamaan juga percaya dengan apa yang dipresentasikan (intonasi, kewajaran, dan tidak artificial). Untuk yang kedua (percaya), maka diperlukan pengendalian agar akting tidak terkesan plastik (palsu), atau malah terlalu berlebihan. Menangis dalam satu peran misalnya, berarti aktor mesti meyakinkan penonton bahwa ia benar-benar terluka dengan kejadian yang menimpanya di atas panggung.


Apabila akting tak dikendalikan, maka yang akan terjadi adalah akting "terbang" dan akting "tenggelam". Apa saja itu? Simak penjelasannya berikut ini.


1. Akting Terbang


Bila masakan, berarti masakan yang terlalu banyak bumbu. Bila pemain bola, berarti pemain bola yang terlalu banyak menggocek bola tanpa mengoper temannya. Bukankah hal-hal yang berlebihan seperti itu tidak Anda sukai?


Yah, akting yang terlalu banyak bumbu seperti itu terkadang over. Aktor mungkin terlalu kreatif atau ingin jadi pusat perhatian. Ia mungkin ingin fokus penonton hanya teralihkan ke dirinya sendiri. Hasilnya, kisah atau makna dari lakon yang dimainkan justru "terbang".


Akting yang terbang ini tidak hanya membuat aktor tersebut merugi, tapi kerja teater secara unity (kesatuan) juga akan terganggu. Mungkin Anda suka makanan yang manis, tapi apakah Anda bisa memakan makanan yang "terlalu" manis? Seperti itu kira-kira analoginya.


2. Akting Tenggelam


Berbeda dengan akting terbang, akting tenggelam berarti sang aktor justru terlalu rendah. Suara yang terlalu pelan, gerak yang terkesan begitu hati-hati, penguasaan panggung yang tidak baik, ditambah lagi mungkin dengan pengalaman pentas yang sedikit, nonton teater pun jarang. Hasilnya, aktor tersebut minim kreativitas dan tampak kurang cakap.


Akibatnya adalah, aktor tersebut tenggelam di panggung. Ia tampak kabur dan mungkin dianggap tidak ada. Mungkin aktor ini ingin cari aman dengan tidak terlalu berlebihan, tapi malah kurang dari standar yang diinginkan.


Seperti makanan yang manis, tapi gulanya kurang. Hasilnya, sama seperti kue yang terlalu manis, kue yang terlalu pahit juga tidak enak terasa di lidah, bukan?


Maka dengan demikian diperlukan takaran yang tepat untuk akting Anda. Apa yang tidak terlalu berlebihan. Dengan kata lain, selama proses latihan ada waktu yang cukup panjang untuk Anda membuang apa saja yang tidak diperlukan, juga apa saja yang terlalu tampak dibuat-buat dan palsu.


Selain itu, teknik keaktoran dasar semacam vokal, gerak tubuh, mimik wajah, bloking, gait dan sajian visual mesti sudah melebur dalam diri. Bila tidak, maka setiap gerak Anda akan benar-benar terkesan dibuat-buat. Atau, malah terlihat terlalu berlebihan. Hasilnya hanya ada dua kemungkinan, bila Anda tidak "terbang" maka Anda akan "tenggelam".

your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Advertisement

Loading...