23 September 2020

author photo

Baca Juga

rencana perlindungan penyakit

Pojokseni.com - Menarik menyimak obrolan dari Riau Artist Club beberapa waktu lalu yang mengangkat tema, Seniman Dilarang Sakit. Sebab kenapa, karena ketika seniman sakit maka akan hilang seseorang yang terus menciptakan karya-karya yang brilian.


Sayangnya, pola hidup seorang seniman tidak pernah seperti pola hidup sehat yang dijalankan banyak orang. Sebagian besar seniman memang menghabiskan waktunya untuk latihan tanpa henti, namun tidak dibarengi dengan nutrisi yang cukup. Makan hanya di saat lapar, merokok, jarang olahraga dan terlalu sering begadang alias kurang tidur. Bahkan sebagian seniman lainnya juga akrab dengan minuman keras. Hasilnya, seniman selalu lebih cepat sakit.


Alasannya tentu karena seniman menghabiskan hidupnya untuk berpikir dan menciptakan karya-karya yang brilian. Maka ketika berusia cukup dewasa seperti 35 tahun ke atas, maka tubuh seorang seniman begitu ringkih. Begitu banyak jenis penyakit yang menerpa seorang seniman.


Di Riau misalnya, ada seorang bernama Tabrani Rab yang sangat peduli pada para seniman. Maka ia mendirikan rumah sakit bernama RS Tabrani yang memang ditujukan untuk mengobati para seniman. Bahkan dulu RS Tabrani disebut pula sebagai rumah sakit seniman. Nama-nama seniman besar Riau, seperti Idrus Tintin misalnya, pernah mendapatkan pengobatan intensif di RS ini.


Nah, apakah ada orang lain di Riau dan tempat lainnya yang peduli pada seniman? Tidak banyak, maka berarti seniman dilarang sakit. Karena seniman tidak seperti PNS yang akan tetap digaji meski sakit. Seniman akan mendapatkan kehidupan apabila berhasil menjual karyanya pada publik. Maka ketika sakit, hal tersebut menjadi tertunda.


Maka wajar saja ada banyak orang yang mencintai seni, memilih bukan menjadi seniman. Seniman biasanya menjadi "sampingan" atau sekedar melepas hobi, sehingga tidak begitu ditekuni dengan baik. Sebab, kekaryaan, pengalaman artistik dan pengalaman estetik tidak ada gunanya bagi mereka. Toh, tidak menambah atau tidak mengurangi penghasilan, bukan?


Seniman Mesti Menjaga Kesehatannya Sendiri


Maka dari itu, seniman perlu rencana perlindungan penyakit. Maksudnya, seorang seniman mesti mempertimbangkan dirinya agar bisa terhindar dari penyakit. Atau, ketika tertimpa penyakit maka ada yang bisa diandalkan untuk mengobati dirinya sendiri.


Bisa berupa asuransi, atau mungkin jaminan kesehatan dari daerahnya. Itu pilihan yang mesti diambil, selain mengubah pola hidup. 


Sebelumnya, PojokSeni sempat mengulas bahwa melatih seorang tubuh, khususnya bagi seniman teater dan tari, adalah proses memuliakan tubuh dan juga menjadi proses untuk meningkatkan kemampuan tubuh mendalami dan menjalani setiap proses berkesenian.


Maka kesehatan menjadi hal yang terpenting bagi seniman. Karena tidak semua daerah punya hal yang khusus atau semacam orang yang begitu concern dan peduli terhadap seniman, apalagi pada kesehatannya. 


Jadi, bila Anda masih berusia muda, ini waktunya untuk mulai mengubah kebiasaan diri. Biasakan olahraga, tidur teratur, kurangi rokok, hindari minuman keras dan perbanyak minum air putih. 


Apabila hal tersebut masih sangat sulit dilakukan, itu berarti waktunya Anda mengubah manajemen keuangan. Sisihkan sedikit keuntungan dari setiap karya Anda untuk kesehatan. Baik kesehatan Anda, keluarga maupun anggota sanggar seni Anda.


Dengan demikian, seniman tidak lagi dilarang sakit. Apalagi di masa pandemi seperti ini, di mana virus Covid-19 bisa saja menyerang tubuh Anda. Maka akan sangat baik mempertimbangkan untuk kesehatan diri, meningkatkan imunitas diri serta terpenting mengikuti protokol kesehatan.

your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Advertisement

Loading...