Mengenal Perbedaan E Standar, Drop C dan Drop D di Gitar -->
close
Pojok Seni
14 September 2020, 9/14/2020 12:20:00 AM WIB
Terbaru 2020-09-13T18:14:55Z
Musik

Mengenal Perbedaan E Standar, Drop C dan Drop D di Gitar

Advertisement


PojokSeni.com - Saat baru beli gitar maka akan di-tunning di E standar. Dalam E standar, maka senar-senar gitar dalam kondisi lepas akan menghasilkan bunyi E rendah (senar 6), A (senar 5), D (senar 4), G (senar 3), B (senar 2) dan E tinggi (senar 1).


Ketika Anda belajar gitar pertama kali, maka tuning E standar inilah yang akan digunakan. Kecuali dalam lagu-lagu 90-an khususnya rock semacam Gun's n Roses, Extreme, Mr Big dan sebagainya sering ditemukan bahwa tuningnya turun setengah nada dari E standar saat ini.


Namun tidak semua gitar yang menggunakan tuning E standar. Apalagi dalam lagu-lagu metal, post-hardcore dan lain-lain. Ada beberapa di antaranya yang drop (turun) ke C dan ke D. 


Nah, pertanyaannya apa itu drop D dan Drop C?


Drop D


Dimulai dari Drop D, ini salah satu yang lebih sering digunakan di lagu-lagu rock, metal dan setipenya. Tuningnya sama persis dengan E standard. Perbedaannya hanya di senar E rendah (senar 6) diturunkan atau disetel ke D.


Jadinya, bila dalam E standar setelannya adalah E - A - D - G - B - E. Maka dalam drop D setelannya berubah menjadi D - A - D - G - B - E. Maka dengan drop D, nada yang dimainkan di setelan E standar pada senar 6 harus dimainkan di 2 fret lebih tinggi.


Ketika dipetik dalam fret terbuka, maka tiga senar paling atas akan langsung membentuk chord D5.


Jadinya, dalam chord 5, misalnya D5, E5, F5 dan seterusnya dimainkan dalam satu garis lurus. Misalnya begini, untuk chord G5 maka Anda menekan fret ke 3 di senar 6, fret ke 5 di senar 5 dan senar 4. Maka dalam chord G5 di tuning drop D Anda akan menekan di fret ke 5 dengan 1 jari ke tiga senar sekaligus (senar 4, 5 dan 6).


Maka Drop D menjadi trik bagi pemain musik aliran tersebut untuk membuat power chord lebih mudah dan progresi chord menjadi lebih cepat.


Drop C


Drop C mirip dengan drop D, namun semua senar kembali diturunkan 1 not, atau 2 fret lebih rendah. Jadinya dalam tuning C maka setelannya berubah menjadi C rendah (senar 6) - G (senar 5) - C (senar 4) - F (senar 3) - A (senar 2) dan D (senar 1).


Ketika dipetik dengan fret terbuka tiga senar paling atas akan membentuk chord C5 rendah. Anda tetap bisa memainkan lagu yang drop D menggunakan drop C dengan menaikkan semua notasi 2 fret lebih tinggi. Tapi sayangnya, Anda tidak bisa memainkan lagu drop C menggunakan tuning drop D apalagi E standar.


Drop C menghadirkan suara yang lebih rendah dan berat, sehingga sering digunakan dalam musik aliran post-hardcore. Beberapa band seperti Bullet for My Valentine, Falling in Reverse, System of a Down terkadang menggunakan tuning drop C di lagu-lagunya.


Demikian perbedaan Drop C, Drop D dan E standar di gitar, semoga bisa membantu bagi gitaris pemula yang sedang mencoba eksperimen musik dengan gitarnya.

Ads