Menguak Mitos Tentang Cleopatra; Simbol Kecantikan yang Sebenarnya Tidak Cantik-Cantik Amat -->
close
Pojok Seni
15 September 2020, 9/15/2020 11:57:00 PM WIB
Terbaru 2020-09-15T16:57:37Z
ArtikelSejarah

Menguak Mitos Tentang Cleopatra; Simbol Kecantikan yang Sebenarnya Tidak Cantik-Cantik Amat

Advertisement
Cleopatra dalam film keluaran Hollywood

PojokSeni.com - Selama ratusan tahun, ketika menyebut nama Cleopatra sang Firaun wanita dari Mesir kuno maka apa yang akan terbayang? Tentunya wajah cantik, rambut halus, tubuh sintal, tinggi, dan semua keindahan dari sosok wanita melekat padanya.


Film-film dari Hollywood semakin menambah dalam imajinasi tentang tokoh fenomenal dalam sejarah dunia ini. Bagaimana sang maharaja diraja bernama Julius Caesar bisa jatuh hati padanya. Mark Antony juga bisa jatuh cinta pada seorang wanita bernama Cleopatra. Pada kasus Julius Caesar misalnya, ia bisa saja mendapatkan ratusan wanita di Roma apabila ia menginginkannya. Kenapa ia bisa jatuh hati pada ratu Mesir kuno?


Maka mitos tentang kecantikan Cleopatra begitu ternama ke seluruh dunia. Bahkan di Indonesia, jarang ada penduduknya yang tidak pernah mendengar nama Cleopatra, setidaknya sekali dalam hidupnya. Ketika ditanyakan apa pendapatnya tentang Cleopatra, maka jawabannya adalah sama: wanita yang cantik, bahkan super cantik sehingga bisa menaklukkan siapapun lelaki yang melihatnya.


Rekontruksi wajah Cleopatra berdasar patung. Meski sudah "dicantikkan" tapi tetap tak cantik-cantik amat

Namun, ada pula yang meragukan fakta tentang pesona "berlebihan" dari Cleopatra ini di zaman dulu. Bahkan, sekitar 100 tahun setelah meninggalnya Cleopatra, seorang penulis biografi asal Yunani bernama Plutarch juga menyebutkan keraguannya. Memang benar Cleopatra itu cantik, tapi tak cantik-cantik amat. Mungkin bila saat ini Anda melihat wajah Raisa, atau Chelsea Islan misalnya, rasanya wajah dua nama itu mungkin lebih cantik ketimbang Cleopatra.


Kelebihannya ada pada bakat Cleopatra yakni kecerdasannya. Ia juga berbakat dan mampu membuat dirinya menjadi fokus perhatian siapapun. Lebih tepatnya, ia adalah penggoda yang licik.


Terlebih lagi, setelah seorang professor dari Universitas Warwick bernama Kevin Butcher yang menulis buku berjudul The Metalurgi of Roman Silver Coinage: From the Reform of Nero to the Reform of Trajan (diterbitkan oleh Cambridge University Press, 2014). Apa yang diteliti Prof. Kevin Butcher? Yah coin atau uang logam dari zaman Yunani dan Romawi. Maka saat itu, hasil penelitian tersebut mengarahkan Prof Kevin Butcher menemukan wajah "asli" Cleopatra yang terukir di sebuah koin.


Satu hal yang pasti adalah ciri khas Mesir menampilkan sisi terbaik dari para Firaunnya. Anda bisa melihat relief yang tergambar di bangunan kuno semacam Piramid dan Sphinx bahwa rata-rata Firaun Mesir bertubuh langsing, baik laki-laki maupun perempuan. Faktanya, sangat jarang ada Firaun yang langsing, rata-rata gendut bahkan obesitas karena pola makan mereka. Jadi, gambar yang ada di dinding kuno tersebut bukan menggambarkan Firaun dalam bentuk sesungguhnya. Melainkan dibuat "tampan" atau "cantik" sebagai bentuk penghormatan.


Wajah asli Cleopatra

Nah, di koin yang bergambar Cleopatra, meski sudah  dibuat lebih cantik sebagai bentuk penghormatan, nyatanya wajah Cleopatra masih tetap tidak cantik-cantik amat. Koin ini dipajang di Universitas Newcastle di Inggris sejak tahun 2007. Apa yang terlihat dari koin bertanggal 32 SM ini?


Yah, kurang lebih seperti itu wajah Firaun Cleopatra VII tersebut. Anda bisa melihat sebenarnya tampilannya tak begitu menarik dengan bibir sempit, dagu tajam dan hidungnya yang besar. Seperti ditulis oleh Majalah Smithsonian, Cleopatra memang telah memiliki kharisma, kecerdasan sekaligus keseksian yang mampu menjadikannya sebagai pusat perhatian. 

Ads